Ormas Pemenangan SBY Deklarasi Kemandirian Rakyat
Minggu, 15 Juli 2012 | 17:27
Radityo Gambiro [google] [JAKARTA] Partai Demokrat bersama organisasi masyarakat
Gerakan Aman, Adil dan Sejahtera untuk Indonesia (Garansi) sepaham untuk
mempertajam program kewirausahaan guna memandirikan rakyat. Langkah ini
efektif dan strategis untuk menopang serta mejembatani program ekonomi
kerakayatan pemerintah.
"Tentunya, sinergi Demokrat dan Garansi bisa mempercepat akselerasi
peningkatan kesejahteraan rakyat," ujar Ketua Umum Garansi, Gondo
Raditiyo Gambiro didampingi Sekjen Garansi, Didik Mukrianto dalam jumpa
pers Puncak acara HUT ke-8 Garansi di Jakarta, Minggu (15/7).
Gerakan Kewirausahaan Kelompok Strategis (GK2S) untuk memandirikan
rakyat akan dideklarasikan pada puncak peringatan delapan tahun Garansi
di Istora Senayan, Jakarta, Senin (16/7).
Sekitar 15 ribu kader Garansi dari berbagai kelompok strategis akan
hadir, diantaranya kelompok tani, kelompok pemulung, kelompok nelayan,
kelomok mahasiswa, kelompok pemuda/i, kelompok ibu rumah tangga,
kelompok pedagang pasar, kelompok pedagang kaki lima.
Selain itu,
sekitar 15 ormas undangan akan meramaikan HUT ormas berlambang tangan
menggenggam padi ini.
Selain Gambiro yang tercatat sebagai penggagas dan pendiri Garansi,
dijadwalkan Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum serta Menteri
Koperasi dan UKM yang juga anggota Dewan Pembina Partai Demokrat,
Syarief Hassan turut diundang untuk menyampaikan pidatonya.
Sementara, putra bungsu Presiden SBY yang juga Sekjen Partai Demokrat,
Edhie Baskoro Yudhoyono alias Ibas direncanakan ikut mehadiri HUT ke-8
Garansi tersebut.
Sejak berdiri, ormas yang turut serta memenangkan Susilo Bambang
Yudhoyono dalam dua periode pemilihan presiden di Indonesia konsisten
mengusung ekonomi kerakyatan sebagai tulang punggung peningkatan
kesejaheteraan rakyat.
Program GK2S ini, bisa mempercepat pengentasan kemiskinan, mengatasi
pengangguran serta membangkitkan rasa percaya diri masyakat untuk
mandiri. "Sejak awal, ada kesepahaman pemikiran antara Demokrat dengan
Garansi untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat serta membangun bangsa
dan negara," ujar Gambiro, yang juga Wakil Ketua Fraksi Partai Demokrat
DPR.
Ketua Divisi Kaderisasi dan Diklat DPP Partai Demokrat ini merefleksi
sepak terjang Garansi pada dua Pilpres 2004 dan 2009. Garansi terjun
langsung ke tengah masyarakat di seluruh Indonesia untuk memenangkan SBY
sebagai Presiden RI. Bahkan, Garansi membuka jalan atau motor pembuka
kampanye SBY dan Jusuf Kalla untuk beberapa wilayah Indonesia di bagian
Timur. "Mengapa Garansi waktu itu mengusung SBY, karena SBY diyakini
bisa bekerja untuk memajukan Indonesia," jelas Gambiro.
Pada usia yang ke-8 tahun ini, Garansi tetap eksis di seluruh pelosok
Tanah Air. "Kami jarang muncul di perkotaan ataupun dalam publikasi
media. Tapi, Garansi sudah banyak menghasilkan karya di pedesaan,
perbatasan dan wilayah terpencil Indonesia," tegas Gambiro.
Di balik program kemandirian rakyat, Gambiro optimis atas upaya Garansi
membentuk Induk Koperasi Garansi (IKG) dalam waktu dekat ini. IKG
sebagai koperasi skunder mengayomi koperasi primer di bawahnya. "Dengan
program pemerintah yang pro rakyat, tentu bisa mempercepat akselerasi
untuk peningkatan kesejahteraan rakyat," yakin Gambiro.
Selain itu, tambah dia, Garansi masih konsisten melanjutkan program
membangun 1.000 unit koperasi ataupun 'Kios Garansi' di seluruh
Indonesia. Wadah ini akan menjadi jembatan Garansi dengan rakyat.
"Garansi juga tetap menyiapkan pendamping, penyuluh untuk pengelolaan
manajemen dan mediator masyarakat untuk peningkatan perekonomian
rakyat," ujar dia.
Menurut Didik, koperasi di Indonesia menempayi posisi vital dan
strategis untuk menopang eksistensi perekonomian nasional. Koperasi
merupakan lembaga usaha yang berkontribusi terhadap pemberdayaan
perekonomian masyarakat dalam struktur paling dasar.
"Koperasi mampu menyentuh, berkolaborasi, berinteraksi serta mampu
menarik simpati dan memiliki daya dobrak terhadap kebuntuan pergerakan
ekonomi di komunitas sosial masyarakat pada level yang paling basic,"
ujar Didik, yang juga Ketua Departemen Pengawasan Keuangan dan
Pembangunan DPP Partai Demokrat.
Karena itu, lanjut Didik, perekonomian yang terus bergerak seyogianya
tak sekedar mengakomodasi peningkatan struktur makro perekonomian
nasional. Semestinya, laju perekonomian di level mikro menjadi fondasi
sehingga kokoh dalam struktur ekonomi.
"Dengan demikian, pertumbuhan ekonomi tak hanya bisa dinikmati oleh
kalangan menengah ke atas. Namun, secara faktual hatus mampu menjangkau
dan berpihak kepada struktur penguatan dan pertumbuhan ekonomi di level
mikro," ujar Didik.[Ant/L-9]
Komentar Untuk Artikel Ini
Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!
Kemnakertrans Diminta Pertanggungjawabkan Rp 1,18 Triliun Duit Amnesti TKI di Arab Saudi
Mari Membaca Berita BBM Versi Media Sosial
Tolak Kenaikkan BBM, Polisi Tahan Rektor Universitas HKBP Nommensen
Spider-Man Kembali ke Layar Lebar di 2016 dan 2018
Deplu AS Bilang RI Gagal Lindungi Minoritas
KPK Diminta Audit Pungli Oleh Kemnakertrans
Sidang Paripurna DPR Sahkan UU APBN-P 2013
Wartawan Jambi Aksi Damai Protes Aparat Keamanan
DPR Dukung Kenaikkan BBM, Dua Pos Polisi dan Restoran KFC Dibakar Massa
Dukung BBM Naik, Partai Koalisi Terancam Tenggelam di Pemilu 2014
