SP Logo
Selamat datang Tamu   |   
Jumat, 19 September 2014
Pencarian Arsip

Obama Larang Keras Senjata Serbu
Kamis, 17 Januari 2013 | 11:33

Dari kiri ke kanan : Hinna Zeejah (8), Taejah Goode (10), Julia Stokes (11), dan Grant Fritz (8), yang menulis surat kepada Presiden Barack Obama mengenai penembakan sekolah di Newtown, Connecticut. Mereka  hadir saat Obama menandatangani proposal untuk mengurangi kekerasan senjata,  di Gedung Putih, Washington, Rabu (16/1).[AP]
Dari kiri ke kanan : Hinna Zeejah (8), Taejah Goode (10), Julia Stokes (11), dan Grant Fritz (8), yang menulis surat kepada Presiden Barack Obama mengenai penembakan sekolah di Newtown, Connecticut. Mereka hadir saat Obama menandatangani proposal untuk mengurangi kekerasan senjata, di Gedung Putih, Washington, Rabu (16/1).[AP]

[WASHINGTON] Presiden Barack Obama mengumumkan larangan senjata serbu dan pemeriksaan latar belakang umum untuk setiap pembeli senjata sebagai bagian dari tindakan kontrol senjata dalam menanggapi pembantaian sekolah Newtown.

“Kita tidak bisa membiarkan ini lebih lama lagi. Saya akan menaruh semua harapan yang saya punya ke dalam larangan ini,” kata Obama.

Obama menandatangani 23 peraturan pemerintah,  dengan menggunakan kekuasaan presiden dalam upaya cepat untuk menyikapi kasus kekerasan senjata, termasuk pembunuhan 20 anak di Sekolah Dasar Sandy Hook bulan lalu dan penembakan massal baru-baru ini.

Obama menantang Kongres untuk melakukan reformasi tetap menjadi undang-undang, termasuk memperbarui dan memperkuat larangan senjata serbu. Aturan ini juga menutup celah yang memungkinkan 40 persen dari penjualan senjata berlangsung tanpa pemeriksaan latar belakang.

"Ini akan sulit. Akan ada pakar dan politisi dan pelobi publik dengan kepentingan tertentu yang akan mengecam habis-habisan tirani pada kebebasan,” kata Obama saat  meluncurkan langkah-langkah yang disusun oleh gugus tugas yang dipimpin oleh Wakil Presiden Joe Biden di sebuah acara Gedung Putih yang dihadiri oleh para korban kejahatan bersenjata, termasuk orangtua dari seorang gadis yang tewas di Newtown.

Obama memerintahkan kampanye nasional baru pada kepemilikan senjata aman dan bertanggung jawab, meninjau ulang standar lemari besi untuk pistol di rumah, dan pelatihan baru untuk sekolah tentang bagaimana menanggapi invasi oleh para penyerang bersenjata. Presiden meminta Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit untuk meneliti penyebab dan pencegahan kekerasan senjata. Dia juga mendesak Kongres untuk memperbaharui larangan senjata serbu yang berakhir pada tahun 2004.

Bersama perdebatan soal pengawasan senjata yang berjalan sengit, Asosiasi Senapan Nasional atau National Rifle Association mengeluarkan sebuah iklan yang hanya beberapa jam sebelum Obama mengeluarkan pernyataan. Iklan tersebut menunjuk Obama sebagai sosok yang munafik dengan membolehkan petugas agen rahasia (Secret Service) bersenjata melindungi putri-putrinya. Namun pihak Gedung Putih mengecam iklan tersebut sebagai hal "yang menjijikkan".

Beberapa tokoh Partai Republik juga menolak rencana Obama dan menuduhnya telah mencederai hak warga untuk memanggul senjata. “Senjata membutuhkan jari untuk menarik pelatuk. Ada kejahatan berkeliaran di dunia ... marilah kita semua kembali ke tempat ibadah kami dan berdoa untuk bantuan," kata Gubernur Texas Rick Perry dari partai Republik.

Menanggapi pengumuman mengenai langkah-langkah mengurangi kekerasan senjata yang dikeluarkan Obama, Juru Bicara Ketua Parlemen AS, John Boehner, mengatakan akan meninjau proposal tersebut.  “Komite Yuridiksi akan meninjau rekomendasi yang disampaikan Obama dan Senat akan memperhitungkan biayanya apakah sesuai dengan anggaran,” kata Boehner.

Tindakan eksekutif Obama, yang tidak perlu persetujuan Kongres, akan membutuhkan kesiapan instansi pemerintah untuk membuat informasi yang relevan. Instansi harus siap melakukan pemeriksaan latar belakang untuk mencegah "berbahaya" orang mendapatkan senjata. [AP/AFP/J-9/U-5]




Kirim Komentar Anda

Silahkan login untuk memberi komentar

Hanya teks dan link yang diperbolehkan.


Komentar Untuk Artikel Ini

Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!



Pemilu 2014

selengkapnya »»