SP Logo
Selamat datang Tamu   |   
Selasa, 2 September 2014
Pencarian Arsip

Nyoman Hanya Perantara
Jumat, 23 September 2011 | 15:55

I Nyoman Suisanaya (Foto: Antara) I Nyoman Suisanaya (Foto: Antara)

[JAKARTA] Tersangka kasus dugaan suap dana Percepatan Pembangunan Infrastruktur Daerah bidang Transmigrasi (PPIDT) tahun 2011, I Nyoman Suisanaya mengatakan bahwa dirinya hanyalah perantara terkait uang Rp 1,5 miliar yang diserahkan pengusaha PT Alam Jaya Papua, Dharnawati. Uang itu diduga untuk memperlancar turunnya dana PPIDT sebesar Rp 500 miliar.

"Sebenarnya kita (Nyoman dan Dadong) hanya memfasilitasi saja antara dua orang yang bertransaksi, yaitu Dharnawati dan Sindu Malik," kata Nyoman usai diperiksa penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jumat (23/9).

Menurut Nyoman, dirinya diperiksa tentang peranan anak buahnya, yaitu Dadong Irbarelawan dalam penerimaan uang Rp 1,5 miliar dari Dharnawati pada tanggal 25 Agustus lalu.

Lebih lanjut Nyoman membenarkan bahwa Ali Mudhori adalah satu kelompok dengan Sindu Malik. Keduanya berperan terkait uang Rp 1,5 miliar yang disita KPK saat penangkapan Nyoman, Dadong dan Dharnawati.

Sebelumnya, kuasa hukum Dharnawati, Rahmat Jaya mengatakan staf pribadi Menakertrans Muhaimin Iskandar hingga orang dekat Wakil Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR RI dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Tamsil Linrung diduga terlibat dalam kasus tersebut.

Menurut Rahmat, ada tiga nama yang diduga aktif berperan dalam proses permintaan dana kepada PT Alam Jaya Papua. Dimana, dua diantaranya staf Muhaimin, yaitu Ali Mudori dan Fauzi. Ali disebut sebagai staf khusus Menakertrans dan Fauzi menjabat staf ahli Menakertrans. Kemudian, Acoz yang diduga sebagai tangan kanan Tamsil. "Ali Mudori merupakan staf khusus 'Mentra 1'. Fauzi staf pribadi 'Mentra 1'. Acoz orang dekat Tamsil," ungkap Rahmat.

Selain itu, diduga ada keterlibatan Sindu Malik yang merupakan mantan pejabat pada Kementerian Keuangan (Kemenkeu). [N-8]




Kirim Komentar Anda

Silahkan login untuk memberi komentar

Hanya teks dan link yang diperbolehkan.


Komentar Untuk Artikel Ini

Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!



Pemilu 2014

selengkapnya »»