Nunun Tetap Tidak Tahu Siapa Penyandang Dana
Rabu, 1 Februari 2012 | 13:25
Nunun Nurbaeti [google] [JAKARTA] Tersangka
kasus suap cek pelawat, Nunun Nurbaetie tetap mengaku bahwa dia tidak
mengetahui siapa penyandang dana dari 480 cek pelawat senilai Rp 24 miliar yang
dibagikan kepada sejumlah anggota Komisi IX DPR RI periode 1999-2004. Di mana,
diduga kuat terkait dengan pemilihan Deputi Gubernur Senior (DGS) Bank
Indonesia (BI) tahun 2004 yang dimenangkan oleh Miranda Swaray Gultom.
"Saya tidak tahu (penyandang dana)," kata Nunun usai diperiksa kurang
lebih tiga jam di kantor KPK, Jakarta, Rabu (1/2).
Seperti diketahui, dalam sidang beberapa anggota dewan terungkap bahwa 480 cek
pelawat yang dibagikan kepada anggota Komisi IX DPR RI periode 1999-2004
berasal dari Nunun Nurbaetie melalui Arie Malangjudo. Di mana, diduga kuat
diberikan untuk memenangkan Miranda sebagai DGS BI tahun 2004.
Kemudian, KPK resmi menetapkan Miranda sebagai tersangka dalam kasus suap cek
pelawat pada tanggal 26 Februari 2012 pekan lalu.
Cek pelawat tersebut diketahui, dibeli oleh Bank Artha Graha untuk kliennya, PT
First Mujur Transplantation & Industry, perusahaan yang bergerak dibidang
argo industri, terutama kelapa sawit.
Ketika itu, PT First Mujur memerlukan cek pelawat untuk pembayaran uang muka
pembelian lahan kelapa sawit 5.000 hektare di Tapanuli Selatan, Sumatera Utara.
Di mana, tanah tersebut dibeli dengan berpatungan dengan seorang pengusaha
bernama Fery Yen.
Kemudian, diketahui bahwa Fery Yen yang mengurus pembelian tersebut dan dia
juga yang minta dibayar dengan cek pelawat sejumlah Rp 24 miliar yang nilainya
masing-masing Rp 50 juta per lembar.
Tetapi, untuk mengetahui sampai penyandang dana terputus ketika Fery Yen
meninggal dunia pada 7 Januari 2007. Sehingga, belum diketahui bagaimana 480
cek pelawat tersebut sampai kepada tersangka Nunun Nurbaetie. Kemudian, sampai
ditanhan anggota Komisi IX periode 1999-2004 dengan tujuan memilih Miranda
sebagai Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia tahun 2004. (N-8)
Komentar Untuk Artikel Ini
Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!
Pasti-Kerta Menang Tipis Pilgub Bali
Penghitungan KPU NTT, Frenly Masih Memimpin
Pimpinan KPK Sindir Sikap Kader PKS
KPK Dalami Aliran Dana ke Anis Matta
Obama Setujui Peraturan Pesawat Nirawak
Wanita-Wanita Cantik Merusak Citra PKS Sebagai Partai Agama
Fathanah Mulai Sebut Nama Presiden PKS Anis Matta
