NTT Inflasi Tertinggi Secara Nasional
Kamis, 5 Januari 2012 | 10:08
Ilustrasi provinsi NTT [google] [KUPANG]
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi di Provinsi Nusa Tenggara Timur
(NTT) selama tahun 2011 adalah yang tertinggi se-Indonesia dengan angka 4,68
persen.
Secara keseluruhan, inflasi NTT (Kota Kupang dan Kota Maumere)
yang dijadikan sebagai sample tercatat 1,95 persen, tertinggi dibanding
bulan-bulan sebelumnya selama 2011, kata Kepala BPS Provinsi NTT, Poltak
Siahaan kepada SP diruang kerjanya, Kamis (5/1).
"Secara tahun kalender (Januari-Desember 2011) inflasi NTT
sebesar 4,68 persen. Khusus Kota Kupang, inflasinya sebesar 2,19 persen atau
tertinggi di tingkat nasional. Sedangkan inflasi Maumere sebesar 0,73
persen," katanya.
Menurut dia, pihaknya tidak menyangka inflasi NTT selama
Januari-Desember 2011 setinggi ini yakni 4,68 persen, karena sebelumnya hanya
diperkirakan di bawah angka inflasi nasional yakni 3,0 persen.
Menurut Poltak Siahaan, angka inflasi Desember 2011 sebesar 1,95
persen itu dipicu oleh kenaikan indeks harga pada semua kelompok pengeluaran.
Kelompok pengeluaran transportasi, komunikasi, dan jasa keuangan
mengalami kenaikan tertinggi yakni sebesar 3,68 persen.
"Itu untuk kelompok pengeluaran tetapi untuk kelompok bahan
makanan juga memberikan andil besar yakni 0,9452 persen diikuti kelompok
transportasi, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 0,5837 persen," kata
Poltak Siahaan.
Poltak Siahaan mengatakan, tarif angkutan udara memberikan
sumbangan tertinggi terhadap inflasi Desember 2011 dengan andil sebesar 0,5851
persen.
Sementara komoditas yang memberikan andil inflasi lainnya antara
lain beras, sawi putih, daging ayam ras, ikan, daging babi, telur ayam ras,
sayur kangkung, pepaya,, dan tomat.
Untuk komoditi daun singkong, cabai rawit, bawang putih, buncis,
pisang, kacang panjang dan beberapa komoditas lainnya memberikan andil negatif
terhadap inflasi, katanya.
Poltak Siahaan menambahkan, dari 376 komoditas yang dipantau di
Nusa Tenggara Timur selama 2011, sebanyak 237 komoditas mengalami kenaikan
indeks/harga.
Sebanyak 77 komoditas tidak mengalami perubahan harga dan 62
komoditas lainnya mengalami penurunan harga.
Komoditas yang mengalami kenaikan tertinggi selama 2011 adalah
tarif angkutan udara, diikuti beras, sewa rumah, lengkuas, cabai rawit, tempe,
dan semen, demikian tambah Poltak Siahaan. (Yos/L-9)
Komentar Untuk Artikel Ini
Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!
Ada Oknum Komisi I DPR RI Yang Nikmati Uang Sukhoi Yang Jatuh di Gunung Salak
Kotak Hitam Pesawat Sukhoi Ditemukan dalam Kondisi Baik
Fahri: KPK Gagal Berantas Korupsi Sistemik
Invitasi Bolabasket Alumni SMA se-Jakarta
Biayanya Mahal, Jokowi Tak Akan Pasang Iklan
Pastikan Semua Jenazah Terevakuasi, Tim SAR Sapu Lokasi Jatuhnya Sukhoi
KPK Perpanjang Masa Tahanan Angie
Jokowi Terima Penghargaan TPID Terbaik
Kader Demokrat Masih Juga Menganggap Ani Yudhoyono Layak Jadi Capres
Ketua Umum PGI: Sosialisasikan 4 Pilar Bangsa ke Para Pemimpin Bangsa
