SP Logo
Selamat datang Tamu   |   
Selasa, 2 September 2014
Pencarian Arsip

Novi Amalia Minta Klarifikasi Soal Foto Vulgar Penangkapannya
Selasa, 16 Oktober 2012 | 19:46

Novi Amelia. [Google] Novi Amelia. [Google]

[JAKARTA] Sejumlah foto vulgar Novi Amalia (25), penabrak tujuh orang di Jalan Hayam Wuruk, Jakarta Barat, beredar di dunia maya. Dalam salah satu foto, nampak dua orang anggota polisi berada satu ruangan dengan perempuan yang berprofesi sebagai model majalah dewasa tersebut.

Menanggapi beredarnya foto tersebut, pengacara Novi, Chris Sam Siwu menyatakan pihaknya akan meminta klarifikasi kepada pihak kepolisian terkait penyebaran foto tersebut.

"Ini sekarang saya mau ke Polsek mau nanya soal itu," kata Chris yang ditemui usai menjenguk kliennya yang dirawat di Ruang Cendrawasih Rumah Sakit Bhayangkara Tingkat I Raden Said Sukanto, Kramat Jati, Jakarta Timur pada Selasa (16/10) sore.

Dikatakan, pihaknya harus memastikan terlebih dahulu foto-foto yang beredar merupakan foto asli Novi atau tidak. Pasalnya, foto-foto tersebut sudah diperlihatkan kepada Novi, namun perempuan berdarah Medan, Sumatera Utara itu menyatakan tidak menyadari ada orang yang mengambil foto-foto tersebut.

"Terkait dengan foto, sampai detik ini, dia (Novi) tidak sadar foto itu ada. Jadi kami belum tahu foto itu asli atau tidak," kata Chris.

Chris menyatakan jika terbukti foto tersebut diambil oleh pihak tertentu dan disebarluaskan, pemilik rumah atau ruangan harus bertanggung jawab. Apalagi, jika pelaku penyebaran foto merupakan aparat kepolisian yang mengamankan Novi.

"Jika terbukti benar, bisa dibayangkan bagaimana perlakuan terhadap korban. Pihak yang seharusnya mengamankan justru mengeksploitasi. Kalau itu dilakukan pihak kepolisian berarti mereka tidak punya prosedur yang baik," katanya.

Menurut Chris, benar atau tidaknya foto tersebut, penyebar sudah dapat dijerat pidana. Jika foto tersebut terbukti tidak asli, dapat dikategorikan sebagai tindak pindana pemalsuan. Sedangkan jika terbukti foto itu benar, penyebar dapat dijerat dengan Undang-undang Pornografi.

"Kalau itu dilakukan oknum itu dilaporkan akan kami bawa ke Komnas HAM dan Provost. Kalau soal pidana sudah jelas, karena ini juga menyangkut sisi kemanusiaannya yang dieksploitas," katanya.

Menurut Chris tidak ada seorang pun yang mau melakukan perbuatan itu, di depan orang lain.

Terkait dengan kondisi Novi, Chris mengatakan setelah menjalani ct scan yang dilakukan hari ini, oksigen Novi saat ini ditambah. Meski demikian, pihaknya tidak keberatan jika Novi keluar dari rumah sakit.

"Pemeriksaannya sudah selesai semua untuk narkoba dan laka nya. Kalau dibawa mungkin saja, tapi saya tidak melihat ada penyidik," katanya. [F-5]




Kirim Komentar Anda

Silahkan login untuk memberi komentar

Hanya teks dan link yang diperbolehkan.


Komentar Untuk Artikel Ini

Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!



Pemilu 2014

selengkapnya »»