SP Logo
Selamat datang Tamu   |   
Rabu, 22 Mei 2013
Pencarian Arsip

Netanyahu Tuduh Iran jadi Dalang Meledaknya Bus Turis di Bulgaria
Kamis, 19 Juli 2012 | 14:46

 Polisi terlihat di sebelah bus yang hancur setelah ledakan bom di bandara Bourgas, Rabu (18/7). [AFP] Polisi terlihat di sebelah bus yang hancur setelah ledakan bom di bandara Bourgas, Rabu (18/7). [AFP]

[BURGAS] Sebuah bus wisata membawa turis Israel meledak di luar bandara kota Burgas, Bulgaria, Rabu (18/7).  Ledakan yang dipicu oleh bola api itu telah menyebabkan tujuh orang meninggal dunia dan 30 orang lainnya terluka. Ketika itu, bus wisata Israel akan mengantar wisatawan yang datang dari Tel Aviv menuju resort tepi laut Bulgaria.  

Otoritas Bulgaria mulai menyelidiki kasus itu. Sementara Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu menyalahkan musuhnya, Iran, sebagai dalang dari ledakan tersebut. Ledakan itu diklaim sebagai serangan paling mematikan terhadap Israel di luar negeri, sejak 2004. 

 “Israel akan merespon dengan keras atas teror Iran. Dalam beberapa bulan kami melihat upaya Iran untuk menyakiti Israel di Thailand, India, Georgia, Kenya, Siprus, dan tempat-tempat lain,” ucap Netanyahu.   

Para saksi mata menggambarkan bagaimana penumpang panik melompat keluar dari jendela bus. Mayat-mayat berbaring di tanah. Sirene ambulans meraung dan asap hitam naik ke udara. 

 “Saya di bus dan kami baru saja duduk, dalam beberapa detik kami mendengar ledakan sangat keras. Seisi bus habis terbakar,” kata Gal Malka, wisatawan Israel.  

Serangan terjadi hanya beberapa hari setelah seorang tersangka anggota kelompok militan Hezbollah yang memiliki hubungan dekat dengan Iran, ditangkap di Cyprus. Dia dicurigai merencanakan untuk membunuh turis Israel di Cyprus. Berita itu telah menimbulkan ketakutan, wisatawan Israel di luar mungkin menjadi target serangan.   

Sementara Presiden Amerika Serikat (AS) Barack Obama mengecam serangan itu dengan menyebut sebagai sebuah “serangan teroris barbar,” tanpa menyebut Iran.

Dia juga menegaskan kembali komitmen Washington tak tergoyahkan bagi keamanan Israel.   “Pikiran saya dan doa-doa bersama dengan para keluarga korban yang terbunuh dan terluka, serta rakyat Israel, Bulgaria, dan negara lain yang warga negaranya dirugikan dalam peristiwa mengerikan ini,” kata Obama.   

Obama menelepon Netanyahu dan menyatakan belasungkawa. Kedua pemimpin negara itu sepakat Israel dan AS akan bekerja sama untuk menyelidiki serangan itu.  

Netanyahu mengatakan kepada Obama bahwa Iran dan Hezbollah telah melancarkan teror kampanye global. Dia juga menyebut Iran sebuah negara teror global dan harus menanggung konsekuensi atas itu.   Serangan itu juga mendatangkan kecaman dari Prancis dan Inggris, serta pemimpin Muslim Bulgaria. Menteri Luar Negeri Bulgaria telah mengatakan, via telepon, kepada rekannya Menteri Luar Negeri Israel, Avigdor Lieberman bahwa ledakan disebabkan bom dan menyebut jumlah korban tewas tujuh orang.   

Israel dan Bulgaria telah menikmati hubungan baik, sedangkan pantai Laut Hitam telah menjadi tempat berlibur populer bagi Israel. Hampir 140.000 warga Israel mengunjungi Bulgaria pada 2011. Pada Januari lalu, pihak berwenang Bulgaria telah menggagalkan upaya peledakan terhadap sebuah bus yang disewa untuk membawa wisatawan Israel.  [AFP/D-11]




Kirim Komentar Anda

Silahkan login untuk memberi komentar

Hanya teks dan link yang diperbolehkan.


Komentar Untuk Artikel Ini

Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!



AKTIVITAS & REKOMENDASI TEMAN