Netanyahu Tuduh Iran jadi Dalang Meledaknya Bus Turis di Bulgaria
Kamis, 19 Juli 2012 | 14:46
Polisi terlihat di sebelah bus yang hancur setelah ledakan bom di bandara Bourgas, Rabu (18/7). [AFP] [BURGAS] Sebuah bus wisata membawa turis Israel meledak di
luar bandara kota Burgas, Bulgaria, Rabu (18/7). Ledakan yang dipicu oleh bola api itu telah menyebabkan tujuh
orang meninggal dunia dan 30 orang lainnya terluka. Ketika itu, bus wisata
Israel akan mengantar wisatawan yang datang dari Tel Aviv menuju resort tepi
laut Bulgaria.
Otoritas Bulgaria mulai menyelidiki kasus itu. Sementara
Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu menyalahkan musuhnya, Iran, sebagai
dalang dari ledakan tersebut. Ledakan itu diklaim sebagai serangan paling
mematikan terhadap Israel di luar negeri, sejak 2004.
“Israel akan merespon dengan keras atas teror Iran. Dalam
beberapa bulan kami melihat upaya Iran untuk menyakiti Israel di Thailand,
India, Georgia, Kenya, Siprus, dan tempat-tempat lain,” ucap Netanyahu.
Para saksi mata menggambarkan bagaimana penumpang panik
melompat keluar dari jendela bus. Mayat-mayat berbaring di tanah. Sirene
ambulans meraung dan asap hitam naik ke udara.
“Saya di bus dan kami baru saja duduk, dalam beberapa detik
kami mendengar ledakan sangat keras. Seisi bus habis terbakar,” kata Gal Malka,
wisatawan Israel.
Serangan terjadi hanya beberapa hari setelah seorang
tersangka anggota kelompok militan Hezbollah yang memiliki hubungan dekat
dengan Iran, ditangkap di Cyprus. Dia dicurigai merencanakan untuk membunuh
turis Israel di Cyprus. Berita itu telah menimbulkan ketakutan, wisatawan
Israel di luar mungkin menjadi target serangan.
Sementara Presiden Amerika Serikat (AS) Barack Obama
mengecam serangan itu dengan menyebut sebagai sebuah “serangan teroris barbar,”
tanpa menyebut Iran.
Dia juga menegaskan kembali komitmen Washington tak
tergoyahkan bagi keamanan Israel.
“Pikiran saya dan doa-doa bersama dengan para keluarga
korban yang terbunuh dan terluka, serta rakyat Israel, Bulgaria, dan negara
lain yang warga negaranya dirugikan dalam peristiwa mengerikan ini,” kata
Obama.
Obama menelepon Netanyahu dan menyatakan belasungkawa. Kedua
pemimpin negara itu sepakat Israel dan AS akan bekerja sama untuk menyelidiki
serangan itu.
Netanyahu mengatakan kepada Obama bahwa Iran dan Hezbollah
telah melancarkan teror kampanye global. Dia juga menyebut Iran sebuah negara
teror global dan harus menanggung konsekuensi atas itu.
Serangan itu juga mendatangkan kecaman dari Prancis dan
Inggris, serta pemimpin Muslim Bulgaria. Menteri Luar Negeri Bulgaria telah
mengatakan, via telepon, kepada rekannya Menteri Luar Negeri Israel, Avigdor
Lieberman bahwa ledakan disebabkan bom dan menyebut jumlah korban tewas tujuh
orang.
Israel dan Bulgaria telah menikmati hubungan baik, sedangkan
pantai Laut Hitam telah menjadi tempat berlibur populer bagi Israel. Hampir
140.000 warga Israel mengunjungi Bulgaria pada 2011. Pada Januari lalu, pihak
berwenang Bulgaria telah menggagalkan upaya peledakan terhadap sebuah bus yang
disewa untuk membawa wisatawan Israel.
[AFP/D-11]
Komentar Untuk Artikel Ini
Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!
Wah...Ternyata 10% Pengguna Facebook Bukan Manusia?
Sekuel Star Trek Puncaki Box Office
Pengembang Ngotot Membangun di Hutan Kota Bandung
Satu Lagi Teman Wanita Fathanah Kembalikan Uang Ke KPK
Klewang Libatkan Keluarga Bentuk Kerajaan Geng Motor
Joe Taslim Raih Adegan Mahal di Fast and Furious 6
Orang Miskin Dipersulit Masuk PTN di Jawa
Berdharma Wisata Ke Tanah Lot, Siswa SMP Lumajang Nyolong Motor
Belum Ada Pengumuman Pemenang Pilgub, Dua Kandidat Diminta Jaga Kedamaian Bali
Pemprov DKI Jakarta Harus Beri Sanksi 16 RS Mundur Dari Program KJS
