Negarawan Lebih Banyak Lahir dari Parpol
Kamis, 24 Mei 2012 | 21:19
M Romahurmuziy [google] [JAKARTA] Sekjen Partai Persatuan Pembangunan (PPP) M
Romahurmuziy mengemukakan, negarawan bisa muncul dari manapun, bahkan
kebanyakan lahir dari partai politik (parpol).
Seluruh pendiri
bangsa (founding fathers) ini adalah
politisi, seperti Bung Karno, Sjahrir, Hatta, dan Yamin. Yang paling dekat
seperti (alm) Gus Dur. Dia negarawan tetapi juga pendiri partai.
"Yang
menjadi masalah sekarang adalah iklim berpolitik yang lebih diwarnai
pragmatisme di elit dan grass root.
Kondisi itu yang kemudian mengikis keberadaan negarawan handal. Lebih lagi,
hukum besi kapitalisme media juga lebih banyak memberi tempat pada politisi dan
parpol berkantong tebal yang mampu membayar iklan dan advertorial. Praktis,
negarawan makin memiliki ruang gerak yg sempit," kata Rommy di Jakarta,
Kamis (24/5).
Ia menanggapi
pernyataan sejumlah tokoh seperti pengamat CSIS Philipus Vermonte, pakar hukum
tata negara Refly Harun, dosen UGM Ari Dwipayana yang mengatakan parpol mengunci negawaran
non parpol memimpin negara ini.
Para tokoh itu
mengemukakan sejumlah produk legislatif (peraturan perundang-undangan) menjadi
penghalang bagi masuknya sosok negarawan memimpin bangsa ini.
Rommy yang juga
Ketua Komisi IV DPR ini menjelaskan sosok negarawan non partai bisa saja
memimpin negara ini. Caranya dengan memperlonggar syarat calon presiden
(capres).
Alasannya, capres independen tidak dimungkinkan karena konstitusi
tidak membolehkan hal tersebut.
"Atas
kesadaran UU pilpres No 42 Tahun 2008 yang membatasi munculnya capres
alternatif yang lebih mengedepankan negarawanlah maka PPP mengusulkan agar
syarat presidential threshold disamakan dgn parliamentary threshold. Ingat
bahwa, kenegarawanan SBY bisa muncul hari ini karena ada peluang mudahnya
syarat pencalonan presiden pada 2004," ujarnya. [R-14]
Komentar Untuk Artikel Ini
Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!
Pasti-Kerta Menang Tipis Pilgub Bali
Pilkada Gubernur NTT Putaran Kedua Dimulai
KPU Kabupaten Gelar Pleno Pilgub Bali
Pilgub NTT: Esthon-Paul Unggul Sementara
Terlibat Politik Uang, Istri Gubernur NTT Terancam Pidana
Hypermart Kedua di Kota Ambon Diresmikan
Obama Setujui Peraturan Pesawat Nirawak
Inilah 45 Perempuan Penerima Duit Fathanah
