SP Logo
Selamat datang Tamu   |   
Kamis, 28 Agustus 2014
Pencarian Arsip

Tidak Ditanya Penyidik KPK

Nazaruddin Tidak Mengerti Dakwaan JPU
Rabu, 30 November 2011 | 11:32

Pengacara kondang, Hotman Paris Hutapea (Foto: Wartakota) Pengacara kondang, Hotman Paris Hutapea (Foto: Wartakota)

[JAKARTA] Terdakwa kasus suap Pembangunan Wisma Atlet SEA Games, Muhammad Nazaruddin mengaku tidak mengerti dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU). Sebab, dia tidak pernah ditanyakan oleh penyidik KPK seputar kasus yang didakwakan kepadanya.

"Saya tidak mengerti sama sekali apa yang dibacakan Penuntut Umum (PU). Karena semenjak saya di tahan, saya tidak pernah ditanya oleh penyidik mengenai persoalan yang didakwakan ini," kata Nazaruddin di hadapan Majelis Hakim Pengadilan Tipikor, Jakarta, Rabu (30/11).

Bahkan, kuasa hukum Nazaruddin kompak mengatakan belum menerima berita acara keseluruhan yang memuat apa yang didakwakan oleh Penuntut Umum (PU).

Sebaliknya, salah satu kuasa hukum Nazaruddin, Hotman Paris Hutapea mengatakan bahwa kliennya tidak pernah ditanyakan menyangkut suap pembangunan Wisma Atlet.

"Artinya kami telah dilanggar haknya karena kami belum menerima Berita Acara Pemeriksaan (BAP) satupun. Sebab, tidak ada mengenai wisma atlet dalam BAP tersebut," kata Hotman Paris di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Rabu (30/11).

Situasi sempat menegang ketika kuasa hukum Nazaruddin terus menyatakan bahwa PU melakukan pelanggaran dengan tidak memberikan BAP secara keseluruhan. JPU juga dituduh menyalahi KUHAP karena tidak pernah mempertanyakan soal Wisma Atlet selama pemeriksaan di KPK.

Nazaruddin juga mengaku bahwa dirinya tidak pernah dimintakan mengenai akte PT Anak Negeri dan juga mengenai Grup Permai.

Namun, baik Nazaruddin secara pribadi maupun kuasa hukumnya dengan tegas mengatakan akan mengajukan keberatan atau tanggapan atas dakwaan PU (eksepsi) "Saya pasti akan ajukan eksepsi. Tetapi, apa yang akan ditanggapi jika apa yang didakwakan saya tidak mengerti," ungkap Nazaruddin.

Atas pernyataan kuasa hukum dan Nazaruddin tersebut, I Kadek Wiradana selaku PU menyatakan surat dakwaan di susun berdasarkan alat bukti dan tidak harus berdasarkan keterangan terdakwa.

Selain itu, Kadek mengatakan bahwa PU telah menyerahkan berkas perkara seluruhnya kepada terdakwa dan tidak hanya BAP.

Sementara itu, PU lainnya, Edi Hartoyo mengatakan bahwa berkas perkara telah diserahkan seluruhnya kepada terdakwa. Sebab, kuasa hukum Nazaruddin banyak sehingga, lebih aman jika diberikan kepada terdakwa langsung. [N-8]




Kirim Komentar Anda

Silahkan login untuk memberi komentar

Hanya teks dan link yang diperbolehkan.


Komentar Untuk Artikel Ini

Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!



Pemilu 2014

selengkapnya »»