Nazaruddin Mengeluh Banyak Aset Istrinya Disita KPK
Rabu, 28 Maret 2012 | 15:50
Neneng Sri Wahyuni [google] [JAKARTA] Terdakwa
kasus suap Wisma Atlet, Muhammad Nazaruddin mengatakan banyak aset dan rekening
milik istrinya, Neneng Sri Wahyuni yang turut disita dan diblokir oleh penyidik
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Hanya saja, Nazaruddin tidak menjelaskan lebih detil perihal aset dan rekening
tersebut. Menurutnya, hanya berupa rumah-rumah dan empat sampai lima rekening
di bank yang diakui tidak tahu berapa total nilainya.
Mantan Bendahara Umum (Bendum) DPP Partai Demokrat ini hanya mengatakan bahwa
rekeningnya senilai Rp 890 juta diblokir oleh KPK. Menurutnya, jumlahnya kecil
karena tidak pernah mengambil gaji selama menjadi anggota dewan.
"Rekening saya yang diblokir hanya Rp 890 juta. Itu di senayan karena
selama jadi anggota DPR saya tidak pernah ambil gaji," ujar Nazaruddin.
Seperti diketahui, Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari KPK menyebutkan Nazaruddin
menerima suap sebesar Rp 4,6 miliar dari Marketing Manager PT Duta Graha Indah
(DGI), M El Idris. Di mana, merupakan komitmen fee karena memenangkan PT DGI
sebagai pelaksana proyek pembangunan wisma atlet SEA Games 2011 yang dananya
sebesar Rp191 miliar.
Oleh karena itu, Jaksa menilai perbuatan terdakwa bertentangan dengan
kewenangan yang dimiliki terdakwa selaku anggota DPR.
Atas perbuatannya tersebut, Nazaruddin dijerat dengan dakwaa kesatu, Pasal 12
huruf b Undang-Undang (UU) Pemberantasan Korupsi, dakwaan kedua Pasal 5 ayat
(2) jo Pasal 5 ayat (1) huruf b UU Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. Dengan
ancaman pidana penjara maksimal 20 tahun dan denda hingga Rp 1 miliar. (N-8)
Komentar Untuk Artikel Ini
Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!
Kemnakertrans Diminta Pertanggungjawabkan Rp 1,18 Triliun Duit Amnesti TKI di Arab Saudi
Mari Membaca Berita BBM Versi Media Sosial
Tolak Kenaikkan BBM, Polisi Tahan Rektor Universitas HKBP Nommensen
Spider-Man Kembali ke Layar Lebar di 2016 dan 2018
Deplu AS Bilang RI Gagal Lindungi Minoritas
KPK Diminta Audit Pungli Oleh Kemnakertrans
Sidang Paripurna DPR Sahkan UU APBN-P 2013
Wartawan Jambi Aksi Damai Protes Aparat Keamanan
DPR Dukung Kenaikkan BBM, Dua Pos Polisi dan Restoran KFC Dibakar Massa
Dukung BBM Naik, Partai Koalisi Terancam Tenggelam di Pemilu 2014
