SP Logo
Selamat datang Tamu   |   
Selasa, 2 September 2014
Pencarian Arsip

Muhaimin Lepas 496 Transmigran ke Kalimantan dan Sulawesi
Senin, 3 Juni 2013 | 11:33

Muhaimin Iskandar. [Antara] Muhaimin Iskandar. [Antara]

[SURABAYA] Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Muhaimin Iskandar, memberangkatkan 160 kepala keluarga atau 496 jiwa orang transmigran ke Kalimantan Utara  dan Sulawesi Tengah dari Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, Jawa Timur (Jatim), Senin (3/6).

Turut hadir dalam acara pelepasan ini adalah Direktur Jenderal Pembinaan Pembangunan Kawasan Transmigrasi, Jamaluddien Malik.

Muhaimin mengatakan, jumlah transmigran baru yang dikirim ke lokasi transmigrasi selalu kecil yakni dibawah 100 KK karena pemerintah berkeputusan anggaran transmigrasi lebih banyak dimanfaatkan untuk pembangunan infratruktur transmigrasi. Selain itu, untuk melatih dan mendidik calon transmigran. "Kita punya prinsip, transmigran yang dikirim harus benar-benar punya keahlian agar tidak hidup melarat di lokasi transmigrasi," kata Muhaimin.

Para transmigran yang diberangkat dengan menggunakan Kapal Umsini milik PT PELNI  itu berasal dari Provinsi Jawa Tengah dan Jawa Timur akan ditempatkan di lokasi Tanjung Buka Satuan Permukiman (SP) 5 Kabupaten Bulungan, Kalimantan Utara sebanyak 100 KK, lokasi Simanggaris SP 5 Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara sebanyak 50 KK, dan lokasi Watutau, Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah sebanyak 10 KK.

Muhaimin dalam sambutannya mengatakan, bertransmigrasi merupakan pilihan dan keputusan besar serta dilematis. Namun, kata dia, dorongan semangat sepantasnya perlu selalu pemerintah berikan bagi para transmigran yang telah memutuskan untuk pindah permanen melalui program transmigrasi.


Muhaimin mengingatkan, keberhasilan para transmigran di kawasan transmigrasi sangat tergantung pada sifat, sikap dan usaha mereka sendiri. Disiplin, jujur, tanggungjawab dan kerja keras merupakan sifat dan sikap dasar yang dimiliki setiap transmigran. Sebab, kondisi di lokasi transmigrasi tidaklah ringan dalam mengolah lahan yang masih baru dengan dukungan fasilitas yang masih terbatas.

Ia mengatakan, acara pelepasan transmigran sangat penting sebagai momentum untuk menngelorakan kembali peranan transmigrasi dalam menciptakan peluang bagi peningkatan martabat dan harkat kehidupan masyarakat transmigran dan penduduk di kawasan transmigrasi. Acara ini juga diharapkan dapat menggugah dan memberikan semangat kepada para transmigrasi yang telah siap berangkat ke daerah tujuan transmigrasi.

Sementara Jamaluddien mengatakan, pihaknya menyampaikan penghargaan yang setinggi-tingginua kepada para transmigran yang telah bulat tekad berangkat ke kawasan transmigrasi. Namun, tidak hanya cukup niat dan tekat saja, tidak sekedar pindah tapi harus dilandasri juga dengan cita-cita meningkatkan kesejahteraan dan kehidupan yang lebih baik. "Keputusan para transmigran dan keluarganya mengikuti program transmigrasi adalah tepat, sebagai upaya mengubah hidup lebih sejahtera serta menyongsong masa depan lebih baik di kawasan transmigrasi," kata dia.

Untuk itu, sesampai di lokasi transmigrasi para transmigran agar secepatnya menyesuaikan diri dengan lingkungan sekitar, baik dengan sesama warga transmigran atau pun dengan penduduk setempat. "Membuang sifat egois, tidak menonjolkan kepentingan kelompok demu menjaga kerukunan dan agar tercipta keharmonisan dalam kehidupan bermasyarakat," kata dia.

Ia mengatakan, penempatan transmigran ke lokasi Tanjung Buka di di Kabupaten Bulungan sebagai implementasi kerjasama Pemerintah Provinsi Jawa Timur dengan pemerintah kabupaten Bulungan. Penempatan di lokasi ini juga dalam rangka mendukung program Food Estate Kawasan Delta Kayan yang dikembangkan pemerintah Kabupaten Bulungan melalui dukungan beberapa kementerian terutama Kemnakertrans, BUMN dan pihak swasta, mencakup luasan areal kurang lebih 50.000 ha yang tersebar di empat wilayah kecamatan.

Sebanyak 27 KK dari lima Kabupaten di Jawa Timur yang akan diberangkatkan ke lokasi Tanjung Buka telah mengikuti pelatihan berkualitas selama 28 haru di Balai Besar Latihan Ketransmigrasian (BBLK) Yogyakarta. Peserta pelatihan tersebut ada empat orang berpendidikan S1 dan tiga orang setingkat diploma serta selebihnya SLTA. Mereka selanjutnya diarahkan menjadi motivator bagi warga transmigran lainnya dan bagi penduduk setempat. [E-8]





Kirim Komentar Anda

Silahkan login untuk memberi komentar

Hanya teks dan link yang diperbolehkan.


Komentar Untuk Artikel Ini

Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!



Pemilu 2014

selengkapnya »»