SP Logo
Selamat datang Tamu   |   
Sabtu, 25 Mei 2013
Pencarian Arsip

Jelang Inter Milan vs Schalke 04

Meski Underdog, Schalke 04 Tetap Optimis
Selasa, 5 April 2011 | 11:39

Para pemain Schalke 04 sedang mendengar arahan pelatih Ralf Rangnick (tengah) sebelum laga pertama perempat final Liga Champions di San Siro Selasa (5/4) malam. (Foto: AFP/Giuseppe Cacace) Para pemain Schalke 04 sedang mendengar arahan pelatih Ralf Rangnick (tengah) sebelum laga pertama perempat final Liga Champions di San Siro Selasa (5/4) malam. (Foto: AFP/Giuseppe Cacace)

[MILAN] Klub Jerman Shcalke 04 mengaku sebagai tim underdog saat bertandang ke San Siro melawan Inter Milan pada laga pertama babak perempat final Liga Champions, Selasa (5/4) malam atau Rabu (6/4) dini hari.

Maklum, bagi Schalke 04 ini adalah perempat final kedua dan belum pernah merasakan nikmatnya menjuarai Liga Champions. Sementara Inter sudah menjuarai Liga Champions sebanyak tiga kali. Mereka adalah juara bertahan kompetisi paling bergengsi di Eropa itu. Tahun lalu, saat masih diasuh Jose Mourinho, mereka mengalahkan klub Jerman Bayern Munich di final.

Di liga domestik, Schalke 04 berkutat di posisi 11 klasmen Bundesliga dan hampir pasti tidak bisa menembus zona Eropa musim depan. Sementara Inter Milan masih bersaing merebut scudetto, meski kalah telak 0-3 pada Derby della Madonnina pada akhir pekan lalu. Akibat kekalahan itu, Inter terlempar dari posisi kedua ke posisi ketiga klasmen sementara Liga Serie A.

“Mereka memenangkan Liga Champions musim lalu. Itu saja sudah menunjukkan bahwa Inter adalah favorit tetapi kami ingin bermain baik dan meraih hasil baik,” kata kiper yang juga berperan sebagai kapten tim, Manuel Neuer.

“Samuel Eto’o adalah seorang pemain hebat tetapi tidak ada yang perlu takut dengan Inter. Mereka adalah sebuah tim yang bagus dalam menyerang tetapi pertahanan kami juga sangat baik,” imbuh kiper nomor satu tim nasional Jerman itu.

Neuer mengatakan, timnya bisa memetik pelajaran dari final Piala UEFA 1997. Ketika itu, timnya mengalahkan Inter Milan dalam adu tendangan penalti.

Tetapi dia juga mengingatkan kawan-kawannya akan semangat pantang menyerah yang dimiliki Inter. Hal itu terlihat ketika mereka kalah agregat 1-3 dari Beyern Munich pada babak pertama laga kedua babak 16 Liga Champions. Tetapi pada babak, mereka berhasil mencetak dua gol untuk menyamakan kedudukan agregat 3-3 dan lolos ke perempat final karena berhasil mencetak gol lebih banyak di kandang lawan.

“Saat bertanding di Munich, pada babak pertama tampaknya mereka sudah terdepak, tetapi mereka berhasil mengatur dan kembali ke bentuk permainan mereka serta mengontrol permainan. Mereka pun menuai hasil yang mereka butuhkan untuk melangkah lebih jauh. Karena itu kita harus bermain baik dan hati-hati,” ucap pemain muda tersebut.

Dia menambahkan, “Ada kenangan indah pada 1997 dan kami berharap bisa mengulanginya dan bermain baik sehingga kami pulang ke kandang dengan peluang yang bagus.”

Sementara bek Benedikt Hoewedes mengaku sudah melihat dan menganalisis video derbi Inter Milan versus AC Milan akhir pekan lalu yang berakhir 3-0 untuk kemenangan AC Milan.  “Kami belajar banyak hal saat kami melihat permainan Inter seperti kekhasan mereka yang kental dengan sepakbola Italia, sangat defensif tetapi memiliki pemain-pemain sangat berbahaya,” ucapnya. “Kami harus kompak dan jangan memberi ruang sedikit pun kepada mereka,” imbuhnya.

Pelatih Schalke 04 Ralf Rangnick bahkan datang ke Milan menyaksikan derbi Milan pada Sabtu lalu untuk mempelajari permainan Inter. “Tentu saja kekalahan dari Milan sangat melukai para pemain dan kita bisa lihat atmosfer di stadion. Mereka sangat sedih. Tetapi Inter memiliki kualitas yang luar biasa,” ujarnya.

Dia menambahkan, “Tidak penting melihat mereka, kami harus konsentrasi dengan tim kami sendiri. Hal itu sulit tetapi kami harus bekerja keras untuk mendapat hasil positif.”

Inter boleh saja memiliki banyak pengalaman dan kualitas tetapi Schalke 04 masih memiliki penyerang asal Spanyol, Raul Gonzalez yang menjadi pencetak gol terbanyak sepanjang masa Liga Champions dan sudah berpengalaman bermain dan menjuarai Liga Champions. “Dia sangat penting bagi kami. Dia memainkan peranan penting bagi kami dan dia menjalankan tanggung jawabnya dengan baik,” ujar Rangnick.

Dia menambahkan, “Anda tidak bisa hanya melihat individu per individu. Kalau membandingkan antar pemain, Inter tentu lebih baik. Karena itu satu-satunya cara untuk memenangkan pertandingan adalah bermain sebagai tim.” [AFP/A-21]




Kirim Komentar Anda

Silahkan login untuk memberi komentar

Hanya teks dan link yang diperbolehkan.


Komentar Untuk Artikel Ini

Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!



AKTIVITAS & REKOMENDASI TEMAN