SP Logo
Selamat datang Tamu   |   
Jumat, 25 April 2014
Pencarian Arsip

Duel Indonesia Vs Qatar

Meski Berat, Peluang Masih Terbuka
Selasa, 11 Oktober 2011 | 11:01

Timnas berlatih [google] Timnas berlatih [google]

[BANYUWANGI] Setelah menelan dua kekalahan beruntun dalam laga kualifikasi Pra Piala Dunia (PPD) 2014 melawan Iran dan Bahrain, Tim Nasional (Timnas) Indonesia akan kembali berjuang untuk membuka peluang lolos ke babak selanjutnya menghadapi Qatar di Jakarta pada Selasa (11/10).

Meskipun berat, skuad "Garuda" dinilai masih memiliki peluang untuk meraih poin penuh, mengingat bermain di kandang dan memiliki modal cukup bagus ketika berujicoba melawan Arab Saudi, Jumat (7/10) lalu.

Hal itu terangkum dari pendapat mantan Pelatih Timnas Indonesia, Benny Dolo, Pelatih Persipura, Jacksen F. Tiago dan Pengamat Sepakbola, Tommy Welly, baru-baru ini.

Menurut Benny, peluang untuk meraih poin tiga masih tetap terbuka bagi anak asuh Wim Rijsbergen ini. Hal itu dilihat dari hasil uji coba melawan Arab, dimana para pemain terlihat mampu sedikit mengimbangi permainan tim asal Timur Tengah itu. Namun, mantan arsitek Mitra Kukar ini juga melihat, posisi timnas saat ini sedang berada dalam kondisi yang dilematis.

Menurutnya, dengan posisi juru kunci saat ini, hanya kemenangan yang dapat membuka peluang Ahmad Bustomi dan kawan-kawan untuk lolos ke fase selanjutnya. Akan tetapi, jika terlalu memaksakan hasil tersebut, yakni dengan bermain terbuka, hal ini dinilai akan mengancam sektor pertahanan tim. 

”Mereka (tim pelatih) harus benar-benar menganalisa dan mengevaluasi hal itu. Mudah-mudahan mereka sudah mengantongi kekuatan dan kelemahan Qatar,” katanya.

Hal yang sama dikatakan Jacksen Tiago. Menurut dia, hasil uji coba melawan Arab Saudi  sebenarnya tidak dapat dijadikan patokan ketika menghadapi Qatar nanti. Hal itu karena tekanan yang akan dirasakan para pemain akan lebih berat, dan kualitas Qatar saat ini yang dinilai lebih bagus dari Arab Saudi.

”Selain masalah taktik, Wim (Rijsbergen) juga harus memperhatikan masalah kepercayaan diri para pemain. Karena biar bagaimana pun, mental mereka akan berpengaruh pasca dua kekalahan lawan Iran dan Bahrain lalu,” ujarnya.

Dia mengatakan, Rijsbergen harus jeli melihat situasi permainan dan dapat menerapkan skema bermain yang tepat. Meskipun mengejar kemenangan, kata dia, tim "Merah Putih" harus dapat menyerang dan bertahan secara baik, karena keseimbangan dalam bermain dan efektivitas sangat dibutuhkan dalam laga sepenting nanti.

Senada dengan Jacksen, Tommy melihat, Rijsbergen tidak boleh terlalu memforsir penyerangan guna mendapatkan poin penuh. Menurutnya, kehilangan striker Persipura, Boaz Solossa akan cukup berpengaruh bagi skema penyerangan timnas. “Di luar masalah indisiplinernya, Boaz harus diakui pemain yang memiliki kemampuan individu sangat bagus dan dapat membuat perbedaan terhadap skema permainan tim,” tuturnya.

Hal lain yang menjadi rintangan timnas, kata dia, adalah kualitas Qatar yang semakin meningkat dalam beberapa tahun ini. Bahkan, saat ini mereka berada di atas Arab Saudi, dimana Pada Piala Asia 2011 lalu, Qatar lolos hingga babak perempat final, sedangkan Arab tidak lolos babak grup. [Ant/HPS/M-17]




Kirim Komentar Anda

Silahkan login untuk memberi komentar

Hanya teks dan link yang diperbolehkan.


Komentar Untuk Artikel Ini

Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!



Pemilu 2014

selengkapnya »»

AKTIVITAS & REKOMENDASI TEMAN