Turnamen Al Nakba
Mental Pemain Timnas Lemah, Langsung Drop Setelah Penalti Lawan
Rabu, 23 Mei 2012 | 10:10
Ramadhan Pohan. [Antara] [JAKARTA]
Manajer Timnas Indonesia, Ramadhan Pohan mengaku jika pinalti lawan sangat
mempengaruhi mental pemain timnas sehingga harus menyerah dari tuan rumah
Palestina, 1-2 pada semifinal Al Nakba International Tournament di Palestina,
Rabu.
Dengan kekalahan ini maka langkah Timnas Merah Putih di Al Nakba International
Tournament harus terhenti. Selanjutnya di partai puncak tuan rumah Palestina
akan berhadapan dengan Tunisia, Kamis (24/5).
"Kawan-kawan telah bermain dengan bagus. Sayang sekali permainan indah
Irfan Bachdim dan kawan-kawan dirusak oleh pinalti," kata Ramadhan Pohan
melalui pesan layanan singkat.
Timnas Garuda pada pertandingan semifinal ini sempat unggul terlebih dahulu
lewat kaki Irfan Bachdim pada menit 12. Hanya saja keunggulan timnas langsung
dibalas dengan tendangan pinalti pemain Palestina, Abu Habib pada menit 38 dan
mengubah kedudukan menjadi 1-1.
Mampu menyamakan kedudukan membuat semangat pemain Palestina meningkat.
Terbukti serangan demi serangan ke arah gawang Endra Prasetya terus dilakukan.
Kondisi ini berbeda dengan permainan timnas Indonesia yang kurang berkembang.
Ternyata, penurunan tempo permainan anak asuh Nil Maizar ini dimanfaatkan
dengan baik oleh Palestina. Akhirnya pada menit 66, Roberto Kettlun mampu
menggandakan kedudukan dan membawa Palestina melangkah ke babak final.
Ramadhan mengaku selain karena pinalti, kekalahan timnas atas tuan rumah juga
disebabkan kondisi pemain yang kurang maksimal. Selain itu minimnya jumlah
pemain juga berpengaruh pada performa tim selama pertandingan berlangsung.
"Kita terhenti secara terhormat. Dengan 15 pemain yang tersisa kita bisa
bermain dengan maksimal," kata politisi dari Partai Demokrat itu.
Di pertandingan semifinal ini, Timnas Garuda tidak bisa menurunkan tiga pemain
yang selama ini menjadi andalan yaitu Titus Bonai, Jajang Pangliama serta
penjaga gawang Wahyu Tri Nugroho yang semuanya mengalami cedera.
Selain itu upaya untuk mendatangkan tenaga baru yaitu Oktovianus Maniani dan
Yosua Pahabol juga tidak tercapai karena keduanya tertahan di Yordania karena
belum mendapatkan visa dari Israel.
"Kami ucapkan terima kasih pada publik sepak bola Tanah Air atas
dukungannya. Kami minta maaf karena terhenti di semifinal. Yang jelas pemain
muda dan debutan ini telah berupaya semaksimal mungkin untuk memberikan hasil
terbaik," kata Ramandhan menambahkan.
Setelah menyelesaikan pertandingan ini Samsul Arif dan kawan-kawan sudah
ditunggu oleh tim elite asal Italia yaitu Inter Milan. Rencananya pertandingan
kedua tim ini digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno Jakarta, Sabtu (26/5)
nanti. [Ant/L-9]
Komentar Untuk Artikel Ini
Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!
Pengembang Ngotot Membangun di Hutan Kota Bandung
Belum Ada Pengumuman Pemenang Pilgub, Dua Kandidat Diminta Jaga Kedamaian Bali
Jokowi: Tak Ada Masalah Warga Pluit Pindah
Ini Dia Kostum Baru Barcelona untuk Musim Depan
SBY Kagum Nonton Film Kolosal ”Sang Kyai”
Panglima TNI Isyaratkan Pengganti Dirinya KSAD Baru
Hatta Rajasa Terima “Reformasi Award” Dari Prodem
Jokowi Makan Bersama Warga Pluit Sambil Bahas Waduk
Di Mata Golkar, Menkeu Chatib Basri Itu Neolib
Aiptu LS Sudah Lama Mau Mundur dari Polisi, Tapi Tak Disetujui Atasan
