Sukses Menerapkan Reformasi Birokrasi
Menpan: Denpasar Layak Dicontoh Daerah Lain
Jumat, 12 Oktober 2012 | 20:51
Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara (Menpan) dan Reformasi Birokrasi Azwar Abubakar saat berdialog dengan Walikota Denpasar IB Rai Dharma Wijaya Mantra terkait Reformasi Birokrasi di Kota Denpasar, Jumat (12/10). [SP/Nyoman Mardika] [DENPASAR] Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara
(Menpan) dan Reformasi Birokrasi (RB), Azwar
Abubakar mengatakan, keberhasilan Pemerintah Kota (Pemkot) Denpasar dalam
menerapkan reformasi birokrasi layak dicontoh daerah lain di Indonesia.
Hal itu dikatakan Abubakar saat berbicara pada
seminar “Publikasi Hasil Penelitian Praktik Implementasi Reformasi Birokrasi
dalam Pencegahan Korupsi” di Kota
Denpasar, Jumat (12/10).
Abubakar menjelaskan, apa yang telah dilakukan oleh
Pemkot Denpasar, terutama dalam mereformasi birokrasi hendaknya dapat menjadi
inspirasi bagi daerah lain.
“Pelayanan publik di Kota Denpasar sudah cukup
bagus, dan ini harus terus terus-menerus dilakukan dengan melakukan inovasi dan
kreatifitas, sehingga masyarakat akan semakin puas,” katanya.
Disamping dari Menpan dan RB, kesuksesan Pemerintah Kota Denpasar
dalam menekan korupsi juga mendapat
apresiasi dari United Nations Office on Drugs and Crime (UNODC), dengan menjadikan Pemerintah Kota Denpasar
sebagai daerah percontohan bagi pemerintah pusat dan pemerintah daerah
lainya.
UNODC yang bekerja sama dengan Indonesian Corruption
Watch (ICW) dan Transparency International Indonesia (TII) melakukan penelitian
tentang praktik-praktik terbaik implementasi reformasi birokrasi dalam
pencegahan korupsi di Kota Denpasar.
Menpan juga mengatakan bahwa Pemkot Denpasar telah
melakukan kerja sama dengan MenPAN, KPK, dan BPKP untuk melakukan peningkatan
pelayanan publik, serta terbuka dengan arus reformasi, sehingga dapat
mewujudkan good governance.
Sementara itu, Koordinator Program UNODC, Monica
Tanuhandaru mengatakan, sebelumnya pihaknya telah melakukan kajian mendalam
mengenai reformasi birokrasi di dua pemerintahan daerah yakni Pemerintah Kota Denpasar dan
Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan.
Penelitian menitikberatkan efektivitas program
birokrasi reformasi dalam mengurangi praktik korupsi yang mengedepankan
transparansi administrasi.
Hasil penelitian di Kota Denpasar memberikan
pembelajaran dan contoh yang dapat diikuti oleh pemerintah pusat maupun daerah,
sehingga reformasi birokrasi dan kontribusinya untuk dapat meningkatkan
pelayanan publik yang transparan dan akuntabel.
Hal ini diharapkan dapat mengurangi praktik-praktik
korupsi di birokrasi dan dapat turut mendorong pembangunan daerah yang
berkeadilan dan menyejahterakan rakyat.
Sebaliknya Apung Widadi dari ICW mengatakan, secara
umum Kota Denpasar sudah mengimplementasikan upaya reformaasi birokrasi dan good governnance secara baik.
Pada
pelayanan umum dan pajak menunjukan kerja pelayanan terhadap ijin usaha dan
peningkatan pendapatan pajak cukup bagus dengan parameter transparan dan
berintegritas.
Hal ini menunjukan keselarasan dengan hasil survei
TII yang menempatkan Kota Denpasar sebagai yang terbaik diantara 50 kota lain
di Indonesia. “Pemerintah Kota Denpasar memiliki Blueprint Reformasi Birokrasi
dan telah diimplementasikan dengan baik pada pelayanan umum,” ujar Apung
Widadi. [137]
Komentar Untuk Artikel Ini
Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!
Pengembang Ngotot Membangun di Hutan Kota Bandung
Belum Ada Pengumuman Pemenang Pilgub, Dua Kandidat Diminta Jaga Kedamaian Bali
Jokowi: Tak Ada Masalah Warga Pluit Pindah
Ini Dia Kostum Baru Barcelona untuk Musim Depan
SBY Kagum Nonton Film Kolosal ”Sang Kyai”
Panglima TNI Isyaratkan Pengganti Dirinya KSAD Baru
Hatta Rajasa Terima “Reformasi Award” Dari Prodem
Jokowi Makan Bersama Warga Pluit Sambil Bahas Waduk
Di Mata Golkar, Menkeu Chatib Basri Itu Neolib
Aiptu LS Sudah Lama Mau Mundur dari Polisi, Tapi Tak Disetujui Atasan
