SP Logo
Selamat datang Tamu   |   
Rabu, 30 Juli 2014
Pencarian Arsip

Jelang Beatifikasi Yohanes Pualus II

Mengenal Santo Yohanes Paulus II
Senin, 25 April 2011 | 11:10

Paus Yohanes Paulus II Paus Yohanes Paulus II

[VATICAN CITY] Paus Yohanes Paulus II akan dibeatifikasi menjadi orang kudus pada Minggu (1/5) mendatang. Selama menjadi Paus, dia adalah pemimpin agama yang menumbangkan komunisme di Eropa Timur. Meskipun pada saat bersamaan, pandangan sosial konservatifnya membuat banyak orang Katolik teralienasi.

Yohanes Paulus II yang bernama asli Karol Wojtyla adalah Paus non Italia pertama dalam lebih dari 400 tahun dan menjadi Paus pertama dari Eropa Timur. Dia begitu dekat dengan umatnya di berbagai negara. Selama menjadi Paus, dia sudah mengunjungi 129 negara. Dalam kunjungan-kunjungan itu dia mewartakan perdamaian, mengecam pelanggaran hak asasi manusia dan dekadensi dunia moderen.

Pada Minggu (1/5/2011) dia akan dihormati pada sebuah perayan ekaristi beatifikasi untuk menetapkannya sebagai orang kudus (santo) di Basilika Santo Petrus.

Selama menjadi Paus, Salah satu karya menumentalnya adalah usahanya untuk membersihkan Geraja Katolik dengan meminta maaf dan mengakui kesalahan yang sudah berlangsung selama 2.000 tahun yang menyulut perang salib dan terkait kasus Holocaust.

Paus Yohanes Paulus II lahir di sebuah kota kecil di dekat Krakow, Polandia Selatan pada 18 Mei 1920. Ibunya meninggal ketika dia berumur delapan tahun. Dia dibesarkan oleh ayahnya. Ayahnya itu juga mengajarkan dia Bahasa Jerman dan sepakbola.

Karol Wojtyla belajar di Universitas Jagiellonian Krakow. Di sana dia tertarik luar biasa pada teater dan menulis sejumlah naskah drama. Lolek, sapaan masa kecilnya, tidak pernah menjadi anggota Pertahanan Polandia tetapi dia mengalami perang hingga dia menjadi seorang pastor. Dia termasuk korban yang dikejar-jejar Nazi Jerman.

Setelah ditahbiskan menjadi imam dan masuk dalam hirarki gereja, dia ditugaskan sebagai seorang pastor, kemudian ditahbiskan sebagai seorang uskup, terpilih sebagai kardinal, hingga akhirnya terpilih sebagai Paus.

Ketika terpilih sebagai Paus pada 1978, Yohanes Paulus II baru berumur 58 tahun. Keterpilihannya pada saat itu sama sekali tidak terduga karena dia “orang luar” Tahta Suci Vatikan.

Kunjungan ke luar negeri pertamanya adalah mengunjungi tanah airnya sendiri, Polandia. Setiap kali kunjungan ke luar negeri, begitu turun dari pesawat dia berlutut dan mencium tanah negara yang dikunjunginya itu. Tak terkecuali Polandia.

Meski diperingatkan Rusia, penguasa Komunis Polandia tidak bisa menghentikan kenjungan Paus Yohanes Paulus II pada 1979 itu. Di hadapan jutaan orang Polandia, dia berbicara keras tentang hak-hak asasi manusia.

Pasca pidato Paus itu, gerakan anti komunis “bergerilia” dan kemudian melahirkan Solidaritas hingga runtuhnya komunisme di negara itu. Keruntuhan komunis di Polandia itu kemudian diikuti oleh jatuhnya komunisme di Eropa Timur dan Eropa Tengah.

Dari sekian banyak ajaran Paus Yohanes Paulus II yang paling terkenal adalah kekukuhannya pada ajaran tentang nilai-nilai keluarga, homoseksualitas, kontrol kelahiran, euthanasia dan aborsi. Ajaran-ajarannya ini membuat banyak orang Katolik teralienasi.

Kaum reformis, anak-anak muda dan kelompok-kelompok pejuang pencegahan penyebaran aids di dunia ketiga kecewa dengan penolakannya menggunaan alat-alat kontrasepsi.

Nyaris Terbunuh
Pada 1981, Paus Agung ini nyaris tewas akibat upaya pembunuhan oleh ekstrimis sayap kanan Turki, Mehmet Ali Agca yang menembaknya dari jarak dekat di Lapangan Santo Petrus. Satu peluru bersarang di perutnya dan satu lagi nyaris menghentikan jantungnya. Dia kemudian memaafkan Mehmet Ali Agca.

Motif penembakan itu tidak jelas. Teori konspirasi menyebutkan sejumlah spekulasi termasuk bahwa agen Bulgaria diminta KGB (agen rahasia Rusia) dan kelompok Islam radikal berupaya membunuh pemimpin Kristen yang paling berpengaruh.

Yohanes Paulus II sendiri mengatakan bahwa Santa Perawan Maria sudah menyelamatkan kehidupannya dan salah satu peluru dimasukan ke dalam mahota Santa Perawan Maria di Fatima, Portugal.

Dia menemui kepala-kepala negara dan pemerintah yang cukup berpengaruh di dunia ini. Pada masa pemerintahannya, Amerika Serikat, Unisoviet yang kemudian berubah menjadi Rusia, negara-negara bekas Uni Soviet, Meksiko, Israel, Yordania dan Organisasi Pembabasan Palestina membangun hubungan diplomatic dengan Vatikan.

Yohanes Paulus II adalah Paus pertama yang berdoa di Sinagoga di Roma. Dia adalah Paus pertama yang memasuki sebuah masjid di negara Islam di Damascus, Syria dan memimpin sebuah pertemuan para pemimpin agama-agama besar di dunia yang pertama pada 1986.

Pada 1990-an, Paus Yohanes Paulus II menderita berbagai macam penyakit. Dia pernah menjalani tumor, dan pernah mengalami patah tulang. Dia juga terserang penyakit Parkinson. Dia wafat pada 2 April 2005 dalam usia 84 tahun. [AFP/A-21]




Kirim Komentar Anda

Silahkan login untuk memberi komentar

Hanya teks dan link yang diperbolehkan.


Komentar Untuk Artikel Ini

Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!



Pemilu 2014

selengkapnya »»