SP Logo
Selamat datang Tamu   |   
Senin, 21 April 2014
Pencarian Arsip

Mendiknas: Tidak Ada UN Ulang di SDN Gadel II
Rabu, 15 Juni 2011 | 14:17

Menteri Pendidikan Nasional Mohammad Nuh Menteri Pendidikan Nasional Mohammad Nuh

 [JAKARTA] Menteri pendidikan nasional Mohammad Nuh menegaskan dugaan mencontek massal dalam ujian nasional (UN) di SDN II Gadel, Surabaya, Jawa Timur, tidak terbukti. Oleh karena itu, pemerintah tidak akan menyelenggarakan UN ulangan di sekolah tersebut.

 “Ada dua variabel penting untuk membuktikan adanya contekan massal atau tidak, yaitu pola jawaban dan hasil nilai. Tidak ada kesamaan identik dari pola jawaban maka tidak perlu dilakukan ujian ulang. Kalau polanya sama memang benar terjadi contekan massal, tapi kesimpulannya tidak terbukti,” kata Nuh saat memberikan keterangan pers di kantor Kementerian Pendidikan Nasional, Jakarta, Rabu (15/6).

Sebelumnya, mendiknas meminta kepada Dinas Pendidikan Provinsi Jatim untuk melakukan pemindaian jawaban dari 60 siswa. Dia mengatakan pemerintah tidak bisa menyimpulkan terjadi mencontek massal semata berdasarkan input berupa laporan dari orang tua murid.

Persoalan itu harus dilihat dari sisi input, proses, dan ouput. Nuh mengakui kasus itu bermula dari tindakan guru yang menginstruksikan seorang siswa, Al, memberikan contekan kepada teman-temannya. Maka, dia meminta semua pihak mendudukan kasus itu secara proporsional.

“Ini ada guru yang memang melakukan kesalahan dengan memberikan instruksi. Persoalan guru dan murid ini dinaikkan menjadi persoalan sekolah, kemudian ditarik lagi ke masalah UN. Lalu secara ekskalatif menjadi konflik sosial karena ada pengusiran kepada orang tua siswa. Puncaknya, kasus ini dikaitkan dengan persoalan dunia pendidikan yang jebol, yang hancur,” kata Nuh.

Dia mengatakan kasus SDN II Gadel harus dibawa ke ranah akademis. Kemdiknas menyetujui pemberian sanksi kepada guru yang memerintahkan kecurangan. Namun, bentuk sanksi menjadi otoritas pemerintah daerah.

Dugaan aksi mencontek massal di SDN II Gadel berawal dari laporan orang tua siswa, Siami, kepada walikota Surabaya. Dia melaporkan bahwa anaknya, Al, dipaksa untuk membagikan kunci jawaban saat berlangsung UN SD. [C-5]  




Kirim Komentar Anda

Silahkan login untuk memberi komentar

Hanya teks dan link yang diperbolehkan.


Komentar Untuk Artikel Ini

Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!



Pemilu 2014

selengkapnya »»

AKTIVITAS & REKOMENDASI TEMAN