Mendagri: Proyek E-KTP Sesuai Target
Senin, 30 April 2012 | 10:40
Gamawan Fauzi [google] [JAKARTA]
Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Gamawan Fauzi mengemukakan proyek pembuatan
Kartu Tanda Penduduk (KTP) Elektronik atau yang biasa disebut Electronic KTP
(E-KTP) sesuai target. Dari 67 juta target yang harus dicapai hingga April
2012, telah tercapai sebanyak jumlah tersebut.
"Target hingga April 2012 tercapai dan program reguler tetap jalan,"
kata Gamawan di Jakarta, Senin (30/4).
Ia menjelaskan sampai Sabtu (28/4) lalu, total E-KTP yang telah terrekam
mencapai 66 juta. Dalam dua hari yaitu Minggu (29/4) dan Senin (30/4), angkanya
pasti tambah. Ia yakin sudah mencapai 67 juta.
"Saya belum mendapat laporan terakhir. Tetapi kami kan terus bekerja. Maka
dalam dua hari terakhir sudah pasti mencapai 67 juta," ujarnya.
Sebelumnya, pada awal pembuatan E-KTP 2011 lalu, Gamawan menetapkan target
pembuatan tahun 2011mencapai 67 juta. Namun target itu gagal tercapai hingga
akhirnya diundur hingga April 2012.
Gamawan beralasan target itu tidak tercapai karena proyek E-KTP baru
benar-benar efektif sejak Oktober 2011 lalu. Sebelum itu, pemerintah sibuk
untuk mengurus lelang dan proses pengadaan alat untuk proyek tersebut.
Dia berpendapat adalah sebuah prestasi bahwa pemerintah berhasil merrekam E-KTP
sebanyak 67 juta dalam enam bulan.
Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri)
Reydonnyzar Moenek mengemukakan data 67 juta itu tersebar di 197 kabupaten/kota
di seluruh Tanah Air. Sejumlah tempat telah mencapai target 100 persen
pembuatannya.
Contohnya untuk provinsi Sumatera Selatan, dari 15 kabupaten/kota di tempat
tersebut, semua telah selesai direkam. Provinsi Bangka-Belitung juga mencapai
100 persen. Dari 7 kabupaten/kota yang ada di provinsi tersebut, semua telah
mencapai 100 persen.
Hal yang sama terjadi di Sulawesi Selatan. Sebanyak 16 kabupaten/kota di tempat
tersebut mengikuti program E-KTP. Semua berhasil mencapai target. Sisanya 8
kabupaten/kota yang belum mengikuti program E-KTP masuk dalam program 2012 ini.
Provinsi lain yang mencapai 100 persen juga terjadi di Sumatera Barat (19
kabupaten/kota) dan Yogyakarta (6 kabupaten/kota).
Ia menjelaskan di provinsi-provinsi tersebut, tidak hanya berhasil merrekam
data, tetapi juga pada pencetakan fisik E-KTP. Menurutnya, di provinsi Bangka
Belitung, sudah 560.255 E-KTP yang langsung diserahakan Mendagri, awal bulan
April ini.
"Proses sekarang tidak hanya sampai perekaman tetapi sudah ada fisik
E-KTP. Pencetakan seperti itu akan terus dilakukan kepada daerah yang sudah
berhasil merrekam," ujarnya.
Dia menjelaskan setelah target 67 juta tercapai maka mulai Mei 2012 ini,
pemerintah mengejar target 2012 sebanyak 105 juta. Angka itu tersebar di 300
kabupaten/kota di seluruh Tanah Air.
Pada awal proyek E-KTP yang menghabiskan biaya Rp 6,3 triliun ini, Gamawan
telah menyatakan jika sampai akhir 2012 tidak mencapai target maka ia akan
mundur. Pernyataan itu berulang kali disampaikan Gamawan dalam beberapa
kesempatan.
Dony yakin pada akhir 2012, angka tersebut bisa tercapai. Karena itu, Gamawan
tidak perlu mundur.
"Kami optimis akan tercapai. Sampai saat ini, kami tidak melihat ada
halangan. Semua berjalan sesuai rencana dan target," ujarnya.
Ditanya apa kendala yang dialami saat ini, ia menjelaskan tidak ada kendala
berarti. Masalah keterbatasan peralatan sudah bisa ditanggulanggi. Peralatan di
daerah yang sudah selesai, sudah siap dipindahkan ke tempat yang belum
menjalankan proyek tersebut.Dari segi anggaran, dia juga menjelaskan tidak ada masalah.
Mengenai data E-KTP sebagai basis data untuk pemilu 2014, ia menjelaskan E-KTP
memang salah satunya dibuat untuk menyukseskan pemilu 2014 mendatang. Dengan
target akhir Desember 2012 sudah selesai maka pada Januari 2013 sudah bisa
diserahkan ke KPU untuk basis data. Paling jauh adalah bulan April 2013 sudah
diterima KPU.
Setelah itu, KPU tinggal memakainya untuk basis Daftar Pemilih Tetap (DPT).
Namun demikian, ia mengingatkan E-KTP bukan satu-satunya sebagai basis DPT.
E-KTP adalah pendukung DPT. Masalahnya bisa saja ada warga yang terlewat tidak
membuat E-KTP. Karena itu tetap dipakai data pendukung lainnya seperti pasport,
NPWP, dan sebagainya. [R-14]
Komentar Untuk Artikel Ini
Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!
Jokowi: Tak Ada Masalah Warga Pluit Pindah
Ini Dia Kostum Baru Barcelona untuk Musim Depan
Panglima TNI Isyaratkan Pengganti Dirinya KSAD Baru
Hatta Rajasa Terima “Reformasi Award” Dari Prodem
Jokowi Makan Bersama Warga Pluit Sambil Bahas Waduk
Aiptu LS Sudah Lama Mau Mundur dari Polisi, Tapi Tak Disetujui Atasan
Di Mata Golkar, Menkeu Chatib Basri Itu Neolib
Jhonny Allen Jadi Tersangka Penggelapan Tanah?
