SP Logo
Selamat datang Tamu   |   
Sabtu, 23 Agustus 2014
Pencarian Arsip

Mendagri Minta Pilkada DKI Gunakan KTP Elektronik
Selasa, 24 Januari 2012 | 9:28



[JAKARTA] Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi meminta Pemerintah Daerah (Pemda) dan Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) DKI Jakarta agar menggunakan Kartu Tanda Penduduk (KTP) Elektronik atau Electronic KTP (E-KTP) dalam pemilihan gubernur DKI Jakarta, Juli mendatang.  

Alasannya, semua warga DKI Jakarta telah memiliki E-KTP. Selain itu, penggunaan E-KTP itu sebagai uji coba atas produk baru tersebut. Jika pada pemilihan umum kepala daerah (Pilkada) DKI berhasil, maka bisa menjadi acuan untuk pemilu 2014 nanti. Jika gagal, maka bisa dilakukan perbaikan-perbaikan sehingga pada pemilu 2014 benar-benar sudah siap.


"DKI  Jakarta mestinya bisa menggunakan data kependudukan yang sudah ada," kata Gamawan di Jakarta, Selasa (23/2) pagi.
Ia menjelaskan,  data base penduduk DKI berbasiskan KTP elektronik sudah ada. Demikian pun Nomor Induk Kependudukan (NIK) yang sudah diperbaharui. Maka tinggal menggunakan data yang ada untuk pilkada DKI Jakarta.

"Kan data base semua penduduk DKI Jakarta sudah ada, NIK juga sudah ada. Itu bisa dijadikan data awal pemilih untuk DKI," ujarnya.

Akhir bulan Desember 2011 lalu, Dirjen Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kementerian Dalam Negeri (Kemdagri) Irman menjelaskan, dari 7 juta penduduk DKI yang wajib KTP, sudah ada 5 juta yang sudah mendapatkan KTP elektronik. Sisanya 2 juta bisa diselesaikan sampai April 2012 nanti.

Dalam pernyataannya, Gamawan kembali menyatakan keyakinan dan sikap optimistisnya bahwa proyek KTP elektronik yang mencapai 172 juta bisa selesai pada akhir tahun ini.   Dia kembali menegaskan siap mundur jika tidak mencapai target. Pernyataan yang sama telah berulang kembali dikemukakan Gamawan pada akhir 2011 lalu. "Saya optimistis target 2012 tercapai," ujarnya.

Ia menjelaskan proyek E-KTP baru dimulai Oktober 2011 lalu. Sampai Desember 2011 lalu, sudah ada 35 juta penduduk yang mendapatkan E-KTP.  
 "Kemarin (2011, Red) waktu tersedot untuk tender, karena panitia bekerja sangat hati-hati. Tahap awal berupa pemasangan jaringan, pengadaan peralatan, mengirim pendamping dan perekaman serta pencetakan dilakukan. Dalam waktu 12 bulan di 2012, kami akan maksimalkan proyek yang ada," tegas manta Gubernur Sumatera Barat ini. [R-14]




Kirim Komentar Anda

Silahkan login untuk memberi komentar

Hanya teks dan link yang diperbolehkan.


Komentar Untuk Artikel Ini

Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!



Pemilu 2014

selengkapnya »»