Menangi Derby Manchester, City Masih Harus Kerja Keras
Selasa, 1 Mei 2012 | 10:18
Duel Manchester United vs Manchester City [AP] [MANCHESTER] Meski memimpin klasemen sementara, Manchester
City masih harus bekerja keras guna menjuarai gelar juara Liga Utama Inggris
musim ini. Ini adalah gelar pertama mereka sejak sejak 1968. Tetapi City harus memenangkan
dua laga tersisa untuk mewujudkan impian tersebut.
Manchester City naik ke puncak klasemen sementara setelah
pada Senin (30/4) atau Kamis (1/5) dini hari WIB mengalahkan rival sekotanya
Manchester United (MU) 1-0 dalam laga yang berlangsung di Stadion Etihad. Kedua
tim Kota Manchester itu memiliki nilai sama yaitu, 83. Tetapi City unggul
selisih delapan gol dari Setan Merah.
Tetapi bagi Manchester City, perjalanan ke anak tangga
terakhir itu masih terjal. City harus memenangkan dua laga tersisa. Pada Minggu
(6/5), mereka harus bertandang ke Sports Direct Arena, kandang Newcastle United
yang kini berada di peringkat kelima klasemen sementara.
Tidak ada kata lain bagi City, selain memenangkan laga ini.
Laga ini bakal sulit karena Newcastle juga sedang berjuang untuk tembus ke Liga
Champions musim depan. Sedangkan pada laga terakhir, beban City sedikit lebih
ringan. Sebab mereka menjamu tim lemah Queens Park Rangers (QPR) di Etihad pada
Minggu (13/5) mendatang.
Sementara MU tinggal menghadapi dua tim lemah pada dua
pertandingan terakhirnya. Anak-anak asuh Sir Alex Ferguson juga harus
memenangkan dua laga ini yaitu menjamu Swansea City pada Minggu (6/5) dan
bertandang ke Sunderland pada Minggu (13/5).
Yang memberatkan MU adalah bahwa mereka harus mencetak
banyak gol pada dua laga tersebut guna mengejar selisih gol dari rival
sekotanya, Manchester City. Tetapi kalau City tergelincir saat lawan Newcastle,
maka MU berpeluang besar mempertahankan gelar juara musim ini.
Syaratnya,
mereka tidak boleh tergelincir saat bertandang ke Stadium of Light pada laga
terakhir.
Pada laga dini hari tadi, seperti sudah diduga, banyak drama
tersaji di partai bertajuk “derby” Manchester ini, termasuk pertikaian diantara
dua pelatih, Alex Ferguson dan Roberto Mancini. Keduanya terlihat terlibat
keributan di pinggir lapangan saat laga sedang digelar. Keduanya saling
berteriak dan membuat gerakan jari yang mengisyaratakan sebagai "mulut
cerewet".
“Dia (Mancini) terus merengek kepada wasit, hakim garis, dan
wasit cadangan sepanjang pertandingan,” kata Ferguson. “Ketika saya berbicara
dan sudah menjauhinya, dia mulai lagi,” sambungnya.
Mancini pun tidak tinggal diam. Namun, arsitek asal Italia
ini menggunakan bahasa yang lebih halus untuk menyindir sang kompetitor. “Dia
(Ferguson)? Tidak, dia tidak pernah berbicara kepada wasit dan wasit cadangan,”
kata Mancini sambil tersenyum.
Akan tetapi, pertikaian tampaknya hanya sampai disitu saja.
Seusai pertandingan, Ferguson tetap menghampiri Mancini untuk bersalaman.
Keduanya pun tampak baik-baik saja. Tidak hanya dipinggir lapangan, tensi
tinggi juga terjadi di dalam lapangan hijau.
Bertindak sebagai tuan rumah, City tentu sadar sangat
membutuhkan kemenangan untuk tetap menjaga peluang mereka merengkuh trofi
ketiganya dalam 44 tahun terakhir.
City terlihat berhasil mendominasi jalannya laga. Mereka
tercatat unggul dalam penguasaan bola, meskipun tidak signifikan, yakni 53
persen berbanding 47 persen.
Klub asal Eastland ini juga terlihat superior
dalam laga itu, dengan melepaskan 15 tendangan dan tiga diantaranya mengarah ke
gawang.
Sedangkan, tim tamu hanya berhasil melakukan lima kali
tembakan dengan tidak ada satu pun mengarah ke sasaran.
Mancini tetap
mempertahankan tim inti yang mengantarkan meraih tiga kemenangan beruntun dengan
mencetak 12 gol.
Carlos Tevez yang mencetak hat-trick dua pekan lalu
diduetkan dengan rekan senegaranya, Sergio Aguero.
Sementara, Ferguson secara
tidak terduga menempatkan Park Ji-Sung sebagai pemain inti menggantikan Antonio
Valencia. Ini adalah penampilan perdana gelandang asal Negeri Gingseng itu
sebagai pemain inti sejak Januari lalu.
Peluang pertama langsung datang bagi City pada menit ke-25
kalau saja tendangan voli Sergio Aguero tidak melebar dari gawang MU yang
dikawal David De Gea. Selang beberapa menit, tendangan dari jarak dekat Pablo
Zabaleta masih berhasil ditangkap De Gea.
Namun, sesaat sebelum jeda, publik
tuan rumah akhirnya bersorak, setelah sang kapten Vincent Kompany berhasil
memecahkan kebuntuan setelah berhasil menyundul bola tendangan sudut David
Silva ke gawang De Gea. City pun menutup paruh pertama dengan keunggulan satu
gol.
Memasuki babak kedua, tuan rumah tidak mengendurkan
serangan. Samir Nasri memperoleh kans menit ke-58, tetapi tendangannya masih
melebar. Pada menit ke-72, Yaya Toure nyaris menambah keunggulan bagi the
Citizens andai sepakannya dari jarak jauh tidak melenceng tipis, disusul aksi
Aguero beberapa saat kemudian yang juga belum bisa mengubah papan skor yang
bertahan hingga laga usai.
“Kami telah menunggu momen ini untuk waktu yang lama. Ini
masih jauh dari selesai dan kami tahu itu. Tapi, kami hanya ingin memberikan
dua kemenangan atas MU pada musim ini kepada para suporter. Kami harus
menyelesaikan ini,” kata Kompany.
Senada dengan itu, Roberto Mancini juga masih merendah.
"Kami memang senang dengan kemenangan ini, tetapi saya kira, laga minggu
depan juga merupakan laga sulit. Saya kira kami layak menang pada laga ini.
Kami mencetak gol dan kami bermain bagus dan memiliki peluang mencetak gol
kedua," kata mantan pelatih Inter Milan tersebut kepada Sky Sports 1HD.
Dia menambahkan, "Saya kira mereka (MU) tidak memiliki
peluang mencetak gol. Ini pertandingan yang sulit karena United adalah tim yang
bagus. Kami paham ini." [AP/HPS/A-21]
Komentar Untuk Artikel Ini
Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!
Fathanah Perkenalkan Satu Lagi Istilah Korupsi
Kayak Menteri Saja, Luthfi Hasan Janjikan Penambahan Kuota Impor Sapi
Dilaporkan Ke KPK, Bibit Waluyo Tanggapi Santai
Luthfi: Swasembada Itu Ancam Ketahanan Daging
Eyang Subur Diperiksa Terkait Pencemaran Nama Baik
Dijamin Tak Ada Penggusuran, Warga Akhirnya Buka Jalan
Presiden PKS Akui Ketemu Direktur PT Indoguna
Menkeu Baru Harus Dapat Restu Washington
