SP Logo
Selamat datang Tamu   |   
Minggu, 19 Mei 2013
Pencarian Arsip

Menangi Derby Manchester, City Masih Harus Kerja Keras
Selasa, 1 Mei 2012 | 10:18

Duel Manchester United vs Manchester City [AP] Duel Manchester United vs Manchester City [AP]

[MANCHESTER] Meski memimpin klasemen sementara, Manchester City masih harus bekerja keras guna menjuarai gelar juara Liga Utama Inggris musim ini. Ini adalah gelar pertama mereka sejak sejak 1968. Tetapi City harus memenangkan dua laga tersisa untuk mewujudkan impian tersebut.  

Manchester City naik ke puncak klasemen sementara setelah pada Senin (30/4) atau Kamis (1/5) dini hari WIB mengalahkan rival sekotanya Manchester United (MU) 1-0 dalam laga yang berlangsung di Stadion Etihad. Kedua tim Kota Manchester itu memiliki nilai sama yaitu, 83. Tetapi City unggul selisih delapan gol dari Setan Merah.   

Tetapi bagi Manchester City, perjalanan ke anak tangga terakhir itu masih terjal. City harus memenangkan dua laga tersisa. Pada Minggu (6/5), mereka harus bertandang ke Sports Direct Arena, kandang Newcastle United yang kini berada di peringkat kelima klasemen sementara.  

Tidak ada kata lain bagi City, selain memenangkan laga ini. Laga ini bakal sulit karena Newcastle juga sedang berjuang untuk tembus ke Liga Champions musim depan. Sedangkan pada laga terakhir, beban City sedikit lebih ringan. Sebab mereka menjamu tim lemah Queens Park Rangers (QPR) di Etihad pada Minggu (13/5) mendatang.  

Sementara MU tinggal menghadapi dua tim lemah pada dua pertandingan terakhirnya. Anak-anak asuh Sir Alex Ferguson juga harus memenangkan dua laga ini yaitu menjamu Swansea City pada Minggu (6/5) dan bertandang ke Sunderland pada Minggu (13/5).  

Yang memberatkan MU adalah bahwa mereka harus mencetak banyak gol pada dua laga tersebut guna mengejar selisih gol dari rival sekotanya, Manchester City. Tetapi kalau City tergelincir saat lawan Newcastle, maka MU berpeluang besar mempertahankan gelar juara musim ini.

Syaratnya, mereka tidak boleh tergelincir saat bertandang ke Stadium of Light pada laga terakhir.  

Pada laga dini hari tadi, seperti sudah diduga, banyak drama tersaji di partai bertajuk “derby” Manchester ini, termasuk pertikaian diantara dua pelatih, Alex Ferguson dan Roberto Mancini. Keduanya terlihat terlibat keributan di pinggir lapangan saat laga sedang digelar. Keduanya saling berteriak dan membuat gerakan jari yang mengisyaratakan sebagai "mulut cerewet".  

“Dia (Mancini) terus merengek kepada wasit, hakim garis, dan wasit cadangan sepanjang pertandingan,” kata Ferguson. “Ketika saya berbicara dan sudah menjauhinya, dia mulai lagi,” sambungnya.  

Mancini pun tidak tinggal diam. Namun, arsitek asal Italia ini menggunakan bahasa yang lebih halus untuk menyindir sang kompetitor. “Dia (Ferguson)? Tidak, dia tidak pernah berbicara kepada wasit dan wasit cadangan,” kata Mancini sambil tersenyum.

Akan tetapi, pertikaian tampaknya hanya sampai disitu saja. Seusai pertandingan, Ferguson tetap menghampiri Mancini untuk bersalaman. Keduanya pun tampak baik-baik saja. Tidak hanya dipinggir lapangan, tensi tinggi juga terjadi di dalam lapangan hijau.  

Bertindak sebagai tuan rumah, City tentu sadar sangat membutuhkan kemenangan untuk tetap menjaga peluang mereka merengkuh trofi ketiganya dalam 44 tahun terakhir. City terlihat berhasil mendominasi jalannya laga. Mereka tercatat unggul dalam penguasaan bola, meskipun tidak signifikan, yakni 53 persen berbanding 47 persen.

Klub asal Eastland ini juga terlihat superior dalam laga itu, dengan melepaskan 15 tendangan dan tiga diantaranya mengarah ke gawang.   Sedangkan, tim tamu hanya berhasil melakukan lima kali tembakan dengan tidak ada satu pun mengarah ke sasaran.

Mancini tetap mempertahankan tim inti yang mengantarkan meraih tiga kemenangan beruntun dengan mencetak 12 gol.   Carlos Tevez yang mencetak hat-trick dua pekan lalu diduetkan dengan rekan senegaranya, Sergio Aguero.

Sementara, Ferguson secara tidak terduga menempatkan Park Ji-Sung sebagai pemain inti menggantikan Antonio Valencia. Ini adalah penampilan perdana gelandang asal Negeri Gingseng itu sebagai pemain inti sejak Januari lalu.  

Peluang pertama langsung datang bagi City pada menit ke-25 kalau saja tendangan voli Sergio Aguero tidak melebar dari gawang MU yang dikawal David De Gea. Selang beberapa menit, tendangan dari jarak dekat Pablo Zabaleta masih berhasil ditangkap De Gea.

Namun, sesaat sebelum jeda, publik tuan rumah akhirnya bersorak, setelah sang kapten Vincent Kompany berhasil memecahkan kebuntuan setelah berhasil menyundul bola tendangan sudut David Silva ke gawang De Gea. City pun menutup paruh pertama dengan keunggulan satu gol.  

Memasuki babak kedua, tuan rumah tidak mengendurkan serangan. Samir Nasri memperoleh kans menit ke-58, tetapi tendangannya masih melebar. Pada menit ke-72, Yaya Toure nyaris menambah keunggulan bagi the Citizens andai sepakannya dari jarak jauh tidak melenceng tipis, disusul aksi Aguero beberapa saat kemudian yang juga belum bisa mengubah papan skor yang bertahan hingga laga usai. 

“Kami telah menunggu momen ini untuk waktu yang lama. Ini masih jauh dari selesai dan kami tahu itu. Tapi, kami hanya ingin memberikan dua kemenangan atas MU pada musim ini kepada para suporter. Kami harus menyelesaikan ini,” kata Kompany.  

Senada dengan itu, Roberto Mancini juga masih merendah. "Kami memang senang dengan kemenangan ini, tetapi saya kira, laga minggu depan juga merupakan laga sulit. Saya kira kami layak menang pada laga ini. Kami mencetak gol dan kami bermain bagus dan memiliki peluang mencetak gol kedua," kata mantan pelatih Inter Milan tersebut kepada Sky Sports 1HD.  

Dia menambahkan, "Saya kira mereka (MU) tidak memiliki peluang mencetak gol. Ini pertandingan yang sulit karena United adalah tim yang bagus. Kami paham ini." [AP/HPS/A-21]                                                    




Kirim Komentar Anda

Silahkan login untuk memberi komentar

Hanya teks dan link yang diperbolehkan.


Komentar Untuk Artikel Ini

Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!



AKTIVITAS & REKOMENDASI TEMAN