Melecehkan Seniman Jathilan, Gubernur Jateng Harus Minta Maaf
Kamis, 13 September 2012 | 11:17
Tarian jaran kepang [befoto] [SEMARANG] Para
seniman jaran kepang atau jathilan mengaku sangat tersinggung dengan pernyataan
Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Bibit Waluyo, yang menyebutkan kesenian jaran
kepang paling jelek di dunia.
”Pernyataan yang dilontarkan gubernur bahwa kesenian jaran
kepang paling jelek sedunia, sungguh sangat melukai hati kami," kata
Koordinator Komunitas Anak Merapi (KAM) Andang Prasetyo, di sela-sela aksi
unjuk rasa memprotes pernyataan Bibit Waluyo di Semarang.
Sebanyak 50 pemain jaran kepang berunjuk rasa mengecam
sikap Bibit Waluyo, yang dinilai melecehkan seni tradisional itu. Unjuk rasa
yang diisi dengan menggelar tarian di depan kantor gubernur Jl Pahlawan. Para
seniman berasal dari kelompok kesenian Rukun Agawe Santoso (RAS) ”Krido
Turonggo”, Sedayu, Muntilan, Magelang, didampingi aktivis KAM.
Andang Prasetyo mengatakan, jaran kepang merupakan
kesenian rakyat di kawasan Magelang dan sekitarnya. Dalam kesenian itu,
terdapat unsur edukasi, baik melalui tembang, tarian, atau komposisi cerita.
Bibit didesak untuk meminta maaf kepada para seniman
jathilan di Magelang yang jumlahnya ratusan kelompok. "Saat orang
ramai-ramai menggugat Malaysia yang kerap mengklaim kebudayaan bangsa ini,
gubernur Jateng justru melecehkannya," ujarnya prihatin.
Pernyataan Bibit Waluyo soal jaran kepang terjelek
sedunia disampaikan pada acara The 14th Merapi and Borobudur Seniorís Amateur
Golf Tournament Competing The Hamengku Buwono X Cup di Kota Magelang, Minggu
(9/9) lalu.
Menurut Bibit, jaran kepang yang tampil pada acara itu
dinilainya jelek bahkan terjelek sedunia. Dia bahkan mengecam Wali Kota
Magelang karena menampilkan kesenian tersebut.
Belakangan, pernyataan itu diluruskan Bibit.
”Bukannya saya tidak suka jaran kepang, saya suka. Penampilan kelompok jaran
kepang malam itu yang jelek, padahal masih banyak yang lebih bagus yang
seharusnya bisa ditampilkan," ujarnya.
Pihaknya meminta pemerintah daerah yang tak memiliki
kelompok kesenian yang bagus supaya melapor ke Pemprov Jateng. Hal ini penting
untuk menjaga kehormatan dan harga diri, supaya kesenian tradisional bisa
diterima masyarakat luas. Terlebih lagi, Jateng kini sedang menyambut program
Visit Jawa Tengah (VJT) 2013 sehingga dalam setiap event kesenian harus bisa
dipersiapkan secara matang. (142)
Komentar Untuk Artikel Ini
Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!
Dilaporkan Ke KPK, Bibit Waluyo Tanggapi Santai
Eyang Subur Diperiksa Terkait Pencemaran Nama Baik
Dijamin Tak Ada Penggusuran, Warga Akhirnya Buka Jalan
Presiden PKS Akui Ketemu Direktur PT Indoguna
Lapan Luncurkan Roket Pembawa Satelit Di Morotai
Mourinho Diusir Dari Bangku Cadangan Saat Final Piala Raja
Soal Capres, Gita Belum Direstui SBY
Warga Tutup Kembali Jalan I Gusti Ngurah Rai
