SP Logo
Selamat datang Tamu   |   
Senin, 20 Mei 2013
Pencarian Arsip

Melecehkan Seniman Jathilan, Gubernur Jateng Harus Minta Maaf
Kamis, 13 September 2012 | 11:17

Tarian jaran kepang [befoto] Tarian jaran kepang [befoto]

[SEMARANG]  Para seniman jaran kepang atau jathilan mengaku sangat tersinggung dengan pernyataan Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Bibit Waluyo, yang menyebutkan kesenian jaran kepang paling jelek di dunia.  

”Pernyataan yang dilontarkan gubernur bahwa kesenian jaran kepang paling jelek sedunia, sungguh sangat melukai hati kami," kata Koordinator Komunitas Anak Merapi (KAM) Andang Prasetyo, di sela-sela aksi unjuk rasa memprotes pernyataan Bibit Waluyo di Semarang.  

Sebanyak 50 pemain jaran kepang berunjuk rasa mengecam sikap Bibit Waluyo, yang dinilai melecehkan seni tradisional itu. Unjuk rasa yang diisi dengan menggelar tarian di depan kantor gubernur Jl Pahlawan. Para seniman berasal dari kelompok kesenian Rukun Agawe Santoso (RAS) ”Krido Turonggo”, Sedayu, Muntilan, Magelang,  didampingi aktivis KAM.

Andang Prasetyo mengatakan, jaran kepang merupakan kesenian rakyat di kawasan Magelang dan sekitarnya. Dalam kesenian itu, terdapat unsur edukasi, baik melalui tembang, tarian, atau komposisi cerita.

Bibit didesak untuk meminta maaf kepada para seniman jathilan di Magelang yang jumlahnya ratusan kelompok. "Saat orang ramai-ramai menggugat Malaysia yang kerap mengklaim kebudayaan bangsa ini, gubernur Jateng justru melecehkannya," ujarnya prihatin.

Pernyataan Bibit Waluyo soal  jaran kepang terjelek sedunia disampaikan pada acara The 14th Merapi and Borobudur Seniorís Amateur Golf Tournament Competing The Hamengku Buwono X Cup di Kota Magelang, Minggu (9/9) lalu.

Menurut Bibit, jaran kepang yang tampil pada acara itu dinilainya jelek bahkan terjelek sedunia. Dia bahkan mengecam Wali Kota Magelang karena menampilkan kesenian tersebut.

Belakangan, pernyataan itu diluruskan Bibit.  ”Bukannya saya tidak suka jaran kepang, saya suka. Penampilan kelompok jaran kepang malam itu yang jelek, padahal masih banyak yang lebih bagus yang seharusnya bisa ditampilkan," ujarnya.

Pihaknya meminta pemerintah daerah yang tak memiliki kelompok kesenian yang bagus supaya melapor ke Pemprov Jateng. Hal ini penting untuk menjaga kehormatan dan harga diri, supaya kesenian tradisional bisa diterima masyarakat luas. Terlebih lagi, Jateng kini sedang menyambut program Visit Jawa Tengah (VJT) 2013 sehingga dalam setiap event kesenian harus bisa dipersiapkan secara matang. (142)  




Kirim Komentar Anda

Silahkan login untuk memberi komentar

Hanya teks dan link yang diperbolehkan.


Komentar Untuk Artikel Ini

Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!



AKTIVITAS & REKOMENDASI TEMAN