Melani Dukung Ani Yudhoyono Capres 2014
Senin, 14 Mei 2012 | 16:49
Wakil Ketua MPR RI, Melani Leimena Suharli (kiri) dan anggota Fraksi Partai Golkar Nurul Arifin tampil sebagai pembicara dalam dialog pilar negara yang bertema "Memperkuat Peran Politik Perempuan Dalam Konstitusi dan Praktik" di Gedung Parlemen, Jakarta, Senin (14/5). [SP/Charles Ulag] [JAKARTA] Wakil Ketua MPR RI Melani
Leimina Suharli mendukung Ani Yudhoyono sebagai capres 2014 mendatang.
Pencalonan istri Presiden Susilo Bambang
Yudhoyono (SBY) tersebut, karena yang bersangkutan dianggap layak dan memenuhi
kapasitas sebagai capres perempuan. Apalagi beliau sudah sepuluh tahun
mendampingi Pak SBY sebagai Presiden RI.
“Itu kalau boleh, saya menyalonkan
Ibu Ani Yudhoyono sebagai capres 2014. Selain saya anggap beliau itu layak, dan
sudah mempunyai pengalaman mendampingi Pak SBY selama sepuluh tahun terakhir
ini, “ tandas Melani dalam diskusi peran perempuan dalm konstitusi dan politik
bersama politisi Partai Golkar, Nurul Arifin di Gedung DPR/MPR RI Jakarta,
Senin (14/5).
Politisi Demokrat tersebut berharap,
munculnya politisi perempuan yang tersangkut masalah hukum, yang diduga
melakukan korupsi oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) seperti Angelina
Sondakh dan Wa Ode Nurhayati di DPR RI, jangan dijadikan kesimpulan bahwa
perempuan itu tidak bisa menjadi pemimpin.
“Kalau mereka yang tersangkut kasus
hukum itu kan persoalan hukum, yang kebetulan perempuan. Jadi, jangan
disamaratakan,” katanya.
Selain itu, menjadi tugas partai
untuk merekrut kaum perempuan yang berkualitas dan memadai, baik sebagai
anggota parlemen maupun capres.
“Memang kita memprioritaskan yang
berkualitas dan populer, tapi kalau memang syarat itu tidak ada, yang penting
kuantitasnya dulu yang harus dipenuhi, seperti kuota 30 % untuk caleg di DPR RI
itu. Yang penting jangan sampai rakyat memilih karena uang atau money
politics,” ujarnya.
Nurul Arifin menegaskan, jika dirinya
dan atau kaum perempuan terjun ke politik itu membutuhkan perjuangan yang
panjang.
“Jangankan menjadi capres, menjadi
caleg saja dalam konstitusi masih ada ketentuan bahwa di antara nomor urut 1, 2,
dan 3 itu harus ada perempuannya. Untuk duduk di nomor 1, maka menjadi wewenang
partai. Di mana aturan itu diperlukan karena kondisi politiknya belum bagus.
Kalau kesadarannya sudah bagus, maka tidak perlu diatur,” tutur mantan artis
layar lebar ini.
Padahal kalau mau menyontoh di Eropa,
kata Nurul, jumlah perempuan yang terjun ke bisa 40
% sampai 80 %. Dan perubahan itu akan
lebih mudah terwujud jika dilakukan oleh lelaki dan perempuan.
“Hanya saja masih ada hambatan kultur
di Indonesia, sehingga perempuan masih tersubordinasi dalam politik bangsa ini.
Tapi, itu juga terjadi di dunia. Karena itu, kita akan terus berjuang tanpa
harus meminta dibelaskasihani oleh lelaki,” tambah Nurul.
Menyinggung capres perempuan, Nurul
Arifin menegaskan bahwa siapapun yang mempunyai kapasitas berhak menjadi capres.
Namun sepanjang sejarah politik di dunia, perempuan yang muncul menjadi
pemimpin negara itu tidak lepas dari kekuatan lelaki di sekitarnya.
“Sebutlah Megawati jelas putrinya
Bung Karno, Ratu Atut Khosiyah putrinya Jawara Banten, dan untuk Ani Yudhoyono
saya tak bisa komentar, karena Golkar sudah mencalonkan Aburizal Bakrie. Yang
pasti siapapun yang mempunyai kapasitas berhak menjadi capres,” ujarnya.
Sementara itu DPR RI dalam masa
sidang ke depan akan membahas RUU Pilpres. Diharapkan revisi UU Pilpres
mempermudah persyaratan pengajuan capres di Pilpres 2014.
"Dengan demikian UU Pilpres
diharapkan akan memberi lebih banyak kesempatan pada rakyat untuk memilih siapa
yang tepat menjadi pemimpin dalam kurun waktu 5 tahun ke depan,” kata Wakil
Ketua DPR RI Taufik Kurniawan.
Namun, Sekjen PAN ini mengingatkan
agar anggota dewan juga tidak melupakan fungsi utamanya sebagai pengawas
kebijakan pemerintah, pembuat UU, dan pengawal anggaran.
Selain menyerap
aspirasi konstituen dan disibukkan dengan agenda partai dan pencapresan, anggota
DPR harus tetap melakukan kewajibannya.
"Kita tetap menjalankan tugas
kedewanan sampai habis masa jabatan," ungkapnya. [Ant/L-8]
Komentar Untuk Artikel Ini
Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!
Aiptu Labora Sitorus Mesin ATM Perwira Polisi Papua Hingga Mabes?
Fathanah Perkenalkan Satu Lagi Istilah Korupsi
Fathanah Ajak Maharani Berhubungan Intim
Jangan Sampai Stasiun Tujuan Terlewat
Difitnah Istri Selingkuh Dengan Anaknya, Syarief Hassan Polisikan Triomacan
Kayak Menteri Saja, Luthfi Hasan Janjikan Penambahan Kuota Impor Sapi
Ahmad Fathanah Akui Curi Dokumen KPK
Gadis ABG Diperkosa Pamannya Sendiri
