SP Logo
Selamat datang Tamu   |   
Rabu, 30 Juli 2014
Pencarian Arsip

Megawati: PDI-P Bukan Perusahaan Untuk Mencari Pekerjaan
Rabu, 17 April 2013 | 17:28

Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, Megawati Soekarnoputri [SP/Fuska Sani Evani] Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, Megawati Soekarnoputri [SP/Fuska Sani Evani]

[DENPASAR] Ketua Umum PDI-P, Megawati Soekarnoputri menegaskan, kader yang masuk ke PDI-P bukan hanya semata-mata mencari pekerjaan, karena partai bukanlah sebuah perusahaan.  

Kader PDI-P harus mau bekerja membesarkan partai. Mereka yang loyal dan bekerja untuk partai harus diberikan kesempatan untuk maju.  

''Ini prinsip saya untuk kebesaran partai. Jadi, seluruh kader harus bekerja dan saling bergandengan. Jangan jadi kader PDI-P seperti benalu,'' tegas Mega dalam kunjungan  kerjanya di Bali menyosialisasikan calon dari PDI-P yang maju dalam pemilihan kepala daerah (Pilkada) di Bali, Rabu (17/4).  

Dalam kunjungannya yang sudah berlangsung tiga hari, Mega mengunjungi tiga kabupaten yakni Buleleng, Jembrana, dan Tabanan.


Megawati mengatakan, menjadi kader partai memang harus merasakan capek setelah bekerja keras. Artinya, dibutuhkan perjuangan sebelum mendapatkan kesempatan maju.  

Presiden kelima RI ini mencontohkan Puspayoga-Sukrawan (PAS) yang sudah teruji menjadi kader PDI-P.  

Puspayoga dibesarkan oleh PDI-P sejak mulai belajar menjadi politisi hingga menjadi Ketua DPC PDIP Kota Denpasar. Sedangkan Sukrawan menjadi politikus berangkat dari pengurus ranting atau koordinator desa (kordes).


Menurutnya, dengan kader yang militan diharapkan memiliki ideologi dan mau turun ke bawah, lalu memperhatikan kepentingan rakyat dan seluruh pengurus partai.  

Megawati juga mengajak kader tidak menjadi benalu. Dia juga menyindir mantan kader PDI-P yang loncat pagar, namun masih saja merecoki internal PDI-P.  

''Kalau sudah loncat, seharusnya legowo, urusi partai yang baru. Jangan merecoki PDI-P terus,'' sindirnya.

Selain mewanti-wanti kadernya, Megawati meminta jajaran PDI-P tidak mabuk dengan survei. Justru survei menjadi cemeti untuk bekerja lebih giat dan bersatu dalam memenangkan cagub-cawagub PDI-P, serta tak tergiur dengan iming-iming uang.  

Tabanan, katanya, akan menjadi barometer kemenangan PDI-P di Bali. Megawati mengancam akan mencoret kader yang tak memenangkan Puspayoga-Sukrawan (PAS) dalam Pilgub Bali, 15 Mei mendatang.

Menurut Megawati, dukungan pemenangan bagi PAS ini menjadi latihan bagi kader PDI-P yang akan maju menjadi wakil rakyat. Karena itu, seluruh pengurus partai dan kader wajib memenangkan PAS di setiap wilayah masing-masing.

''Siapa yang tidak mau bekerja untuk memenangkan PAS akan saya coret,''  katanya di hadapan ratusan kader PDI-P di Gedung Mario, Tabanan.

Sementara Ketua DPC PDI-P Tabanan, Ketut Suryadi menargetkan kemenangan 71 persen dalam pilgub mendatang.  

Jelang pemungutan suara, pihaknya sudah menyiapkan sedikitnya 1.506 saksi, seluruhnya akan diasuransikan. Mereka akan diterjunkan mengawasi pemungutan hingga penghitungan suara.  

''Dengan kemenangan Pileg 2009 dan Pilkada 2010, kami optimistis akan menang pilgub 71 persen,'' tegas Ketua DPRD Tabanan ini yang didukung kader PDI-P yang juga Bupati Tabanan, Ni Putu Eka Wiryastuti. [137]




Kirim Komentar Anda

Silahkan login untuk memberi komentar

Hanya teks dan link yang diperbolehkan.


Komentar Untuk Artikel Ini

Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!



Pemilu 2014

selengkapnya »»