Masyarakat Tak Simpatik, Kunjungan Wapres Boediono Dituding Membawa Musibah
Sabtu, 14 April 2012 | 15:08
Boediono. [Dok.SP] [MEDAN] Pusat Monitoring
Politik dan Hukum Indonesia Sumatera Utara (PMPHISU) menilai, kunjungan Wakil
Presiden Boediono untuk memantau perkembangan terbaru pembangunan bandara di
Kualanamu, Kabupaten Deli Serdang dan Medan, Sumatera Utara (Sumut), sama
sekali tidak membawa simpatik buat masyarakat. Kunjungan orang nomor dua
penguasa di negeri ini justru dianggap membawa musibah.
"Masyarakat tidak
menaruh simpatik karena orang yang dianggap sebagai pemimpin malah tidak
berkenan untuk menerima tamu yang ingin menuntut penyelesaian masalah tanah di
daerah ini. Kedatangannya justru membawa musibah karena beberapa orang wartawan
menjadi korban kekerasan oknum anggota TNI saat meliput demo petani saat
kedatangan Boediono," ujar koordinator PMPHISU, Gandi Parapat, Sabtu
(14/4).
Menurut Gandi, tidak ada
alasan dari Wapres Boediono untuk menolak bertemu dengan rakyatnya saat
melakukan kunjungan kerja di daerah. Pejabat negara pun dianggap tidak pantas
jika kedatangannya ke sebuah daerah harus dilayani berlebihan dan dengan
pengamanan ekstra ketat. Pola pengamanan ini sebagai akibat terjadinya
kekerasan oleh oknum TNI terhadap petani dan wartawan.
"Bila Wapres
pemimpin yang baik maka dia harus menemui petani saat menuntut penyelesaian
masalah agraria. Dia pun sebagai pemimpin negara harus meminta pimpinan TNI
untuk menindak anggotanya yang melakukan kekerasan. Kekerasan seperti ini sudah
sering terjadi, namun tidak ada tindakan maupun sanksi berarti dari pimpinan
aparat terhadap anggotanya setelah melakukan kekerasan," katanya.
Sejumlah wartawan yanmg
mengalami kekerasan itu adalah Yudhistira kontributor Berita Satu, Bahana
wartawan TV One, Ayat Sudrajat wartawan Trans TV dan Tuti Lubis kontributor
SCTV di Medan. Sebagian di antara mereka ada yang terluka akibat terjerembab
karena didorong secara keras oleh aparat dan sebagian lagi dipukul karena
mengambil rekaman saat oknum TNI mengusir paksa petani. [155]
Komentar Untuk Artikel Ini
Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!
Penghitungan KPU NTT, Frenly Masih Memimpin
Penghargaan Untuk Sebuah Ketidaknyamanan
Pimpinan KPK Sindir Sikap Kader PKS
Wanita-Wanita Cantik Merusak Citra PKS Sebagai Partai Agama
KPK Dalami Aliran Dana ke Anis Matta
Kapolda NTT: Tugas Polisi Pengamanan Bukan Hitung Suara!
Kapolri Harus Beri Sanksi Keras Kapolda Papua
