SP Logo
Selamat datang Tamu   |   
Minggu, 26 Mei 2013
Pencarian Arsip

Masyarakat Tak Simpatik, Kunjungan Wapres Boediono Dituding Membawa Musibah
Sabtu, 14 April 2012 | 15:08

Boediono. [Dok.SP] Boediono. [Dok.SP]

[MEDAN] Pusat Monitoring Politik dan Hukum Indonesia Sumatera Utara (PMPHISU) menilai, kunjungan Wakil Presiden Boediono untuk memantau perkembangan terbaru pembangunan bandara di Kualanamu, Kabupaten Deli Serdang dan Medan, Sumatera Utara (Sumut), sama sekali tidak membawa simpatik buat masyarakat. Kunjungan orang nomor dua penguasa di negeri ini justru dianggap membawa musibah.  

"Masyarakat tidak menaruh simpatik karena orang yang dianggap sebagai pemimpin malah tidak berkenan untuk menerima tamu yang ingin menuntut penyelesaian masalah tanah di daerah ini. Kedatangannya justru membawa musibah karena beberapa orang wartawan menjadi korban kekerasan oknum anggota TNI saat meliput demo petani saat kedatangan Boediono," ujar koordinator PMPHISU, Gandi Parapat, Sabtu (14/4).  

Menurut Gandi, tidak ada alasan dari Wapres Boediono untuk menolak bertemu dengan rakyatnya saat melakukan kunjungan kerja di daerah. Pejabat negara pun dianggap tidak pantas jika kedatangannya ke sebuah daerah harus dilayani berlebihan dan dengan pengamanan ekstra ketat. Pola pengamanan ini sebagai akibat terjadinya kekerasan oleh oknum TNI terhadap petani dan wartawan.  

"Bila Wapres pemimpin yang baik maka dia harus menemui petani saat menuntut penyelesaian masalah agraria. Dia pun sebagai pemimpin negara harus meminta pimpinan TNI untuk menindak anggotanya yang melakukan kekerasan. Kekerasan seperti ini sudah sering terjadi, namun tidak ada tindakan maupun sanksi berarti dari pimpinan aparat terhadap anggotanya setelah melakukan kekerasan," katanya.  

Sejumlah wartawan yanmg mengalami kekerasan itu adalah Yudhistira kontributor Berita Satu, Bahana wartawan TV One, Ayat Sudrajat wartawan Trans TV dan Tuti Lubis kontributor SCTV di Medan. Sebagian di antara mereka ada yang terluka akibat terjerembab karena didorong secara keras oleh aparat dan sebagian lagi dipukul karena mengambil rekaman saat oknum TNI mengusir paksa petani. [155]            




Kirim Komentar Anda

Silahkan login untuk memberi komentar

Hanya teks dan link yang diperbolehkan.


Komentar Untuk Artikel Ini

Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!



AKTIVITAS & REKOMENDASI TEMAN