SP Logo
Selamat datang Tamu   |   
Kamis, 23 Mei 2013
Pencarian Arsip

Masyarakat Flotim Minta Depot Pertamina
Rabu, 7 Maret 2012 | 9:31

Bupati Flores Timur, Yoseph Lagadoni Herin (kiri) saat mengikuti rakor bupati di Kupang belum lama ini. [Yos Kelen] Bupati Flores Timur, Yoseph Lagadoni Herin (kiri) saat mengikuti rakor bupati di Kupang belum lama ini. [Yos Kelen]

[KUPANG]  Masyarakat Kabupaten Flores Timu (Flotim) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) meminta dibukanya kembali depot Pertamina di daerah ini, karena rencana pemerintah untuk menaikkan  harga bahan bakar minyak (BBM) sangat mengganggu perekonomian masyarakat setempat.

Yang lebih parah lagi terjadi di Pulau Solor dan Pulau Adonara, dimana masyarakat berbondong-bondong  membeli BBM di SPBU dengan menggunakan jerigen di dua SPBU di Larantuka.

Antrian itu tidak mungkin dihilangkan secara serentak, walaupun Pertamina pusat telah memberikan catatan kepada Pemerintah Kabupaten Flotim  untuk menghilangkan praktik pembelian BBM dengan menggunakan jerigen, yang merupakan salah satu syarat untuk mendapatkan izin dibukanya kembali Depot Pertamina Larantuka.

Masalah tersebut disampaikan oleh masyarakat kepada DPRD Flotim dan Bupati Flotim, Yoseph Lagadoni Herin di aula Setda Flotim di Larantuka, Selasa (6/3). Bupati  Flotim, Yoseph Lagadoni Herin, menyampaikan hal tersebut dalam rangka persiapan untuk dilakukan survey oleh PT.

“Dalam pertemuan di Jakarta dan Surabaya beberapa waktu lalu, kita diminta  menyiapkan data-data, seperti pertumbuhan ekonomi masyarakat, profil daerah, data riil kendaraan darat dan laut, pengguna BBM serta data industri menengah dan kecil. Kami juga diminta melakukan pengawasan  terhadap peredaran BBM subsidi dan non subsidi. Termasuk pembelian BBM dengan menggunakan jerigen,”  kata Yoseph Lagadoni Herin.

Sementara itu,  Wakil ketua DPRD Flotim, Anton Gege Hadjon, menyatakan dukungan terhadap upaya pemerintah tersebut. Namun, ia meminta agar pemerintah tidak segera menghilangkan sama sekali pembelian BBM dengan jerigen.

“Jangan sampai kita mau menyelesaikan satu persoalan, tetapi menimbulkan persoalan lain, seperti di Tanjung Bunga atau Solor. Sebab harapan mereka untuk mendapatkan BBM dari pengecer yang dibeli dengan menggunakan jerigen,” kata Anton. [YOS/L-8]




Kirim Komentar Anda

Silahkan login untuk memberi komentar

Hanya teks dan link yang diperbolehkan.


Komentar Untuk Artikel Ini

Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!



AKTIVITAS & REKOMENDASI TEMAN