Massa Intoleran Beringas, Jemaat Dilempari Air Kencing, Polisi Tak Berdaya
Senin, 28 Mei 2012 | 11:12
Suara para Jemaat HKBP Filadelfia [mediaindonesia] [BOGOR] Massa intoleran makin bertindak beringas. Minggu
(27/5), sekitar pukul 08.00 WIB mereka menghadang Kepala HKBP Filadelfia, Tambun,
Bekasi, Pendeta Palti Panjaitan yang hendak memimpin ibadah.
“Massa bergerak menghadang di depan perumahan Villa Bekasi
Indah 2, tidak jauh dari rumah saya. Anehnya, polisi membiarkan massa itu
mendekati kami, dan malah bergerak bersama massa,” katanya di depan Istana
Merdeka, Jakarta, Minggu (27/5).
Jemaat HKBP yang tetap ingin beribadah dihujani batu,
batok kelapa, telur busuk dan botol-botol air mineral. Tidak hanya itu, massa
bahkan melempari jemaat dengan air kencing dan kodok sambil meneriakkan
kata-kata kasar. Sekitar pukul 09.00 WIB, jemaat akhirnya membubarkan diri
setelah didorong-dorong oleh polisi dan satpol PP.
“Kapolres Bekasi memerintahkan saya untuk membubarkan
ibadah jemaat bila tidak ingin ada korban jatuh lebih parah dan lebih banyak,”
ungkap Palti.
Disesalkan, petugas kepolisian yang semestinya melindungi
jemaat tampak tak berdaya dan kalah oleh tekanan massa intoleran.
Terkait peristiwa itu, sekitar 150 jemaat GKI Yasmin Bogor
dan jemaat HKBP Filadelfia melakukan kebaktian bersama, Minggu siang di depan
Istana Merdeka. Pendeta Hariman Patianakota dari Gereja Kristen Pasundan yang
ditunjuk PGI untuk memimpin ibadah menyerukan pada jemaat agar tetap memelihara
kasih di tengah perbedaan dan konflik yang mereka hadapi.
“Perbedaan harus dipandang sebagai anugerah Tuhan.
Tetaplah menjaga kasih dengan sesama di tengah perbedaan,” katanya di sela-sela
khotbahnya.
Seusai kebaktian, di tengah terik matahari yang menyengat
kulit, beberapa simpatisan dan tokoh nasional tampil memberi orasi. Bungaran
Saragih, mantan Menteri Pertanian di era Presiden Megawati menyatakan
kekagumannya pada perjuangan jemaat. Kendati diperlakukan tidak adil akan
tetapi jemaat tetap memiliki rasa cinta tanah air yang tinggi pada negara.
“Teruslah berjuang
sampai hukum ditegakkan, dan tetaplah mencintai NKRI (Negara Kesatuan
Republik Indonesia) karena kelompok intoleran hanyalah sebagian kecil dari
jumlah seluruh penduduk Indonesia,” katanya.
Jemaat terlihat menyanyikan lagu-lagu perjuangan nasional
tiap kali seusai melakukan kebaktian di depan Istana. Selain Bungaran Saragih,
hadir pula Komisioner Komnas Perempuan, Andy Yentriyani, penulis dan pemerhati
masalah sosial, Viktor Silaen. Sekitar pukul 15.00 WIB jemaat membubarkan diri
dengan tertib sambil memunguti sampah-sampah yang berserakan di sekitar mereka.
[SJM/MKL/W-11]
Komentar Untuk Artikel Ini
Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!
Kemnakertrans Diminta Pertanggungjawabkan Rp 1,18 Triliun Duit Amnesti TKI di Arab Saudi
Mari Membaca Berita BBM Versi Media Sosial
Tolak Kenaikkan BBM, Polisi Tahan Rektor Universitas HKBP Nommensen
Spider-Man Kembali ke Layar Lebar di 2016 dan 2018
Deplu AS Bilang RI Gagal Lindungi Minoritas
KPK Diminta Audit Pungli Oleh Kemnakertrans
Sidang Paripurna DPR Sahkan UU APBN-P 2013
Wartawan Jambi Aksi Damai Protes Aparat Keamanan
Dukung BBM Naik, Partai Koalisi Terancam Tenggelam di Pemilu 2014
DPR Dukung Kenaikkan BBM, Dua Pos Polisi dan Restoran KFC Dibakar Massa
