SP Logo
Selamat datang Tamu   |   
Rabu, 23 Juli 2014
Pencarian Arsip

Masih Amburadul, Kurikulum 2013 Minim Materi Sains
Kamis, 13 Juni 2013 | 5:23

Prof Yohanes Surya [google] Prof Yohanes Surya [google]

[JAKARTA] Fisikawan Indonesia Professor Yohanes Surya menilai, kurikulum 2013 minim materi sains. Pengintegrasian sains ke dalam materi lain justru membuat porsi sains semakin kecil.

“Materi sains harus ditambah dari SD sampai SMA. Sains harus diperbanyak,” kata Yohanes saat ditanya pendapatnya soal Kurikulum 2013 di Jakarta, Rabu (12/6).

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan menetapkan kurikulum SD berbentuk tematik integratif. Artinya, materi sains seperti IPA dan Matematika akan terintegrasi dengan materi Bahasa Indonesia.

Yohanes mengungkapkan pengurangan materi sains memang terjadi terus menerus dalam setiap pergantian kurikulum di Indonesia.

Padahal, kurikulum di sejumlah negara saat ini sangat mengutamakan sains karena mendukung pertumbuhan ekonomi negara.

Misalnya, negara Tiongkok yang “menggenjot” para siswanya untuk belajar sains. “Dari kurikulum tahun 1988 ke tahun 1994, materi sains yang diberikan makin turun. Artinya, soal tahun 1988 jika diberikan ke anak sekarang maka tidak akan bisa. Alasannya, jangan membebani siswa diberi soal susah-susah begitu,” ujarnya.

Kemdikbud pernah meminta Yohanes untuk menjadi tim penyusun buku kurikulum SD. Saat itu, Yohanes kerap menyerukan akan terjadi pendangkalan sains karena Kemdikbud mengingikan integrasi IPA untuk kelas I-VI.

Dia lebih setuju pengintegrasian sains dilakukan hanya kelas I-III. Yohanes menjelaskan pengintegrasian IPA dan Bahasa Indonesia untuk kelas I SD membutuhkan waktu 12 jam per minggu.

Tapi alokasi waktu untuk Bahasa Indonesia dalam kurikulum baru hanya sebesar delapan jam per minggu artinya terjadi pengurangan materi sains. [SP/Natasia Christy W]




Kirim Komentar Anda

Silahkan login untuk memberi komentar

Hanya teks dan link yang diperbolehkan.


Komentar Untuk Artikel Ini

Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!



Pemilu 2014

selengkapnya »»