Marzuki Alie Bela Polisi dalam Kasus Mesuji dan Bima
Rabu, 28 Desember 2011 | 15:24
Marzuki Alie [google] [JAKARTA] Ketua DPR Marzuki Alie membela polisi dalam kasus pembantaian rakyat di Mesuji Lampung dan Bima Nusa Tenggara Barat. Dia meminta untuk tidak hanya menyalahkan polisi. Pasalnya kasus di dua tempat itu adalah kasus lama sejak 1997.
"Harus proporsional lah melihatnya. Kasus itu kasus lama semua. Kasus tahun 1997, 1998. Nggak ada kasus yang baru. Tapi meledak sekarang karena reformasi. Dulu rakyat takut untuk berdemo. Sekarang rakyat berdemo untuk menuntut haknya atau hak orang lain itu terjadi," kata Marzuki di Gedung DPR RI, Jakarta, Rabu (28/12).
Dalam melihat itu, kata Marzuki, semua pihak harus arif, harus jernih dan jangan menyalahkan polisi semata. "Urusan tanah banyak provokasinya, banyak calonya," kata dia.
Banyaknya kritikan kepada Kapolri Jenderal Timur Pradopo terkait berbagai masalah yang akhir-akhir ini terjadi, Marzuki mengatakan, sebaiknya hal tersebut diserahkan kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono untuk mengevaluasinya.
"Yang mengevaluasi Presiden. Karena DPR ikut menetapkan, tentu Komisi Hukum (Komisi III DPR RI) yang akan mengevaluasi apakah ada kesalahan Kapolri atau itu puncak gunung es yang meledaknya saat dia jadi Kapolri," ujar Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat itu.
Ia mengatakan, orang selalu berpikir negatif tentang polisi bila terjadi masalah di lapangan. "Kalau polisi yang jadi korban tidak ada yang berbelasungkawa, tidak ada kita sampaikan keprihatinan. Ada polisi yang dibunuh, ada yang ditusuk. Tapi kita seolah-olah menganggap itu lah konsekuensi jadi polisi. Itu keliru. Polisi itu manusia juga, punya keluarga. Jangan kita melihatnya itu seolah-olah semua kejahatan polisi. Ada polisi yang tidak baik, ada polisi yang baik," ujar mantan Sekjen Partai Demokrat itu.
Bahkan ia mengatakan, terkadang sikap dan perilaku Satpol PP lebih kejam dibanding anggota Polri sendiri saat di lapangan. "Satpol PP ada yang lebih kejam dari polisi, injek-injek pedagang. Apakah Satpol PP lebih hebat dari polisi?, Nggak. Kadang-kadang dihancuri barang dagangannya tanpa memikirkan nasib pedagang," kata Marzuki.
Namun demikian, ia mengakui, perlu ada perbaikan di internal Polri agar kasus-kasus seperti di Bima dan Mesuji tidak terjadi lagi. "Kalau polisi betul-betul rekrutmennya baik, diyakini tak akan terjadi peristiwa seperti itu. Nah, masalahnya saat rekrutmen masih ada rekrutmennya dengan menggunakan uang," kata Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat itu.
Disamping itu, kunci lainnya adalah pendidikan Kepolisian yang sepakati dia bagian dari masyarakat sipil. "Harusnya diajarkan ilmu komunikasi, bagaimana komunikasi dengan rakyat. Diberikan juga tentang psikologi, bagaimana psikologis masyrakat yang marah. Bukan hanya cara-cara menindak dengan ilmu-ilmu bela diri," kata Marzuki. [Ant/A-21]
Komentar Untuk Artikel Ini
Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!
Sekuel Star Trek Puncaki Box Office
Pesawat Lion JT 0535 Rusak Lagi, Penumpang Kecewa
Berdharma Wisata Ke Tanah Lot, Siswa SMP Lumajang Nyolong Motor
Aiptu Sitorus Resmi Ditahan Di Rutan Bareskrim
BBM Mahal, Eropa Beralih Ke Energi Angin
Hun Sen dan Fidel Ramos Tiba Di Makassar
Klewang Libatkan Keluarga Bentuk Kerajaan Geng Motor
Dahlan: Gaji Outsourcing 10% Di Atas UMP
Pemprov DKI Jakarta Harus Beri Sanksi 16 RS Mundur Dari Program KJS
