Malaysia Pesan 32 Panser Pindad, Indonesia Malah Beli Panser Bekas dari Belanda
Selasa, 17 April 2012 | 7:51
Panser ANOA buatan PT Pindad. [google] [KUALA LUMPUR] Malaysia akan memesan 32 buah Panser ANOA dari PT Pindad dan
diberi nama Rimau, yang berarti harimau dalam Bahasa Melayu dan kesepakatan
dengan pihak negara tetangga tersebut sudah pada tahap akhir (closing deal).
"Malaysia mau gunakan panser 6x6 dan kini kami menantikan closing deal," kata Direktur Utama
PT Pindad Adik Avianto Soedarsono di sela-sela pameran Defence Services Asia
(DSA) 2012 di Kuala Lumpur, Malaysia, Senin (16/4).
Menurut dia, pihaknya juga sedang melakukan penjajakan dengan sejumlah negara
di Timur Tengah dan Eropa, termasuk dengan sesama Anggota ASEAN seperti Brunei
Darussalam.
Bahkan pada saat ini, ada rencana Sultan Brunei yang hadir dalam pameran DSA
2012 itu akan mengunjungi Panser Rimau yang juga dihadirkan di lokasi pameran
tersebut.
Ketertarikan Malaysia terhadap panser buatan Pindad tersebut sudah disampaikan
oleh Panglima Angkatan Tentera Malaysia (ATM) Jenderal Tan Sri Datu Sri
Zulkifli Mohammad Zein saat berkunjung ke Indonesia tahun lalu.
Hal itu disampaikan oleh Panglima TNI Laksamana Agus Suhartono usai pertemuan
Panglima ATM dengan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di kantor Presiden,
Selasa (5/7/2011).
"Tadi disinggung soal panser 6x6, Malaysia yang berkeinginan untuk
membeli, akan terus dilanjutkan," ujar Panglima TNI.
Presiden SBY, kata Agus, berpesan bahwa pilar penting dari hubungan antara
Indonesia dengan Malaysia adalah hubungan antara angkatan bersenjata.
"Kalau hubungan angkatan bersenjatanya bagus, tentu hubungan kedua negara
itu akan lebih bagus," kata Agus menirukan ucapan Presiden.
Sementara itu, sejak 9 April 2010, sebanyak 13 buah ANOA telah digunakan untuk
mengawal misi perdamaian PBB di Lebanon bersama Satgas Batalyon Mekanis TNI
Kontingen Garuda XXIII-D/UNIFIL. Panser ANOA 6x6 maupun 4x4 biasa digunakan
untuk pengawalan kegiatan-kegiatan penting negara.
Pada 15 November 2011 ANOA varian 6x6 yang menggunakan persenjataan Senapan
Mesin Berat 7.62 mm digunakan sebagai kendaraan tempur untuk patroli dan
penjagaan ring pada acara KTT ASEAN di Nusa Dua, Bali.
Panser jenis ini juga dipakai oleh Paspampres untuk pengawalan
kunjungan-kunjungan presiden. Selain kegiatan resmi, ANOA juga dipakai untuk
pengamanan car-free day di Bundaran HI. [Ant/L-8]
Komentar Untuk Artikel Ini
Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!
Pengembang Ngotot Membangun di Hutan Kota Bandung
Jokowi: Tak Ada Masalah Warga Pluit Pindah
Ini Dia Kostum Baru Barcelona untuk Musim Depan
Panglima TNI Isyaratkan Pengganti Dirinya KSAD Baru
Hatta Rajasa Terima “Reformasi Award” Dari Prodem
Jokowi Makan Bersama Warga Pluit Sambil Bahas Waduk
Aiptu LS Sudah Lama Mau Mundur dari Polisi, Tapi Tak Disetujui Atasan
Di Mata Golkar, Menkeu Chatib Basri Itu Neolib
