Mahasiswi IPB Menghilang, Orangtua Trauma
Selasa, 19 April 2011 | 10:01
Mahasiswi S2 IPB Melinda Fitriana (24 tahun) [TANGERANG] Melinda Fitriana (24), mahasiswi pasca sarjana Institut Pertanian
Bogor (IPB) sudah lima hari menghilang. Belum ada petunjuk ke mana Fitri, sapaan Melinda pergi. Kedua orangtuanya Sapto Hardoyo dan Sri Andiani trauma, mengingat kakak Melinda bernama Amanda yang masih kuliah di Trisakti ditemukan tewas setelah menghilang tiga hari, enam tahun lalu.
Dari pelacakan handphone (HP) yang dilakukan polisi, Fitri diketahui berada di sekitar kawasan Senen, Jakarta Pusat, dan sejumlah tempat di Jakarta. Namun sejak kemarin HP- nya sudah tidak aktif lagi. Namun Fitri pernah mengirim pesan pendek kepada ayahnya Sapto, ”Aku baik-baik saja, tolong jangan khawatir, Maaf –Fitri.”
Kedua orangtua berharap Fitri kembali ke rumah. “Kami trauma tidak ingin kejadian yang menimpa Amanda terjadi lagi,” ujar Sri Andiani, ibu Fitri, Selasa (19/4).
Sri mengaku, sejak kejadian yang menimpa Amanda, mereka protektif terhadap Fitri yang kini mendalami ilmu di jurusan Teknologi Pangan IPB Bogor sejak 2009. Fitri sebelumnya kuliah di S1 di Swiss German University (SGU) yang berlokasi di kawasan BSD. Selama kuliah, Fitri tidak pernah lepas dari pengawasan orang tuanya.
Semua teman harus diketahui nomor teleponnya. Kedua orangtuanya yang tinggal di Villa Bintaro Regency Blok A/IV No 6 Jalan Irian II, Pondok Aren, Tangerang Selatan juga rajin menjemput Fitri yang kos di Wisma Fio, Jalan Dramaga IPB nomor 47-Bogor. “Kami memang cukup protektif, tapi masih tetap demokratis karena dia satu-satunya anak kami,” kata Sapto.
Karena Fitri sudah dewasa, Sri mengaku, sudah tidak begitu mengontrol kegiatan anaknya dan teman-temannya. Fitri sendiri juga trauma dengan kejadian yang menimpa kakaknya sehingga dia selalu waspada dan hati-hati. Bahkan, kata Sri, Fitri yang justru kerap menenangkan hatinya. “Saya yakin karena dia sudah dewasa,” katanya.
Hilangnya Fitri sudah dilaporkan ke Polres Bogor. Kepergian Fitri diketahui ketika Sapto menjemput di kosannya Jumat (15/4) sore. Saat itu kamar kost sudah kosong dan pintu dalam keadaan terkunci. Dari informasi pihak kampus di bagian administrasi dan absensi IPB, diketahui Fitri sudah jarang kuliah sejak enam bulan lalu.
“Ternyata selama enam bulan terakhir dia jarang kuliah. Padahal, dia terlihat sibuk dan selalu terlihat aktif di kampus. Kami juga tidak terlalu memperhatikan aktivitas sehari-harinya, tapi selama ini selalu normal dan terlihat aktif kekampus,” kata Sri menambahkan.
Kedua orangtuanya khawatir anak mereka mengikuti kegiatan kelompok tertentu. Meskipun, tidak ada alasan kuat untuk mencurigai hal itu. “Hanya khawatir saja karena yang sedang ramai dibicarakan saat ini seperti negara Islam Indonesia (NII), ”katanya.
Sri menuturkan, dalam pengamatannya selama ini Melinda sama sekali tidak menunjukkan ikut dalam kegiatan apa pun.” Kegiatannya murni hanya kuliah,”katanya.
Dalam pergaulan, menurut Sri, Melinda tidak punya pacar atau teman istimewa yang kira-kira terlibat dalam hilangnya mahasiswi berusia 24 tahun itu.” Kebetulan Fitri anaknya logis dan tidak mudah percaya dengan hal-hal yang di luar logika,” katanya. [132]
Komentar Untuk Artikel Ini
Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!
Dilaporkan Ke KPK, Bibit Waluyo Tanggapi Santai
Eyang Subur Diperiksa Terkait Pencemaran Nama Baik
Dijamin Tak Ada Penggusuran, Warga Akhirnya Buka Jalan
Presiden PKS Akui Ketemu Direktur PT Indoguna
Lapan Luncurkan Roket Pembawa Satelit Di Morotai
Mourinho Diusir Dari Bangku Cadangan Saat Final Piala Raja
Soal Capres, Gita Belum Direstui SBY
Warga Tutup Kembali Jalan I Gusti Ngurah Rai
