SP Logo
Selamat datang Tamu   |   
Rabu, 3 September 2014
Pencarian Arsip

Mahasiswa UMI Bentrok, Satu Tewas
Jumat, 21 September 2012 | 7:02

Ilustrasi tawuran pelajar [google] Ilustrasi tawuran pelajar [google]

[MAKASSAR] Bentrokan antarmahasiswa di Kampus Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar, Kamis (20/9) petang, menelan korban jiwa. Seorang mahasiswa tewas akibat tertusuk senjata tajam.  

Korban diidentifikasi bernama Ibrahim alias Ibe, mahasiswa Fakultas Teknik Elektro angkatan 2008. Ia menderita luka tusukan diperut dan meregang nyawa setelah berupaya diberikan pertolongan di Rumah Sakit Ibnu Sina, depan kampus UMI yang terletak di Jalan Urip Sumoharjo.  

Sumber di kalangan mahasiswa mengatakan, peristiwa itu berawal ketika seorang mahasiswa Fakultas Teknik Mesin UMI dianiaya oleh seniornya. Tak terima perlakuan itu, dia mengajak kerabatnya untuk membalas dan menyerang fakultas teknik mesin.  

Bentrokan pun meluas, terjadi perang batu dan saling kejar dengan menggunakan senjata tajam, kaca-kaca jendela di beberapa bagian bangunan kampus pecah.  

Korban saat itu turut dalam penyerangan ke teknik mesin hingga terkena tikaman di bagian parutnya dan dilarika ke RS Ibnu Sina. Melihat rekannya tewas, mahasiswa kembali melakukan serangan ke fakultas teknik mesih, namun berhasil dihalau polisi yang lebih dulu tiba di lokasi kejadian setelah menerima laporan dari pihak kampus.  

Hasil penyisiran yang dilakukan petugas di sejumlah ruangan di kampus itu  menemukan berbagai senjata tajam, di antaranya parang, anak panah, badik dan celurit.  

Pihak rektorat meminta kepolisian mengusut tuntas kasus ini dan berjanji akan menindak tegas mahasiswa yang terlibat.  

“Semua yang membuat keributan dan terlibat dalam kasus tersebut dikenakan sanksi akademik, jika pelanggarannya ringan diskors  dua semester, kalau berat empat semester, dan jika terbukti melakukan tindak kriminal hingga merenggut nyawa orang lain, langsung dikeluarkan,” kata Achmad Gani, Pembantu Rektor III.  

Kepala Kepolisian Resort Kota Besar (Kapolrestabes) Makassar Komisaris Besar (Kombes) Polisi Erwin Triwanto menyatakan akan mengusut tuntas kasus tersebut dan menangkap pelakunya.  

“Ini tindak kriminal dan polisi akan megusut hingga tuntas terhadap mahasiswa yang terlibat,” katanya ketika menengok jazad korban di RS Ibnu Sina, Kamis petang.  

Jenazah korban sore itu juga dipindahkan ke RS Bhayangkara untuk diotopsi, selanjutnya diberangkatkan ke kampung halamannya di Kota Palopo dan diserahkan kepada pihak keluarganya. [148]




Kirim Komentar Anda

Silahkan login untuk memberi komentar

Hanya teks dan link yang diperbolehkan.


Komentar Untuk Artikel Ini

Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!



Pemilu 2014

selengkapnya »»