Ekses Rusuh Pilkada Nagan Raya
Mahasiswa Desak Kapolda Tindak Polisi Penembak Warga
Selasa, 10 Juli 2012 | 22:17
Ilustrasi penembakan [antara] [BANDA ACEH]
Puluhan
mahasiswa yang menamakan diri Mahasiswa Peduli Nagan Raya (MPNR),
Selasa (10/7) siang melakukan aksi unjuk rasa ke Mapolda Aceh,
dikaswasan Jeulingke, Banda Aceh, dalam rangka menuntut Kapolda Aceh
supaya menindak polisi yang melakukan penembakan terhadap
warga saat membubarkan ribuan pengunjuk rasa di Kantor Komisi
Independen
Pemilihan (KIP) Kapupaten Naga Raya, Senin (9/7) malam.
Dalam
aksi itu, puluhan mahasiswa membawa spanduk yang bertuliskan tuntutan
untuk menindak oknum polisi yang menembak
warga Nagan Raya, aksi yang berlangsung belasan menit itu ditenggerai
tidak ada izin dari pihak kepolisian, sehingga pengunjuk rasa
membubarkan diri tidak lama setelah menyampaikan tuntutan.
Koordinator aksi Bahera
mengatakan, pada saat polisi membubar aksi unjuk
rasa di kantor KIP Nagan Raya ada tiga warga tertembak dengan senjata
oknum polisi, akibatnya ketika warga berluka tembak tersebut harus
dirawat di Rumah Sakit Umum Nagan Raya dan Pukesmas
setempat. Ketiga warga itu tertembak saat melakukan aksi unjuk rasa
Senin (9/7) malam. Terhadap kasus itu kami minta Kapolda Aceh agar
mengusut dan menindak tegas pelaku.
a menambahkan, kami mengecam sikap oknum polisi yang telah melakukan aksi arogansi terhadap masyarakat. Mereka
meminta pihak kapolda untuk menindak oknum polisi yang melakukan penembakan.
Pamenwas Polda Aceh AKBP Mach Fudhi mengatakan, Polda Aceh sudah menurunkan tim Propam untuk menyelidiki oknum polisi
yang telah menembak warga. “Jika terlibat akan kita tindak,” kata Mach Fudhi saat menemui pengunjuk rasa.
Dia menyebutkan aksi puluhan mahasiswa asal Nagan Raya tidak memiliki izin, sehingga harus dibubarkan dan mahasiswapun
akhirnya meninggalkan Mapolda Aceh, setelah menyampaikan beberapa tuntutan.
Polisi melepaskan tembakan untuk membubarkan unjukrasa di KIP Nagan Raya, kemarin. Akibatnya, tiga warga mengalami
luka. Sejumlah polisi juga dikabarkan mengalami luka dalam kerusuhan memprotes hasil pilkada putaran kedua di sana.(147)
Komentar Untuk Artikel Ini
Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!
Kemnakertrans Diminta Pertanggungjawabkan Rp 1,18 Triliun Duit Amnesti TKI di Arab Saudi
Deplu AS Bilang RI Gagal Lindungi Minoritas
Spider-Man Kembali ke Layar Lebar di 2016 dan 2018
KPK Diminta Audit Pungli Oleh Kemnakertrans
Adik Tiri Gubernur Atut Ditetapkan Jadi Tersangka
Huawei Ascend P6, Ponsel Cerdas Paling Tipis di Dunia
Dicecar Soal Pernikahan, Djoko Susilo Gerah
Pemerintah Ajukan Penundaan Amnesti TKI
Nazaruddin Berbisnis dari Penjara
Antisipasi Mahasiswa Ngamuk, Kampus Nommensen Diliburkan Selama Sepekan
