SP Logo
Selamat datang Tamu   |   
Minggu, 21 September 2014
Pencarian Arsip

Mabes TNI Siapkan 12 Penasihat Hukum Untuk Tersangka Cebongan
Kamis, 11 April 2013 | 6:53

Kapendam IV/Diponegoro Kol Inf Widodo Rahardjo (kiri) bersama Mayor CPM L Murdiyanto, memberikan keterangan pers mengenai pemeriksaan terhadap 11 anggota Kopassus yang melakukan penyerbuan ke LP Cebongan di Mapomdam Diponegoro, Selasa (9/4) sore [SP/Stefy Thenu] Kapendam IV/Diponegoro Kol Inf Widodo Rahardjo (kiri) bersama Mayor CPM L Murdiyanto, memberikan keterangan pers mengenai pemeriksaan terhadap 11 anggota Kopassus yang melakukan penyerbuan ke LP Cebongan di Mapomdam Diponegoro, Selasa (9/4) sore [SP/Stefy Thenu]

[SEMARANG] Sebelas tersangka pelaku penyerangan LP Cebongan, Sleman, DIY  didampingi  12 tim penasihat hukum dari Markas Besar TNI Angkatan Darat (Mabes AD).

Kapendam IV/Diponegoro, Kolonel Inf Widodo Raharjo mengatakan, tim yang terdiri atas 12 penasihat hukum  akan mendampingi ke-11 oknum anggota Kopasus selama menjalani penyidikan di Mapomdam IV/Diponegoro.

Tim dipimpin oleh Kolonel Chk Rohmat, dengan anggota Letkol Chk Sarif Hidayat, Letkol Chk Ashar, Letkol Chk Yaya Supriyadi, Mayor Chk Mahatma Budi, Mayor Chk Sunardi, Mayor Chk Isa Angsari, Mayor Chk Khamdan , Mayor Chk Winarjo, Mayor Chk Munadi, Kapten Chk Amarpaung dan Kapten Chk Andjoyo Ratri.

Mereka akan mendampingi Serda US, Sertu S, Sertu TJ, Sertu AR, Serda SS, Sertu MRPB, Sertu HS, Serda IS, Koptu K, Serma M dan Serma MZ sejak pemeriksaan hingga ke pengadilan.


Sementara itu, Kodam IV Diponegoro, Rabu, menggelar upacara lepas sambut mantan Panglima Kodam (Pangdam) IV/Diponegoro, Mayjen TNI Hardiono Saroso, kepada penggantinya Mayjen TNI Sunindyo, di Makodam IV Diponegoro, Watugong, Semarang.

Upacara lepas sambut berlangsung meriah, bahkan Hardiono Saroso dilepas bak pahlawan oleh jajaran staf Kodam IV/Diponegoro. Puluhan prajurit memanggul dan mengelu-elukan Hardiono, bersama pejabat Pangdam baru, Mayjen TNI Sunindyo.

Hardiono  selanjutnya akan menjabat sebagi Staf Khusus Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD).

Kepada wartawan, Hardiono menegaskan, “Saya tetap bangga dan menaruh hormat kepada 11 prajurit TNI AD yang kini menjalani penyidikan. Ini merupakan bentuk solidaritas serta jiwa korsa yang tidak dapat tergoyahkan sebagai bagian dari prajurit TNI AD,” tegasnya.

Menurut dia, kebanggaan terhadap ke-11 prajurit tersebut tetap dilakukan meski harus mempertahankan karier, pangkat serta jabatan sebagai Pangdam IV/Diponegoro.

Terkait  pernyataannya yang dinilai kontroversial  pasca penyerangan LP Cebongan, Hardiono mengatakan, Pangdam IV/Diponegoro memiliki tugas yang banyak, yakni sebagai panglima komando wilayah, bertindak sebagai komando operasi, sebagai panglima komando daerah saat pengamanan di daerahnya dan juga sebagai komandan garnisun yang bertanggungjawab terhadap satuan- satuan organik dan nonorganik yang ada d wilayah Provinsi Jawa Tengah dan Yogyakarta.

“Saat itu, semuanya merupakan tanggung jawab saya. Ada darat, laut dan udara. Saya tegaskan, semua merupakan tanggungjawab saya,” tegasnya.

TNI AD tetap menghormati proses hukum terhadapa 11 oknum anggotanya yang  menjadi tersangka penyerbuan LP Cebongan, Sleman, DIY. Dirinya berharap proses hukum terhadap Ke-11 anggota TNI AD ini dapat berjalan sesuai dengan proporsinya dan polemik kasus tersebut dapat berhenti.

Pangdam IV/Diponegoro yang baru, Mayjen TNI Sunindyo menegaskan, proses hukum ke - 11 anggota TNI AD juga sudah dilaksanakan secara transparan.

“Semuanya sudah jelas, langkah- langkah yang diambil oleh TNI sudah transparan," tegasnya. [142]




Kirim Komentar Anda

Silahkan login untuk memberi komentar

Hanya teks dan link yang diperbolehkan.


Komentar Untuk Artikel Ini

Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!



Pemilu 2014

selengkapnya »»