Maarif Sarankan Nasdem Cari Kader Berkharakter
Minggu, 13 Mei 2012 | 17:02
Syafii Maarif [google] [JAKARTA] Mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah Syafii Maarif
menyarankan Partai Nasonal Demokrat (Nasdem) menghimpun kader-kader yang
berkarakter, sehingga partai itu mampu menjadi lokomotif perubahan nasib bangsa
Indonesia.
Hal itu disampaikan Syafii Maarif saat menerima kunjungan
Ketua Dewan Pakar Partai Nasdem Hary Tanoesudibjo di kediaman Syafii di
Yogyakarta, Jumat (11/5).
Menurut Syafii Maarif, masyarakat Indonesia menginginkan adanya perubahan,
mulai dari tatanan hukum, pembenahan masalah korupsi hingga pembangunan
infrastruktur yang mandek, dan hal itu membuat peluang Partai Nasdem, yang
menawarkan perubahan, diterima masyarakat.
Namun, kata Syafii Maarif, untuk memenuhi harapan masyarakat itu, Partai Nasdem
membutuhkan kader-kader yang
"Saat ini, politik hanya jadi tempat mencari
nafkah dan itu terlihat dari kondisi DPR RI yang penuh dengan kasus korupsi.
Saat ini kalau ada anggota dewan yang keluar dari DPR, itu merupakan
warga negara yang baik," katanya seraya menambahkan bahwa kelakuan
partai-partai yang ada di parlemen saat
ini tidak ada bedanya, baik partai besar maupun kecil.
Buya Syafii menambahkan bahwa pembenahan dibutuhkan
tidak hanya di tingkat pusat saja, tetapi harus sampai ke daerah-daerah.
Karenanya banyak dibutuhkan kader-kader yang benar-benar punya komitmen
menyelamatkan bangsa ini.
"Partai Nasdem harus merangkul sebanyak
mungkin pihak di masyarakat agar bisa membuat kebijakan yang mampu mengubah
nasib bangsa ini. Beri ruang seluas-luasnya kepada semua pihak yang ingin
perubahan untuk bergabung," ujarnya.
Sementara itu, Hary Tanoesudibjo mengatakan bahwa
negara-negara di dunia saat ini sudah menciptakan pemain industri berskala
global. Tapi di Indonesia, menurut dia, pemerintah justru berbuat sebaliknya.
Perusahaan-perusahaan asing diberi kesempatan seluasnya masuk Indonesia, sementara pemain lokal tidak didorong menjadi pemain
Dia memberi contoh kebijakan "open sky
policy" di industri penerbangan yang telah merugikan pemain lokal,
sementara maskapai asing leluasa masuk Indonesia secara bebas. Konsumennya
adalah rakyat Indonesia sendiri.
"Jadi pemerintah selanjutnya akan banyak
memiliki pekerjaan rumah dari peninggalan pemerintahan saat ini. Banyak kebijakan yang tidak tepat dan
merugikan Indonesia yang sesungguhnya kaya akan SDM dan sumberdaya alam,"
ujarnya. [Ant/L-8]
Komentar Untuk Artikel Ini
Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!
Berdharma Wisata Ke Tanah Lot, Siswa SMP Lumajang Nyolong Motor
Pesawat Lion JT 0535 Rusak Lagi, Penumpang Kecewa
Aiptu Sitorus Resmi Ditahan Di Rutan Bareskrim
Hun Sen dan Fidel Ramos Tiba Di Makassar
BBM Mahal, Eropa Beralih Ke Energi Angin
Dahlan: Gaji Outsourcing 10% Di Atas UMP
Klewang Libatkan Keluarga Bentuk Kerajaan Geng Motor
Pemprov DKI Jakarta Harus Beri Sanksi 16 RS Mundur Dari Program KJS
