SP Logo
Selamat datang Tamu   |   
Senin, 20 Mei 2013
Pencarian Arsip

Maarif Sarankan Nasdem Cari Kader Berkharakter
Minggu, 13 Mei 2012 | 17:02

Syafii Maarif [google] Syafii Maarif [google]

[JAKARTA] Mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah Syafii Maarif menyarankan Partai Nasonal Demokrat (Nasdem) menghimpun kader-kader yang berkarakter, sehingga partai itu mampu menjadi lokomotif perubahan nasib bangsa Indonesia.

Hal itu disampaikan Syafii Maarif saat menerima kunjungan Ketua Dewan Pakar Partai Nasdem Hary Tanoesudibjo di kediaman Syafii di Yogyakarta, Jumat (11/5).

Menurut Syafii Maarif, masyarakat Indonesia menginginkan adanya perubahan, mulai dari tatanan hukum, pembenahan masalah korupsi hingga pembangunan infrastruktur yang mandek, dan hal itu membuat peluang Partai Nasdem, yang menawarkan perubahan, diterima masyarakat.

Namun, kata Syafii Maarif, untuk memenuhi harapan masyarakat itu, Partai Nasdem membutuhkan kader-kader yang

"Saat ini, politik hanya jadi tempat mencari nafkah dan itu terlihat dari kondisi DPR RI yang penuh dengan kasus korupsi. Saat ini kalau ada anggota dewan yang keluar dari DPR, itu merupakan
warga negara yang baik," katanya seraya menambahkan bahwa kelakuan partai-partai  yang ada di parlemen saat ini tidak ada bedanya, baik partai besar maupun kecil.

Buya Syafii menambahkan bahwa pembenahan dibutuhkan tidak hanya di tingkat pusat saja, tetapi harus sampai ke daerah-daerah. Karenanya banyak dibutuhkan kader-kader yang benar-benar punya komitmen menyelamatkan bangsa ini.

"Partai Nasdem harus merangkul sebanyak mungkin pihak di masyarakat agar bisa membuat kebijakan yang mampu mengubah nasib bangsa ini. Beri ruang seluas-luasnya kepada semua pihak yang ingin perubahan untuk bergabung," ujarnya.

Sementara itu, Hary Tanoesudibjo mengatakan bahwa negara-negara di dunia saat ini sudah menciptakan pemain industri berskala global. Tapi di Indonesia, menurut dia, pemerintah justru berbuat sebaliknya. Perusahaan-perusahaan asing diberi kesempatan seluasnya masuk Indonesia, sementara pemain lokal tidak didorong menjadi pemain

Dia memberi contoh kebijakan "open sky policy" di industri penerbangan yang telah merugikan pemain lokal, sementara maskapai asing leluasa masuk Indonesia secara bebas. Konsumennya adalah rakyat Indonesia sendiri.

"Jadi pemerintah selanjutnya akan banyak memiliki pekerjaan rumah dari peninggalan pemerintahan saat ini.  Banyak kebijakan yang tidak tepat dan merugikan Indonesia yang sesungguhnya kaya akan SDM dan sumberdaya alam," ujarnya. [Ant/L-8]




Kirim Komentar Anda

Silahkan login untuk memberi komentar

Hanya teks dan link yang diperbolehkan.


Komentar Untuk Artikel Ini

Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!



AKTIVITAS & REKOMENDASI TEMAN