SP Logo
Selamat datang Tamu   |   
Rabu, 19 Juni 2013
Pencarian Arsip

Logika Pemerintah Tak Diterima, Organda Tolak Keniakan BBM
Jumat, 16 Maret 2012 | 8:05

Ilustrasi angkutan kota [google] Ilustrasi angkutan kota [google]

[SERANG] Organda Pandeglang, Banten, menolak kebijakan pemerintah pusat menaikan harga BBM. Menurut mereka, kenaikan BBM akan berdampak  semakin mahalnya harga spare part kendaraan, dan tarif angkutan dipastikan akan ikut naik.  

Ketua Organda Pandeglang Emus Mustagfirin menegaskan, pihaknya tidak setuju dengan rencana pemerintah pusat menaikan harga BBM.  Sebab, dampak kenaikan BBM sangat luas, tidak hanya terhadap kebutuhan pokok, tetapi juga suku cadang kendaraan dan juga tarif angkutan.  

"Dampak kenaikan harga BBM pasti akan mencekik leher rakyat miskin. Berpengaruh juga pada tarif angkutan umum, angkutan barang dan harga kebutuhan pokok. Kami dari Organda Pandelang menolak kebijakan kenaikan BBM tersebut,” tegasnya.  

Dia mengungkapkan, jika pemerintah tetap akan menaikan harga BBM, pemerintah daerah harus segera membahas kenaikan tarif angkutan dengan melibatkan elemen masyarakat yang ada di Pandeglang.  

“Gejolak berkepanjangan akan terjadi pascakenaikan BBM. Pemerintah harus bisa mengantisipasinya. Jangan sampai akan terjadi keributan antara sopir dan penumpang, kalau pemerintah lamban mengantisipasi dampak kenaikan harga BBM. Jika harga BBM tetap dinaikan, maka perlu segera ditindaklanjuti dengan membahas kenaikan tarif angkutan,” jelasnya. [149]




Kirim Komentar Anda

Silahkan login untuk memberi komentar

Hanya teks dan link yang diperbolehkan.


Komentar Untuk Artikel Ini

Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!



AKTIVITAS & REKOMENDASI TEMAN