Logika Pemerintah Tak Diterima, Organda Tolak Keniakan BBM
Jumat, 16 Maret 2012 | 8:05
Ilustrasi angkutan kota [google] [SERANG] Organda Pandeglang, Banten, menolak kebijakan
pemerintah pusat menaikan harga BBM. Menurut mereka, kenaikan BBM akan
berdampak semakin mahalnya harga spare
part kendaraan, dan tarif angkutan dipastikan akan ikut naik.
Ketua Organda Pandeglang Emus Mustagfirin menegaskan,
pihaknya tidak setuju dengan rencana pemerintah pusat menaikan harga BBM.
Sebab, dampak kenaikan BBM sangat luas, tidak hanya terhadap kebutuhan pokok,
tetapi juga suku cadang kendaraan dan juga tarif angkutan.
"Dampak kenaikan harga BBM pasti akan mencekik leher
rakyat miskin. Berpengaruh juga pada tarif angkutan umum, angkutan barang dan
harga kebutuhan pokok. Kami dari Organda Pandelang menolak kebijakan kenaikan
BBM tersebut,” tegasnya.
Dia mengungkapkan, jika pemerintah tetap akan menaikan
harga BBM, pemerintah daerah harus segera membahas kenaikan tarif angkutan
dengan melibatkan elemen masyarakat yang ada di Pandeglang.
“Gejolak berkepanjangan akan terjadi pascakenaikan BBM.
Pemerintah harus bisa mengantisipasinya. Jangan sampai akan terjadi keributan
antara sopir dan penumpang, kalau pemerintah lamban mengantisipasi dampak
kenaikan harga BBM. Jika harga BBM tetap dinaikan, maka perlu segera
ditindaklanjuti dengan membahas kenaikan tarif angkutan,” jelasnya. [149]
Komentar Untuk Artikel Ini
Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!
Kemnakertrans Rampok Rp 1,18 Triliun Duit Amnesti TKI di Arab Saudi
Mari Membaca Berita BBM Versi Media Sosial
FUI Bogor Minta Kejagung Bekukan Ormas LDII
Tolak Kenaikkan BBM, Polisi Tahan Rektor Universitas HKBP Nommensen
Massa Bakar Polres Pegunungan Bintang, Papua
Arab Saudi Minta Haji Tahun Ini Ditunda
Diduga Ada Kesepakatan Hitam Ical-SBY
Wartawan Jambi Aksi Damai Protes Aparat Keamanan
