SP Logo
Selamat datang Tamu   |   
Rabu, 17 September 2014
Pencarian Arsip

Lima Proyek Indonesia Ditawarkan di Inggris
Kamis, 20 September 2012 | 8:35

BKPM mengharapkan partisipasi pengusaha Inggris dalam bentuk PMA maupun joint venture. [Reuters] BKPM mengharapkan partisipasi pengusaha Inggris dalam bentuk PMA maupun joint venture. [Reuters]

[LONDON] Sekitar 50 pengusaha dan perwakilan dunia usaha Inggris menghadiri pemasaran investasi Indonesia di Hotel Sheraton, Piccadilly, di pusat Kota London, Rabu (19/9).

Kegiatan di London ini merupakan yang ketiga dari rangkaian promosi investasi Indonesia 2012 di luar negeri, yang dimulai di Hong Kong, Amsterdam, dan akan ditutup pekan terakhir September di New York.

"London merupakan salah satu kota yang dianggap penting sebagai salah satu pusat keuangan dunia dan dari sini iformasi bisa menyebar meluas," tutur Tamba Hutapea, Deputi Kepala BKPM kepada BBC Indonesia.

Di hadapan para pengusaha Inggris, Tamba Hutapea menjelaskan bahwa Indonesia adalah salah satu kekuatan ekonomi di Asia dengan GDP sekitar US$825 miliar dan merupakan negara dengan peringkat investasi yang stabil menurut beberapa lembaga keuangan internasional.

Dengan kondisi tersebut, BKPM yakin bisa mencapai sasaran investasi sebesar US$31,5 miliar untuk tahun 2012 dan hingga semester pertama 2012, realisasinya sudah US$16,5 miliar.

Dari investasi asing yang sudah terwujud tersebut, sebanyak US$221,7 juta berasal dari Inggris dan BKPM mengharapkan akan lebih banyak lagi investor Inggris yang masuk ke Indonesia. Selain sebagai salah satu pusat keuangan dunia, Inggris juga menjadi sasaran karena skema PPP -atau disebut Proyek Kerjasama Pemerintah dan Swasta, PKPS- yang sudah dianggap berjalan dengan baik.

"Inggris merupakan salah satu negara yang paling berpengalaman dalam skema PPP dan kami tentu ingin mendapatkan pengalaman swasta dan pemerintah atau PPP yang di Indonesia dikenal dengan Proyerk Kerja sama Pemerintah Swasta, PKPS.

Lima Proyek

Jumlah total investasi yang diharapkan dari promosi investasi di London mencapai US$ 3,6 miliar yang terdiri dari lima proyek prasarana. Salah satu proyek yang ditawarkan adalah pembangunan jalur kereta api dari Bandara Soekarno Hatta ke Stasion Manggarai di Jakarta Pusat dengan nilai US$ 1,1 miliar.  

"Saat ini perjalanan dari bandara ke pusat kota Jakarta memerlukan waktu antara 1 jam hingga 2 jam karena kemacetan lalu lintas, dan diharapkan dengan sarana transportasi kereta api bisa direduksi menjadi sekitar 30 hingga 40 menit," tutur Hanggoro Budi Wiryawan, Direktur Kereta Api dan Transportasi, PT KAI, saat memberikan presentasi.

Hanggoro menjelaskan transportasi kereta api sangat dibutuhkan untuk mengimbangi kenaikan jumlah penumpang di bandara Soekarno Hatta yang saat ini mencapai sekitar 50 juta penumpang per tahun dan akan meningkat 80 juta/tahun pada 2020.

PT KAI mengharapkan para investor yang berminata harus mampu memenuhi persyaratan yang ditetapkan, yaitu jarak tempuh antara 30 menit hingga 40 menit dan kecepatan maksimal bisa mencapai 100km/jam.

Dua proyek besar yang ditawarkan di Inggris antara lain adalah jalan tol Cileunyi-Sumedang-Dawuan di Jawa Barat sepanjang 60 km dengan nilai investasi US$1,1 miliar dan dan pembangkit listrik tenaga air Karama di Sulawesi Barat (US$1,3 miliar).

Sementara dua lainnya di bawah US$1 miliar adalah pengadaan air di PDAM Semarang (US$78 juta) dan pengelolaan sampah di Batam (US$120 juta).

Selain pemaparan setiap proyek, acara pemasaran dilanjutkan dengan diskusi kecil untuk masing-masing proyek sehingga masing-masing peserta bisa mencari informasi lebih lanjut atas proyek yang menjadi perhatiannya. [BBC/L-8]




Kirim Komentar Anda

Silahkan login untuk memberi komentar

Hanya teks dan link yang diperbolehkan.


Komentar Untuk Artikel Ini

Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!



Pemilu 2014

selengkapnya »»