Laptop Raib di Pesawat Lion Air, Penumpang Minta Tanggung Jawab
Minggu, 29 April 2012 | 21:17
Pesawat Lion Air [JAKARTA] Seorang penumpang Lion Air, Muhammad Hamzah,
meminta pertanggungjawaban manajemen maskapai penerbangan itu menyusul
hilangnya komputer jinjing (laptop) miliknya di bagasi.
"Saya kecewa dengan manajemen Lion Air karena sudah dua hari ini laptop
saya yang hilang di bagasi belum dapat penjelasan dari pihak manajemen dan
seolah-olah mereka lepas tangan," ujar Kepala Sub Bagian Pemberitaan Humas
Pemerintah Kota Makassar itu, Minggu (29/4).
Ia menjelaskan bahwa laptop miliknya raib saat salah seorang pramugara pesawat
mengambil koper yang berisi laptop untuk dibagasikan dengan alasan bagasi di
dalam kabin pesawat telah penuh.
"Waktu itu saya masuk ke pesawat lewat pintu samping belakang. Ketika
sampai di pintu pesawat, salah seorang pramugara menahan saya dan menjelaskan
kabin pesawat sudah penuh, jadi koper saya harus dibagasikan. Pramugara itupun
mengambil koper saya," katanya.
Mantan wartawan salah satu radio swasta ini mengaku bahwa barang bawaannya itu
adalah laptop untuk kerja sehari-hari yang biasa digunakannya. Namun, pramugara
itu tetap melarang membawa kopornya ke dalam kabin.
Ia kemudian menyerahkan kopornya kepada salah satu pramugari untuk di tempatkan
di bagasi pesawat Lion Air tujuan Jakarta-Makassar pada Kamis (26/4).
Ketika sampai di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin Makassar, tanpa
perasaan curiga, dirinya mengambil kopornya di bagian pengambilan bagasi untuk
selanjutnya kembali ke rumah.
"Saya baru mengetahui laptop saya sudah tidak ada di dalam kopor ketika
perjalanan pulang ke rumah. Waktu itu sudah pukul 22.00 Wita, jadi saya niat
singgah makan di salah satu warung makan sambil mengerjakan beberapa pekerjaan
kantor. Saat membuka koper, laptop saya sudah tidak ada dan langsung kembali ke
bandara untuk melaporkan ke manajemen Lion," ucapnya.
Arif, salah seorang petugas bagasi Maskapai Penerbangan Lion Air yang mendengar
adanya pengaduan penumpang kemudian membuatkan surat pengaduan atas laporan
peristiwa yang menimpanya.
"Waktu itu saya diterima beberapa petugas Lion Air yang bertugas di bagian
bagasi, salah satunya bernama Arif. Saya lalu dibuatkan surat pengaduan dan
dijanjikan segera dihubungi jika ada informasi terkait laptop saya. Namun
karena dua hari tidak menerima konfirmasi apa-apa, saya kembali mendatangi
kantor Lion Air di Bandara Hasanuddin mempertanyakan laptop saya yang hilang," katanya.
[Ant/L-8]
Komentar Untuk Artikel Ini
Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!
Pilkada Gubernur NTT Putaran Kedua Dimulai
KPU Kabupaten Gelar Pleno Pilgub Bali
Pilgub NTT Putaran Kedua, Frenly Yakin Menang
Hypermart Kedua di Kota Ambon Diresmikan
Pilgub NTT: Esthon-Paul Unggul Sementara
Mantan Kasdam Jaya Akan Beli Kembali Lahan yang Dieksekusi
Pimpinan Geng Cewek di Pasuruan Dilapokan ke Polisi
Demokrat: Silakan Saja PKS Keluar Dari Koalisi
