Kualifikasi Piala Asia, Timnas U-22 Terkendala Jam Terbang Pemain
Rabu, 4 Juli 2012 | 10:30
Andik Vermansyah [tribunnews] [JAKARTA] Tim Nasional (Timnas) Indonesia U-22 yang turun
di ajang kualifikasi Piala Asia 2013 di Riau masih memiliki beberapa kendala, terutama
masalah jam terbang para pemainnya. Skuad yang diisi oleh sebagian besar pemain
amatir yang belum pernah berkompetisi pada level tertinggi di Tanah Air,
dinilai akan menjadi titik lemah tim "Garuda" muda dalam menghadapi
calon lawan-lawannya nanti.
"Secara keseluruhan, pemain sudah siap menghadapi
kualifikasi Piala Asia ini. Tapi, masalah jam terbang pemain yang cukup menjadi
perhatian kami. Ada sekitar tujuh sampai delapan pemain yang bermain di
kompetisi amatir. Mereka sama sekali belum pernah merasakan atmosfer
pertandingan internasional," ujar pelatih Timnas U-22 Aji Santoso ketika
dihubungi SP, Selasa (3/7).
Namun, Aji telah mengantisipasi hal itu dengan
menginstruksikan para pemainnya untuk bermain seusai skema bermain yang telah diterapkan
oleh tim pelatih. Dia juga memotivasi punggawa "Merah Putih" ini
untuk tampil percaya diri, meskipun akan menghadapi lawan-lawan yang secara
kualitas berada satu level di atas Indonesia, seperti Australia dan Jepang.
"Saya tekankan kepada pemain untuk tampil lepas dan
tidak minder. Saya juga bilang jika tugas mereka hanyalah bermain sesuai
instruksi pelatih. Kalau dari segi hasil, biar saya yang
bertanggungjawab," katanya.
Indonesia akan mengawali perjuangan di babak kualifikasi
Piala Asia pada Kamis (5/7) melawan Australia di Stadion Utama Riau. Menghadapi
lawan yang unggul secara kualitias, Aji menyatakan pihaknya tetap optimistis
dalam menatap laga itu dan sudah mempersiapkan strategi khusus untuk meladeni
permainan "The Socceroos".
Australia tercatat membawa 23 pemain untuk menghadapi
kualifikasi Piala Asia tahun ini. Kekuatan mereka semakin diperhitungkan
setelah membawa dua pemain yang berlaga di Liga Utama Inggris. Mereka adalah
Giancarlo Gallifuoco yang bermain untuk Tottenham Hotspur dan Aaron Lennox yang
merumput bersama Queens Park Rangers yang saat ini terdaftar sebagai pemain tim
cadangan di klubnya masing-masing.
Lebih lanjut, mantan pelatih Persebaya ini
menginstruksikan kepada anak-anak asuhnya untuk memainkan bola pendek dengan
satu-dua sentuhan dan tidak terlalu sering memainkan bola-bola lambung.
Australia, lanjut Aji, selain unggul dalam postur tubuh, juga unggul dalam
pengalaman bertanding di level internasional.
Selain menghindari permainan bola lambung, pelatih 42
tahun ini juga akan mengandalkan permainan kolektifitas. Menurutnya, jika
permainan satu-dua sentuhan bisa diterapkan, kesempatan untuk meraih hasil
positif akan terbuka.
Aji juga menyatakan, tidak akan terlalu mengeksploitasi
kemampuan individu dari Andik Vermansyah. Menurut dia, Andik memang menjadi
bagian penting di dalam tim, tetapi tidak akan menjadi satu-satunya tumpuan
untuk memenangkan pertandingan.
"Andik memang pemain penting, tapi saya selalu
tekankan untuk bermain secara kolektif. Untuk peluang tim? Saya percaya apa pun
bisa terjadi di sepakbola. Tapi kami juga harus realistis dengan kesempatan
yang ada. Intinya, kami akan berusaha semaksimal mungkin," tandasnya.
Kualifikasi Piala Asia U-22 Grup E diikuti oleh enam tim
yakni Indonesia, Australia, Jepang, Makau, Singapura, dan Timor Leste. Babak
kualifikasi Piala Asia U-22 secara keseluruhan diikuti 41 negara yang dibagi ke
dalam tujuh grup di Zona Timur dan Zona Barat. Hanya juara dan runner-up
masing-masing grup, satu peringkat terbaik, plus tuan rumah yang akan lolos ke
putaran final. [HPS/M-16]
Komentar Untuk Artikel Ini
Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!
Penghitungan KPU NTT, Frenly Masih Memimpin
Penghargaan Untuk Sebuah Ketidaknyamanan
Pimpinan KPK Sindir Sikap Kader PKS
Wanita-Wanita Cantik Merusak Citra PKS Sebagai Partai Agama
KPK Dalami Aliran Dana ke Anis Matta
Kapolda NTT: Tugas Polisi Pengamanan Bukan Hitung Suara!
Kapolri Harus Beri Sanksi Keras Kapolda Papua
