SP Logo
Selamat datang Tamu   |   
Minggu, 26 Mei 2013
Pencarian Arsip

Kualifikasi Piala Asia, Timnas U-22 Terkendala Jam Terbang Pemain
Rabu, 4 Juli 2012 | 10:30

Andik Vermansyah  [tribunnews] Andik Vermansyah [tribunnews]

[JAKARTA] Tim Nasional (Timnas) Indonesia U-22 yang turun di ajang kualifikasi Piala Asia 2013 di Riau masih memiliki beberapa kendala, terutama masalah jam terbang para pemainnya. Skuad yang diisi oleh sebagian besar pemain amatir yang belum pernah berkompetisi pada level tertinggi di Tanah Air, dinilai akan menjadi titik lemah tim "Garuda" muda dalam menghadapi calon lawan-lawannya nanti.  

 "Secara keseluruhan, pemain sudah siap menghadapi kualifikasi Piala Asia ini. Tapi, masalah jam terbang pemain yang cukup menjadi perhatian kami. Ada sekitar tujuh sampai delapan pemain yang bermain di kompetisi amatir. Mereka sama sekali belum pernah merasakan atmosfer pertandingan internasional," ujar pelatih Timnas U-22 Aji Santoso ketika dihubungi SP, Selasa (3/7).  

Namun, Aji telah mengantisipasi hal itu dengan menginstruksikan para pemainnya untuk bermain seusai skema bermain yang telah diterapkan oleh tim pelatih. Dia juga memotivasi punggawa "Merah Putih" ini untuk tampil percaya diri, meskipun akan menghadapi lawan-lawan yang secara kualitas berada satu level di atas Indonesia, seperti Australia dan Jepang.   "Saya tekankan kepada pemain untuk tampil lepas dan tidak minder. Saya juga bilang jika tugas mereka hanyalah bermain sesuai instruksi pelatih. Kalau dari segi hasil, biar saya yang bertanggungjawab," katanya.  

Indonesia akan mengawali perjuangan di babak kualifikasi Piala Asia pada Kamis (5/7) melawan Australia di Stadion Utama Riau. Menghadapi lawan yang unggul secara kualitias, Aji menyatakan pihaknya tetap optimistis dalam menatap laga itu dan sudah mempersiapkan strategi khusus untuk meladeni permainan "The Socceroos".  

Australia tercatat membawa 23 pemain untuk menghadapi kualifikasi Piala Asia tahun ini. Kekuatan mereka semakin diperhitungkan setelah membawa dua pemain yang berlaga di Liga Utama Inggris. Mereka adalah Giancarlo Gallifuoco yang bermain untuk Tottenham Hotspur dan Aaron Lennox yang merumput bersama Queens Park Rangers yang saat ini terdaftar sebagai pemain tim cadangan di klubnya masing-masing.  

Lebih lanjut, mantan pelatih Persebaya ini menginstruksikan kepada anak-anak asuhnya untuk memainkan bola pendek dengan satu-dua sentuhan dan tidak terlalu sering memainkan bola-bola lambung. Australia, lanjut Aji, selain unggul dalam postur tubuh, juga unggul dalam pengalaman bertanding di level internasional.  

Selain menghindari permainan bola lambung, pelatih 42 tahun ini juga akan mengandalkan permainan kolektifitas. Menurutnya, jika permainan satu-dua sentuhan bisa diterapkan, kesempatan untuk meraih hasil positif akan terbuka.  

Aji juga menyatakan, tidak akan terlalu mengeksploitasi kemampuan individu dari Andik Vermansyah. Menurut dia, Andik memang menjadi bagian penting di dalam tim, tetapi tidak akan menjadi satu-satunya tumpuan untuk memenangkan pertandingan. 

 "Andik memang pemain penting, tapi saya selalu tekankan untuk bermain secara kolektif. Untuk peluang tim? Saya percaya apa pun bisa terjadi di sepakbola. Tapi kami juga harus realistis dengan kesempatan yang ada. Intinya, kami akan berusaha semaksimal mungkin," tandasnya.  

Kualifikasi Piala Asia U-22 Grup E diikuti oleh enam tim yakni Indonesia, Australia, Jepang, Makau, Singapura, dan Timor Leste. Babak kualifikasi Piala Asia U-22 secara keseluruhan diikuti 41 negara yang dibagi ke dalam tujuh grup di Zona Timur dan Zona Barat. Hanya juara dan runner-up masing-masing grup, satu peringkat terbaik, plus tuan rumah yang akan lolos ke putaran final. [HPS/M-16]  




Kirim Komentar Anda

Silahkan login untuk memberi komentar

Hanya teks dan link yang diperbolehkan.


Komentar Untuk Artikel Ini

Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!



AKTIVITAS & REKOMENDASI TEMAN