SP Logo
Selamat datang Tamu   |   
Kamis, 20 Juni 2013
Pencarian Arsip

Laporan SP dari Meksiko

KTT G-20 Berlangsung Alot, Banyak Pemodal Tertarik pada Indonesia
Selasa, 19 Juni 2012 | 16:09

Presiden SBY di pertemuan G20 [google] Presiden SBY di pertemuan G20 [google]

[LOS CABOS] Pertemuan para pemimpin negara Group of Twenty (G-20) masih berlangsung alot di tengah ketidakpastian pemulihan ekonomi Yunani dan zona Eropa.  Para pemimpin pemerintah dari 20 negara belum mendapatkan titik temu mengenai solusi untuk membantu negara-negara Eropa dan mengangkat negara-negara berkembang.

Dalam pada itu, banyak pemodal dari negara G-20 yang meminta dijadwalkan pertemuan dengan Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) untuk membicarakan peluang investasi dan perdagangan. “Setelah saya menyampaikan pidato, permintaan untuk bertemu banyak sekali. Dan karena keterbatasan waktu, tidak semua bisa terjadwal,” kata Presiden SBY kepada pers, Senin (18/ 6) waktu setempat, sebagaimana dilaporkan wartawan SP Primus Dorimulu.

Kehadiran Indonesia di forum KTT G-20 bukan hanya untuk mendapatkan peluang bisnis, melainkan juga ikut memberikan kontribusi kepada dunia. Presiden sempat menggelar pertemuan bilateral dengan PM Jepang Yoshihiko Noda dan Sekjen PBB Ban Ki-moon. Selain itu sudah dijadwalkan pertemuan bilateral dengan Presiden AS Barack Obama, PM Inggris David Cameron, Presiden Tiongkok Hu Jintao, dan sejumlah pemimpin negara.  

Rangkaian pertemuan para pemimpin G-20 di Los Cabos membahas empat isu utama, yakni ekonomi global, arsitektur keuangan internasional, pembangunan ekonomi, dan perdagangan. Pada isu ekonomi global, negara-negara G-20 bertekad mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih kuat, berkelanjutan, dan seimbang. Para pemimpin negara G-20 berupaya maksimal untuk memulihkan kembali pertumbuhan ekonomi global yang belakangan ini melambat. Krisis Eropa, memburuknya kondisi Yunani dan sejumlah negara Eropa, dan belum pulihnya AS dari krisis, merupakan isu yang cukup kuat.  
 
Dalam arsitektur keuangan dunia, para pemimpin negara mendorong penguatan finansial dengan mengusung isu financial inclusion atau akses keuangan bagi masyarakat bawah. Presiden SBY mengatakan, G-20 tidak saja membahas institusi keuangan global dan bank-bank besar, tapi juga akses keuangan untuk usaha mikro dan kecil yang menyerap puluhan juta tenaga kerja. 

Indonesia, kata Presiden, sudah mempunyai pengalaman panjang penerapan financial inclusion, meski sebagai gagasan diterapkan dengan sistematis sejak 2007. Pengalaman Bank Rakyat Indonesia tidak kalah dengan pengalaman Prof M Yunus dengan Grameen Bank di Bangladesh. “Kredit bermasalah UMKM di bawah 2 persen,” kata Presiden.

Terkait dengan krisis Yunani, para pemimpin G-20 terus berusaha menjalin dialog untuk mencari solusi bersama. Ketika setiap negara diminta berkontribusi, kepentingan nasional juga menjadi pertimbangan. Dengan krisis berkepanjangan di Eropa, setiap negara berusaha menjaga pasar dalam negerinya.

Forum G-20 dibentuk untuk merespons krisis ekonomi dunia, yang pada tahun 2008 memukul AS, dan kemudian menyebar ke seluruh dunia. Kini, dengan krisis berkepanjangan di Eropa, negara anggota G-20 diharapkan bisa memberikan kontribusi maksimal. 
Krisis ekonomi Yunani diperkirakan masih berlanjut, karena hasil pemilu tidak memberikan kemenangan mutlak kepada partai berkuasa yang menerima program bailout Uni Eropa.

Dalam situasi seperti itu, gejolak dalam negeri Yunani masih akan terus terjadi. Pihak yang tidak menghendaki bailout akan terus berjuang. Sebagai konsekuensi bailout, Yunani diminta mengetatkan ikat pinggang, suatu kebijakan yang ditentang sebagian rakyat Negeri Para Dewi itu. 

Sementara itu, Menteri Keuangan Agus Martowardojo menjelaskan, Indonesia sudah siap menghadapi kemungkinan dampak krisis Eropa, antara lain dengan tiga hal. Pertama, merevisi APBN-P 2012. Ada dana cadangan yang disiapkan untuk menghadapi berbagai hal tak terduga bila terkena imbas Yunani. Kedua, pembentukan Bond Stabilization Forum (BSF). Ketiga, pembentukan Crisis Management Protocol untuk mendeteksi dini ancaman krisis yang datang.

Akan lebih aman lagi, kata Agus, jika Indonesia memiliki UU Jaring Pengaman Sektor Keuangan (JPSK). Selama ini JPSK berbentuk peraturan pemerintah pengganti UU (Perppu). Tapi, seperti pengalaman kasus Bank Century, Perppu JPSK menjadi masalah politik karena tidak diakui DPR. “Akan lebih aman bagi kita jika ada UU JPSK agar pemerintah bisa mengambil langkah penyelamatan tanpa keraguan,” papar Agus. 

Menggelar pertemuan pertama pada November 2008 di Washington, AS, Group of Twenty (G-20) merepresentasi kekuatan ekonomi dunia, yakni 80 persen PDB dunia, 80 persen perdagangan dunia, dan 65 persen penduduk dunia. Pada pertemuan para pemimpin G-20, 25 September 2009, grup ini direncanakan menggantikan peran G-8, dalam membahas dan mencari solusi bagi perbaikan ekonomi dunia.

KTT G-20 di Los Cabos, dibuka Presiden Meksiko Filipe Calderon dan dihadiri oleh semua pemimpin negara anggota, seperti Presiden AS Barack Obama, Presiden Rusia Vladimir Putin, Kanselir Jerman Angela Merkel, PM Inggris David Cameron, Presiden Prancis Francois Hollande, Presiden Italia Mario Monti, PM Turki Recep Tayyip Erdogan, Presiden Tiongkok Hu Jintao, Presiden Korsel Lee Myun-bak, PM India Manmohan Singh, Presiden Afrika Selatan Jacob Zuma, PM Kanada Stephen Harper, Presiden Brasil Dilma Roussef, Presiden Argentina Cristina Fernandez de Kirchner, dan PM Australia Julia Gillard. Hanya Arab Saudi yang diwakili Menteri Keuangan Ibrahim Abdulaziz Al-assaf. Raja Abdullah saat ini sakit dan dilarikan ke rumah sakit. 

Dalam pertemuan bilateral dengan PM Jepang Yoshihiko Noda, Presiden mengatakan, kedua negara sepakat untuk meningkatkan kerja sama di bidang investasi, industri manufaktur, energi, pertanian, dan perdagangan. Sedangkan untuk isu regional dan internasional, kedua pemimpin berbicara tentang isu Laut China Selatan dan Semenanjung Korea. “Sekarang berbeda, dalam berhadapan dengan Jepang, kita tidak hanya menyampaikan harapan, melainkan juga menawarkan bantuan,” kata Presiden SBY. [*]




Kirim Komentar Anda

Silahkan login untuk memberi komentar

Hanya teks dan link yang diperbolehkan.


Komentar Untuk Artikel Ini

Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!



AKTIVITAS & REKOMENDASI TEMAN