Laporan SP dari Meksiko
KTT G-20 Berlangsung Alot, Banyak Pemodal Tertarik pada Indonesia
Selasa, 19 Juni 2012 | 16:09
Presiden SBY di pertemuan G20 [google] [LOS CABOS] Pertemuan para pemimpin negara Group of
Twenty (G-20) masih berlangsung alot di tengah ketidakpastian
pemulihan ekonomi Yunani dan zona Eropa. Para pemimpin pemerintah dari
20 negara belum mendapatkan titik temu mengenai solusi untuk membantu
negara-negara
Eropa dan mengangkat negara-negara berkembang.
Dalam pada itu, banyak pemodal dari negara G-20 yang
meminta dijadwalkan pertemuan dengan Presiden RI Susilo Bambang
Yudhoyono (SBY) untuk membicarakan peluang investasi dan
perdagangan. “Setelah saya menyampaikan pidato, permintaan untuk
bertemu banyak sekali. Dan karena keterbatasan waktu, tidak semua bisa
terjadwal,” kata Presiden SBY kepada pers, Senin (18/ 6) waktu setempat,
sebagaimana dilaporkan wartawan
SP
Primus Dorimulu.
Kehadiran Indonesia di forum KTT G-20 bukan hanya
untuk mendapatkan peluang bisnis, melainkan juga ikut memberikan
kontribusi kepada dunia. Presiden sempat menggelar pertemuan bilateral
dengan PM Jepang Yoshihiko Noda
dan Sekjen PBB Ban Ki-moon. Selain itu sudah dijadwalkan
pertemuan bilateral dengan Presiden AS Barack Obama, PM Inggris David
Cameron, Presiden Tiongkok Hu Jintao, dan sejumlah pemimpin negara.
Rangkaian pertemuan para pemimpin G-20 di Los Cabos membahas empat isu
utama, yakni ekonomi global, arsitektur keuangan
internasional, pembangunan ekonomi, dan perdagangan. Pada isu ekonomi
global, negara-negara G-20 bertekad mendorong pertumbuhan ekonomi yang
lebih kuat, berkelanjutan, dan seimbang.
Para
pemimpin negara G-20 berupaya maksimal untuk memulihkan kembali
pertumbuhan ekonomi global yang belakangan ini melambat. Krisis Eropa,
memburuknya kondisi Yunani dan
sejumlah negara Eropa, dan belum pulihnya AS dari krisis, merupakan isu
yang cukup kuat.
Dalam arsitektur keuangan dunia, para pemimpin negara mendorong penguatan finansial dengan mengusung isu
financial inclusion
atau akses keuangan bagi masyarakat bawah. Presiden SBY mengatakan,
G-20 tidak saja membahas institusi keuangan global dan bank-bank besar,
tapi juga
akses keuangan untuk usaha mikro dan kecil yang menyerap puluhan juta
tenaga kerja.
Indonesia, kata Presiden, sudah mempunyai pengalaman panjang penerapan
financial inclusion, meski sebagai gagasan diterapkan dengan
sistematis sejak 2007. Pengalaman Bank Rakyat Indonesia tidak kalah
dengan pengalaman Prof M Yunus dengan Grameen Bank di Bangladesh.
“Kredit bermasalah UMKM di bawah 2 persen,” kata Presiden.
Terkait dengan krisis Yunani, para pemimpin G-20 terus berusaha menjalin
dialog untuk mencari solusi bersama. Ketika setiap negara diminta
berkontribusi, kepentingan nasional juga menjadi pertimbangan. Dengan
krisis berkepanjangan di Eropa, setiap negara berusaha
menjaga pasar dalam negerinya.
Forum G-20 dibentuk untuk merespons krisis ekonomi dunia, yang pada
tahun 2008 memukul AS, dan kemudian menyebar ke seluruh dunia. Kini,
dengan krisis berkepanjangan di Eropa, negara anggota G-20 diharapkan
bisa memberikan kontribusi maksimal.
Krisis ekonomi Yunani diperkirakan masih berlanjut, karena hasil pemilu
tidak memberikan kemenangan mutlak kepada partai berkuasa yang menerima
program
bailout Uni Eropa.
Dalam situasi seperti itu, gejolak dalam negeri Yunani masih akan terus terjadi.
Pihak yang tidak menghendaki
bailout akan terus berjuang. Sebagai konsekuensi
bailout, Yunani diminta mengetatkan ikat pinggang, suatu kebijakan yang ditentang sebagian rakyat Negeri Para Dewi itu.
Sementara itu, Menteri Keuangan Agus Martowardojo menjelaskan,
Indonesia sudah siap menghadapi kemungkinan dampak krisis Eropa, antara
lain dengan tiga hal.
Pertama, merevisi APBN-P 2012. Ada dana cadangan yang disiapkan untuk menghadapi berbagai hal tak terduga bila terkena imbas Yunani. Kedua,
pembentukan Bond Stabilization Forum (BSF).
Ketiga, pembentukan
Crisis Management Protocol untuk mendeteksi dini ancaman krisis yang datang.
Akan lebih aman lagi, kata Agus, jika Indonesia memiliki UU Jaring
Pengaman Sektor Keuangan (JPSK). Selama ini JPSK berbentuk peraturan
pemerintah pengganti UU (Perppu). Tapi, seperti pengalaman kasus Bank
Century, Perppu JPSK menjadi masalah politik karena
tidak diakui DPR. “Akan lebih aman bagi kita jika ada UU JPSK agar
pemerintah bisa mengambil langkah penyelamatan tanpa keraguan,” papar
Agus.
Menggelar pertemuan pertama pada November 2008 di Washington, AS, Group
of Twenty (G-20) merepresentasi kekuatan ekonomi dunia, yakni 80 persen
PDB dunia, 80 persen perdagangan dunia, dan 65 persen penduduk dunia.
Pada pertemuan para pemimpin G-20, 25 September
2009, grup ini direncanakan menggantikan peran G-8, dalam membahas dan
mencari solusi bagi perbaikan ekonomi dunia.
KTT G-20 di Los Cabos, dibuka Presiden Meksiko Filipe Calderon dan
dihadiri oleh semua pemimpin negara anggota, seperti Presiden AS Barack
Obama, Presiden Rusia Vladimir Putin, Kanselir Jerman Angela Merkel, PM
Inggris David Cameron, Presiden Prancis Francois
Hollande, Presiden Italia Mario Monti, PM Turki Recep Tayyip
Erdogan, Presiden Tiongkok Hu Jintao, Presiden Korsel Lee Myun-bak, PM
India Manmohan Singh, Presiden Afrika Selatan Jacob Zuma, PM Kanada
Stephen Harper, Presiden Brasil Dilma Roussef, Presiden
Argentina Cristina Fernandez de Kirchner, dan PM Australia Julia
Gillard. Hanya Arab Saudi yang diwakili Menteri Keuangan Ibrahim
Abdulaziz Al-assaf. Raja Abdullah saat ini sakit dan dilarikan ke rumah
sakit.
Dalam pertemuan bilateral dengan PM Jepang Yoshihiko Noda, Presiden
mengatakan, kedua negara sepakat untuk meningkatkan kerja sama di bidang
investasi, industri manufaktur, energi, pertanian, dan perdagangan.
Sedangkan untuk isu regional dan internasional,
kedua pemimpin berbicara tentang isu Laut China Selatan dan Semenanjung
Korea.
“Sekarang berbeda, dalam berhadapan dengan Jepang,
kita tidak hanya menyampaikan harapan, melainkan juga menawarkan
bantuan,” kata Presiden SBY. [*]
Komentar Untuk Artikel Ini
Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!
Kemnakertrans Diminta Pertanggungjawabkan Rp 1,18 Triliun Duit Amnesti TKI di Arab Saudi
Deplu AS Bilang RI Gagal Lindungi Minoritas
Spider-Man Kembali ke Layar Lebar di 2016 dan 2018
KPK Diminta Audit Pungli Oleh Kemnakertrans
Huawei Ascend P6, Ponsel Cerdas Paling Tipis di Dunia
Dicecar Soal Pernikahan, Djoko Susilo Gerah
Pemerintah Ajukan Penundaan Amnesti TKI
Nazaruddin Berbisnis dari Penjara
HUT Jakarta ke-486, Tampilkan Ondel-Ondel Versi Modern
Antisipasi Mahasiswa Ngamuk, Kampus Nommensen Diliburkan Selama Sepekan
