KRL Anjlok di Cilebut
Kamis, 4 Oktober 2012 | 12:20
Ilustrasi kereta anjlok [jakartaglobe] [JAKARTA] Rangkaian Kereta Rel Listrik (KRL) Commuter Line
relasi Bogor-Jakarta anjlok di Stasiun Cilebut, Kamis (4/10) sekitar pukul 06.15
WIB. Akibat kejadian tersebut, seluruh perjalanan KRL menuju dan dari Bogor
terputus dan lumpuh total karena proses evakuasi gerbong kereta memakan waktu
cukup lama.
Anjloknya rangkaian KRL yang hanya berselang empat hari
pascakenaikan tarif KRL Commuter Line Jabodetabek ribuan penumpang
keberangkatan Bogor-Jakarta telantar. Penumpukan penumpang tidak terhindari
lantaran terjadi pada saat jam sibuk (peak
hour) perjalanan.
Hingga berita ini diturunkan, perjalanan KRL hanya sampai Stasiun
Bojong Gede atau dua stasiun menjelang tujuan akhir Stasiun Bogor dan Cilebut.
Untuk keberangkatan dari dan menuju Stasiun Bogor dan Stasiun Cilebut, ditutup
hingga jangka waktu yang belum ditentukan.
Senior Manajer Humas Daop 1 Jakarta, Mateta Rijalulhaq,
menjelaskan, rangkaian KRL Commuter Line yang anjlok bernomor KA 435 berangkat
dari Stasiun Bogor sekitar pukul 06.07 WIB. Kereta anjlok saat memasuki Stasiun
Cilebut sekitar pukul 06.15 WIB.
“Kereta yang anjlok melibatkan rangkaian Commuter Line bernomor
KA 435. Kereta berangkat pukul 06.07 WIB dan anjlok menjelang Stasiun Cilebut
sekitar pukul 06.15 WIB,” kata Mateta, Kamis (4/10).
Dia menjelaskan, proses evakuasi akan memakan waktu cukup
lama karena kereta yang anjlok melibatkan dua gerbong dan salah satu di
antaranya sudah melintang di antara dua jalur rel. Untuk mengevakuasi kedua
gerbong, paling cepat akan memakan waktu antara delapan hingga sepuluh jam.
Atas kejadian ini, sepanjang Kamis (4/10) ini dipastikan jalur KRL tujuan Bogor
dari arah Jakarta maupun Depok terputus hingga Stasiun Bojong Gede.
“Proses evakuasi bisa lebih dari delapan jam karena di
rangkaian KRL 435 ada dua gerbong yang anjlok. Satu di antaranya bahkan
melintang ke dua sisi rel,” ucap Mateta.
Pada kejadian tersebut, menurut Mateta, tidak menimbulkan
korban jiwa dan luka. Seluruh penumpang yang kebetulan berada di dalam dua
gerbong tersebut berhasil dievakuasi beberapa saat setelah kejadian.
Mengenai adanya kemungkinan unsur sabotase, berdasarkan
hasil penyelidikan sementara yang dilakukan PT KAI, belum ada bukti yang
mengarah. Namun demikian, pada proses penyelidikan yang dilakukan petugas PT
KAI menemukan adanya rel yang gompal sepanjang beberapa centimeter menjelang
Stasiun Cilebut.
“Diduga ada rel yang gompal. Namun apakah rel tersebut
gompal sehingga mengakibatkan KRL anjlok atau KRL anjlok sehingga berujung pada
gompalnya rel, masih dalam penyelidikan,” jelas Mateta.
Menurut saksi mata, Rachmat (38) warga Leuwiliang, Bogor
yang hendak berangkat kerja menuju Duren Kalibata, kereta berangkat dari Bogor
pukul 06.07 WIB. “Saat itu kereta berjalan tidak terlalu kencang. Tiba-tiba
saat memasuki Stasiun Cilebut, lampu di kereta padam dan kereta tampak oleng ke
kiri. Terdengar suara agak gemuruh. Semua penumpang terlihat panik,” kata
Rachmat, penumpang yang saat itu berada di gerbong 5. [SJM/Y-7]
Komentar Untuk Artikel Ini
Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!
Penghitungan KPU NTT, Frenly Masih Memimpin
Penghargaan Untuk Sebuah Ketidaknyamanan
Pimpinan KPK Sindir Sikap Kader PKS
KPK Dalami Aliran Dana ke Anis Matta
Wanita-Wanita Cantik Merusak Citra PKS Sebagai Partai Agama
Obama Setujui Peraturan Pesawat Nirawak
Fathanah Mulai Sebut Nama Presiden PKS Anis Matta
