Krisis Utang Eropa Mulai Menyentuh Prancis dan Spanyol
Jumat, 18 November 2011 | 10:53
PM Italia Mario Monti di sidang senat di Roma [AP] [ROMA] Perdana Menteri baru Italia, Mario Monti
mengumumkan telah menyepakati rencana reformasi ekonomi radikal bertujuan
memotong utang Italia yang mencapai 160 persen dari produk domestik bruto.
Sementara biaya utang Eropa mulai menekan Prancis dan Spanyol dengan kedua
negara itu harus membayar lebih untuk membiayai belanja pemerintah.
Dikatakannya, Italia harus berhenti mempertimbangkan jaringan
lemah Eropa. Dia mengumumkan langkah-langkah penghematan akan menjadi seimbang
dengan pertumbuhan dan pemerataan untuk membantu mengangkat Roma keluar dari
krisis zona Euro dan menegaskan tempatnya di zona Euro, Kamis (17/11).
Senat memberikan dukungan dalam mosi percaya kepada Monti.
Perdana menteri interim Italia itu juga akan menghadap majelis rendah, Jumat
(18/11).
Ditegaskan Monti, Italia harus berinvestasi pada para pemuda berbakat sehingga
mereka bisa memasuki dunia kerja. Ia juga akan mengkaji ulang hak-hak istimewa
yang tidak adil yang dinikmati oleh sejumlah sektor sosial.
Sementara di luar gedung Senat, di mana Monti memaparkan
program reformasi ekonominya, ratusan mahasiswa berdemonstrasi memprotes
langkah-langkah penghematan dan pemotongan anggaran publik. Polisi bentrok
dengan mahasiswa di Milan dan Turin. Sekelompok demonstran melempar telur dan
bom asap ke sebuah bank di Palermo.
Seorang mahasiswa mengatakan bahwa pemerintah berencana untuk membuat mereka
membayar utang yang tidak mereka buat.
Dikatakannya, pemerintah akan
melaksanakan langkah-langkah yang dilakukan pemerintah sebelumnya, Berlusconi,
tapi dengan cara lebih keras dan menimbulkan luka mendalam.
Monti harus berlomba mengimplementasikan inisiatif yang
dituntut Eropa terkait perbaikan pasar tenaga kerja dan pensiun.
“Kita harus mengambil langkah-langkah untuk membuat
ekonomi kurang usang, membantu pertumbuhan industri baru, meningkatkan
pelayanan publik dan pekerja pemuda dan wanita,” kata Monti.
Ditambahkannya, pemerintah akan gagal bila tidak melakukan
reformasi yang diperlukan. Italia juga akan mengalami kondisi lebih berat.
Sementara itu krisis utang Eropa telah menyentuh Prancis
dan Spanyol. Kedua negara itu kini dipaksa untuk membayar lebih untuk mendanai
anggaran pemerintah mereka.
Spanyol, negara ekonomi keempat Eropa, menjual hampir US$
5 miliar untuk surat utang negara dengan suku bunga 7 persen, Kamis (17/11).
Jumlah yang sama dibebankan pada Yunani, Irlandia, dan Portugal hingga memaksa
negara-negara itu meminta dana talangan.
Meski demikian Menteri Keuangan Spanyol Elena Salgado
menilai negaranya tidak “berisiko” membutuhkan sebuah dana talangan.
Kamis, surat utang Prancis dijual dengan tingkat suku
bunga dua kali lipat dari yang Jerman bayar.
Hal itu sudah menimbulkan
kekhawatiran pasar, meski Prancis masih memiliki peringkat kredit AAA.
Prancis meningkatkan nilai suku bunga surat utang negara
guna menaikkan keuntungan bagi investor. Akan tetapi semakin tinggi suku bunga,
semakin besar beban utang negara yang harus dibayar kepada investor ketika
jatuh tempo.
Investor khawatir tentang penyebaran krisis utang
Eropa menyebabkan harga saham berjatuhan di bursa efek London, Prancis dan
Frankfurt. Saham AS juga melemah tajam, pada Kamis. [AFP/VOA/D-11]
Komentar Untuk Artikel Ini
Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!
Wah...Ternyata 10% Pengguna Facebook Bukan Manusia?
Sekuel Star Trek Puncaki Box Office
Satu Lagi Teman Wanita Fathanah Kembalikan Uang Ke KPK
Klewang Libatkan Keluarga Bentuk Kerajaan Geng Motor
Berdharma Wisata Ke Tanah Lot, Siswa SMP Lumajang Nyolong Motor
Pesawat Lion JT 0535 Rusak Lagi, Penumpang Kecewa
Pemprov DKI Jakarta Harus Beri Sanksi 16 RS Mundur Dari Program KJS
