SP Logo
Selamat datang Tamu   |   
Jumat, 25 April 2014
Pencarian Arsip

Krisis Utang Eropa Mulai Menyentuh Prancis dan Spanyol
Jumat, 18 November 2011 | 10:53

PM Italia Mario Monti di sidang senat di Roma [AP] PM Italia Mario Monti di sidang senat di Roma [AP]

[ROMA] Perdana Menteri baru Italia, Mario Monti mengumumkan telah menyepakati rencana reformasi ekonomi radikal bertujuan memotong utang Italia yang mencapai 160 persen dari produk domestik bruto. Sementara biaya utang Eropa mulai menekan Prancis dan Spanyol dengan kedua negara itu harus membayar lebih untuk membiayai belanja pemerintah.

Dikatakannya, Italia harus berhenti mempertimbangkan jaringan lemah Eropa. Dia mengumumkan langkah-langkah penghematan akan menjadi seimbang dengan pertumbuhan dan pemerataan untuk membantu mengangkat Roma keluar dari krisis zona Euro dan menegaskan tempatnya di zona Euro, Kamis (17/11).

Senat memberikan dukungan dalam mosi percaya kepada Monti. Perdana menteri interim Italia itu juga akan menghadap majelis rendah, Jumat (18/11).

Ditegaskan Monti, Italia harus berinvestasi pada para pemuda berbakat sehingga mereka bisa memasuki dunia kerja. Ia juga akan mengkaji ulang hak-hak istimewa yang tidak adil yang dinikmati oleh sejumlah sektor sosial.

Sementara di luar gedung Senat, di mana Monti memaparkan program reformasi ekonominya, ratusan mahasiswa berdemonstrasi memprotes langkah-langkah penghematan dan pemotongan anggaran publik. Polisi bentrok dengan mahasiswa di Milan dan Turin. Sekelompok demonstran melempar telur dan bom asap ke sebuah bank di Palermo. 

Seorang mahasiswa mengatakan bahwa pemerintah berencana untuk membuat mereka membayar utang yang tidak mereka buat.

Dikatakannya, pemerintah akan melaksanakan langkah-langkah yang dilakukan pemerintah sebelumnya, Berlusconi, tapi dengan cara lebih keras dan menimbulkan luka mendalam. Monti harus berlomba mengimplementasikan inisiatif yang dituntut Eropa terkait perbaikan pasar tenaga kerja dan pensiun.

“Kita harus mengambil langkah-langkah untuk membuat ekonomi kurang usang, membantu pertumbuhan industri baru, meningkatkan pelayanan publik dan pekerja pemuda dan wanita,” kata Monti.

Ditambahkannya, pemerintah akan gagal bila tidak melakukan reformasi yang diperlukan. Italia juga akan mengalami kondisi lebih berat.

Sementara itu krisis utang Eropa telah menyentuh Prancis dan Spanyol. Kedua negara itu kini dipaksa untuk membayar lebih untuk mendanai anggaran pemerintah mereka.

Spanyol, negara ekonomi keempat Eropa, menjual hampir US$ 5 miliar untuk surat utang negara dengan suku bunga 7 persen, Kamis (17/11).

Jumlah yang sama dibebankan pada Yunani, Irlandia, dan Portugal hingga memaksa negara-negara itu meminta dana talangan.

Meski demikian Menteri Keuangan Spanyol Elena Salgado menilai negaranya tidak “berisiko” membutuhkan sebuah dana talangan. Kamis, surat utang Prancis dijual dengan tingkat suku bunga dua kali lipat dari yang Jerman bayar.

Hal itu sudah menimbulkan kekhawatiran pasar, meski Prancis masih memiliki peringkat kredit AAA.

Prancis meningkatkan nilai suku bunga surat utang negara guna menaikkan keuntungan bagi investor. Akan tetapi semakin tinggi suku bunga, semakin besar beban utang negara yang harus dibayar kepada investor ketika jatuh tempo.

Investor khawatir tentang penyebaran krisis utang Eropa menyebabkan harga saham berjatuhan di bursa efek London, Prancis dan Frankfurt. Saham AS juga melemah tajam, pada Kamis. [AFP/VOA/D-11]




Kirim Komentar Anda

Silahkan login untuk memberi komentar

Hanya teks dan link yang diperbolehkan.


Komentar Untuk Artikel Ini

Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!



Pemilu 2014

selengkapnya »»

AKTIVITAS & REKOMENDASI TEMAN