SP Logo
Selamat datang Tamu   |   
Jumat, 25 Juli 2014
Pencarian Arsip

KPU Kabupaten Gelar Pleno Pilgub Bali
Kamis, 23 Mei 2013 | 10:38

Ilustrasi Pilgub Bali. [Antara] Ilustrasi Pilgub Bali. [Antara]

[DENPASAR] Proses penghitungan suara oleh panitia pemilu  untuk pemilihan Gubernur danWakil Gubernur Bali oleh Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD)  kabupaten/kota. se-Bali harini Kamis (23/5) memasuki tahap pleno.

Sampai dengan berita ini ditunkan, proses pleno masih  berlangsung mendapaqt pengawalan ketat apoarat keamanan.

Sebelumnya, Anggota Komisi Pemilihan Umum Provinsi Bali Dewa Wiarsa Raka Sandi menyatakan, penghitungan suara oleh panitia pemilu kecamatan (PPK) bisa menjadi acuan KPU kabupaten/kota. “Prinsipnya pleno di kabupaten/kota pada dasarnya adalah pleno di tingkat kecamatan,” katanya..

Menurutnya, meskipun secara prinsip pleno kabupaten/kota mengacu kepada pleno tingkat kecamatan, bukan berarti akan menjadi dasar acuan sepenuhnya. Perolehan suara kandidat pada pleno di tingkat kabupaten/kota masih dimungkinkan perubahan suara.

Perubahan suara kandidat itu dapat terjadi, jika hasil verifikasi di kabupaten/kota memungkinkan untuk terjadinya perubahan suara masing-masing kandidat gubernur. Raka Sandi menjelaskan bahwa secara prinsip suara kedua pasangan Cagub-Cawagub Bali Puspayoga- Sukrawan dan Mangku Pastika-Sudikerta tidak bisa berubah lagi, kecuali terjadi kesalahan manusia (human error) karena kekeliruan menjumlahkan suara.

“Misalnya kandidat A memperoleh suara 10 di TPS, tapi ditulis perolehan suaranya 15. Ini kan ‘human error’,” katanya. Sebelumnya  pleno kecapatan dalam perhitungan suara Pasti-Kerta dianyatakan unggul 0.22 persen dengan komposisi PAS 1.060.719 (49,89 persen) dan PASTIKERTA 1.065.382 (50,11 persen).

PDIP Yakin PAS

Sementara Tim Pemenangan pasangan Pusapyoga-Sukrawan (PAS)  yakin kalau pasangannya dalam perolehan suara dalam Pilgub Bali 15 Mei lalu unggul. Keunggulan itu berdasarkan formulir C1 otenik yang direkapitulasi diketahui paket yang diusung PDIP itu unggul suara dari rivalnya Made Mangku Pastika-Ketut Sudikerta (Pasti-Kerta).

Kepada wartawan, tim hukum PDIP membeberkan secara keseluruhan perolehan suara paket PAS adalah 1.065.009 atau setara 50,04 persen. Sementara Pasti-Kerta mengumpulkan suara sebanyak 1.063.174 atau 49,96 persen. “Dengan demikian, pasangan PAS unggul 1.835 suara dari pasangan lain,” sebut Arif Wibowo di Sekretariat DPD PDIP Bali, Jalan Moncong Putih, Renon, Denpasar, Rabu (22/5).

Arif mengungkapkan, selama ini pihaknya enggan mengumbar data perolehan suara karena senantiasa mengedepankan prinsip keharmonisan dalam setiap langkah politik. Lagi pula, kata dia, PDIP tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian, sekecil apapun informasi yang dilansir haruslah akurat dan tepat sehingga tidak membingungkan masyarakat.

“Data ini berdasarkan formulir C1 yang otenik dari 6.371 TPS dan tidak mengada-ada. Ini bukan semata hasil penghitungan tim, melainkan juga penghitungan dari kawan-kawan mahasiswa yang independen,” tegas Arif.

Diungkapkan, formulir C1 tersebut langsung dikumpulkan setelah pelaksanaan pemungutan suara 15 Mei lalu. Selanjutnya tim melakukan verifikasi dan rekapitulasi. “Kami menghitung, mengecek dan melakukan uji akurasi. Dan hasilnya seperti disebutkan tadi,” tambahnya.[137]




Kirim Komentar Anda

Silahkan login untuk memberi komentar

Hanya teks dan link yang diperbolehkan.


Komentar Untuk Artikel Ini

Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!



Pemilu 2014

selengkapnya »»