KPK Konsultasi Soal Sumbangan Pembangunan Gedung
Senin, 25 Juni 2012 | 16:50
Bambang Widjojanto. [Google] [JAKARTA] Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK),
Bambang Widjojanto mengaku bahwa lembaganya akan meminta pendapat dari
unsur pemerintah dan pengamat mengenai sumbangan yang digalang oleh
masyarakat untuk pembangunan gedung bagi KPK.
"KPK harus serius mengkaji dan meminta pendapat bagaimana menyalurkan
hak. Kami ingin mengkaji dari pemerintah dan pengamat. Bagaimana caranya
atau partisipasi publik semacam ini," kata Bambang saat jumpa pers di
kantor KPK, Jakarta, Senin (25/6).
Menurut Bambang, pihaknya tidak ingin menghentikan partisipasi
masyarakat dalam mendukung pembangunan gedung KPK. Tetapi, di sisi lain
juga harus berhati-hati. Sehingga, membutuhkan pendapat dari berbagai
pihak.
"Dalam Undang-Undang (UU) tentang KPK tertulis memang ada peran serta
masyarakat. Artinya, masyarakat memiliki hak untuk berperan serta dalam
pemberantasan korupsi. Jika, masyarakat ingin menyumbang maka KPK
berterimakasih," ujar Bambang.
Pendapat berbeda dikatakan Penasehat KPK, Abdullah Hehamahua. Dia
mengatakan bahwa lembaganya tidak akan menerima atau mengelola uang
sumbangan pembangunaan gedung tersebut.
"KPK tidak akan menerima atau mengelola uang itu. Sebab, bisa berbenturan dengan sistem keuangan negara," tegas Abdullah.
Sebelumnya, berbagai kalangan masyarakat tengah menggalang dukungan dana untuk mendukung pembangunan gedung baru bagi KPK.
Bahkan, pada Senin (25/6) seorang perwakilan Pedagang Kaki Lima (PKL),
Junaedi Sitorus mendatangi kantor KPK, Jakarta untuk menyerahkan uang
sebesar Rp 1 juta untuk menyumbang pembangunan gedung KPK.
Wacana mengumpulkan uang receh untuk KPK mengemuka setelah Komisi III
DPR RI masih membintangi anggaran pembangunan gedung baru KPK. Dengan
alasan efisiensi anggaran. (N-8)
Komentar Untuk Artikel Ini
Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!
Wah...Ternyata 10% Pengguna Facebook Bukan Manusia?
Pengembang Ngotot Membangun di Hutan Kota Bandung
Satu Lagi Teman Wanita Fathanah Kembalikan Uang Ke KPK
Belum Ada Pengumuman Pemenang Pilgub, Dua Kandidat Diminta Jaga Kedamaian Bali
Orang Miskin Dipersulit Masuk PTN di Jawa
SBY Kagum Nonton Film Kolosal ”Sang Kyai”
KPK Telusuri Aliran Dana Ke Elite PKS
Jokowi: Tak Ada Masalah Warga Pluit Pindah
