KPK Kantongi Bukti, Pimpinan Banggar DPR RI Akan Dipanggil
Rabu, 29 Februari 2012 | 9:26
[JAKARTA] Komisi Pemberantasan Korupsi
(KPK) telah menerima dokumen bukti keterlibatan pimpinan Badan Anggaran
(Banggar) DPR RI, dalam kasus dugaan suap pengalokasian anggaran Dana
Percepatan Pembangunan Infrastruktur Daerah (DPPID) tahun 2011.
Kemudian, menurut Juru Bicara (Jubir) KPK, Johan Budi SP, bukti yang diserahkan
oleh tersangka Wa Ode Nurhayati itu akan dikroscek dengan dokumen dan data yang
diperoleh dari penggeledahan di ruang Banggar DPR beberapa waktu lalu.
"Saya kira itu (penyerahan bukti) bagus, biar bisa kita kroscek dengan
hasil penggeledahan," kata Johan Budi saat ditemui di kantornya, Selasa
(28/2).
Tidak hanya mengkroscek, bahkan Johan menambahkan bahwa penyidik KPK bisa saja
memanggil pimpinan Banggar untuk mengonfirmasi bukti yang diserahkan Nurhayati.
"Kemungkinan ada (pemeriksaan pimpinan Banggar), tetapi tergantung apakah
diperlukan dalam proses penyidikan atau tidak," kata Johan.
Seperti diketahui, terkait kasus dugaan penerimaan hadiah menyangkut anggaran
DPPID tahun 2011, KPK kembali memeriksa Nurhayati selaku tersangka pada Selasa
(28/2).
Nurhayati yang ditemui sebelum meninggalkan kantor KPK, Jakarta memastikan
bahwa bukti yang diserahkannya ke KPK mampu membuktikan dugaan pelanggaran
hukum yang dilakukan pimpinan Banggar DPR RI.
"Semua data terkait PPID itu sudah saya serahkan ke penyidik, tinggal
proses hukum," ujar Nurhayati.
Hanya, saja politikus Partai Amanat Nasional (PAN) ini, tetap merahasiakan nama
pimpinan Banggar yang disebutnya "bermain" dalam pengalokasian
anggaran DPPID.
"Bukti-bukti sudah saya serahkan ke penyidik, nanti biar penyidik yang
jelaskan. Yang pasti fakta
persidangan tentu akan kelihatan semua," ungkapnya. [N-8]
Komentar Untuk Artikel Ini
Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!
Fathanah Perkenalkan Satu Lagi Istilah Korupsi
Kayak Menteri Saja, Luthfi Hasan Janjikan Penambahan Kuota Impor Sapi
Dilaporkan Ke KPK, Bibit Waluyo Tanggapi Santai
Luthfi: Swasembada Itu Ancam Ketahanan Daging
Eyang Subur Diperiksa Terkait Pencemaran Nama Baik
Dijamin Tak Ada Penggusuran, Warga Akhirnya Buka Jalan
Presiden PKS Akui Ketemu Direktur PT Indoguna
Menkeu Baru Harus Dapat Restu Washington
