KPK Dalami PT Wika dalam Kasus Suap PON Riau
Kamis, 5 Juli 2012 | 15:28
Priharsa Nugraha [inilah] [JAKARTA] Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus
mendalami kasus dugaan suap pembahasan Perda No.6 tahun 2010 tentang
penambahan anggaran untuk pembangunan venue menembak terkait Pekan
Olahraga Nasional (PON) ke-18 di Pekanbaru, Riau. Pendalaman dilakukan
terhadap salah satu perusahaan pelaksana proyek, PT Wijaya Karya (Wika).
Terbukti, pada Kamis (5/7) ini, KPK menjadwalkan pemeriksaan terhadap
General Manajer Departemen Gedung PT Wika, Harangan P Sianipar dan
karyawan PT Wika, Anton Ramayadi.
Selain mendalami keterangan dari PT Wika, KPK juga mendalami keterangan
dari PT Karyanusa Suksesindo, yaitu dari Direktur perusahan tersebut,
IR. Taufiqqurahman.
"Ketiganya, diperiksa sebagai saksi untuk tersangka LA (Lukman Abbas),"
kata Kabag Pemberitaan dan Informasi KPK, Priharsa Nugraha melalui pesan
singkat, Kamis (5/7).
Menurut informasi yang berhasil dihimpun, PT Karyanusa Suksesindo adalah
perusahaan subkontrak pengadaan barang dalam proyek pembangunan venue
PON Riau.
Terkait kasus dugaan suap PON, KPK telah menetapkan empat tersangka.
Keempat tersangka tersebut, yakni M Faisal Aswan selaku anggota DPRD
dari Parta Golkar, Muhammad Dunir dari PKB, Eka Dharma Putra selaku
Kepala Seksi Pengembangan Sarana Prasarana Dinas Pemuda dan Olah Raga
Provinsi Riau dan Rahmat Syahputra selaku karyawan PT Pembangunan
Perumahan (PP) Persero.
Kemudian, setelah beberapa kali melakukan pemeriksaan dan penggeledahan,
KPK kembali menetapkan dua tersangka. Kedua orang tersebut adalah Wakil
Ketua DPRD Riau, Taufan Andoso Yakin dan mantan Kadispora Riau, Lukman
Abbas.
Sedangkan, terkait kasus ini, Gubernur Riau, Rusli Zainal sudah dicegah
bepergian ke luar negeri oleh Ditjen Imigrasi pada Kementerian Hukum dan
Ham (Kemenkumham). (N-8)
Komentar Untuk Artikel Ini
Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!
Kemnakertrans Diminta Pertanggungjawabkan Rp 1,18 Triliun Duit Amnesti TKI di Arab Saudi
Mari Membaca Berita BBM Versi Media Sosial
Tolak Kenaikkan BBM, Polisi Tahan Rektor Universitas HKBP Nommensen
Spider-Man Kembali ke Layar Lebar di 2016 dan 2018
Deplu AS Bilang RI Gagal Lindungi Minoritas
KPK Diminta Audit Pungli Oleh Kemnakertrans
Sidang Paripurna DPR Sahkan UU APBN-P 2013
Wartawan Jambi Aksi Damai Protes Aparat Keamanan
DPR Dukung Kenaikkan BBM, Dua Pos Polisi dan Restoran KFC Dibakar Massa
Dukung BBM Naik, Partai Koalisi Terancam Tenggelam di Pemilu 2014
