SP Logo
Selamat datang Tamu   |   
Sabtu, 2 Agustus 2014
Pencarian Arsip

Korban Salah Tangkap Polisi Kediri, Tuntut Ganti Rugi Rp 400 Juta
Jumat, 24 Agustus 2012 | 11:15

Ilustrasi ditangkap [google] Ilustrasi ditangkap [google]

[KEDIRI] Mintoro (35), pedagang ayam warga Dusun Pojok, Desa Selosari, Kecamatan Kandat, Kabupaten Kediri, selaku korban salah tangkap Satuan Reserse Narkoba (Satreskoba) minta ganti rugi traumatik sebesar Rp 400 juta kepada Kapolres Kediri AKBP Kasero Manggolo, Rabu (22/8).  

Korban yang sempat digebuki petugas Satreskoba hingga dua gigi palsunya rontok itu juga minta ganti rugi pengobatan dan perbaikan pintu rumahnya yang didobrak paksa serta proses hukum terhadap delapan orang anggota Satreskoba yang menggerebek di rumahnya.  

“Kita masih melakukan negoisasi dan belum ada titik temu atas tuntutan traumatiknya,” ujar Kapolres Kediri AKBP Kasero Manggolo di sela-sela istirahat setelah berjam-jam melakukan negoisasi dengan Mintoro yang didampingi perangkat Desa Selosari.            

Sebagaimana terjadi, Mintoro pada Minggu (19/8) pagi buta menjelang salat Idul Fitri digerebek delapan orang anggota Satreskoba saat ia tidur bersama istri dan dua anaknya. Di depan anak isterinya, lelaki bertubuh kerempeng itu sempat dihajar hingga dua gigi palsunya rompal. Mintoro yang menjadi korban salah tangkap kasus narkoba itu sempat dirawat di RS Bhayangkara Kediri. Kepolisian bertekad bertanggungjawab penuh atas kesehatan korban dan siap memberikan ganti rugi.  

Hasil visum Mintoro pun dibeber. Dari pemeriksaan visum didapatkan luka di alis kiri dan gigi kiri atas lepas diduga akibat persentuhan benda tumpul. Polisi memastikan kondisi itu tidak mendatangkan penyakit atau halangan buat Mintoro menjalankan aktivitas sehari-harinya sebagai pedagang ayam. Kapolres AKBP Kasero Manggolo membacakan surat keterangan hasil visum dihadapan wartawan, Rabu.  

Mintoro menambahkan, penggerebekan di rumah korban itu terjadi ketika petugas Satreskoba menduga Mintoro adalah Heru Keceng, salah satu buronan kasus pil koplo. Korban Mintoro sebelumnya sudah menunjukkan, bahwa Heru Keceng itu rumahnya ada di sebelah timur, sedangkan ia sendiri mengaku bernama Mintoro, sambil menunjukkan KTP-nya sebagai pedagang ayam. Namun petugas tidak menggubrisnya dan malah menghajar saksi korban hingga babak belur.  

Keributan di rumah Mintoro itu dipergokki warga sekitar dan serta merta warga beserta pamong dusun hendak menolong Mintoro yang jelas-jelas bukan Heru Keceng yang rumahnya berada di timur rumah Mintoro, namun dihadang tiga orang petugas berpakaian preman yang memegang senjata api genggam revolver. Petugas bersenjata api revolver itu kepada warga mengaku dari Polres Kediri (bukan Pare).  

“Saat itu petugas yang semuanya berpakaian preman itu baru menyadari salah tangkap dan kami perangkat desa membawa Mintoro ke RS Bhayangkara. Bukan polisinya yang membawa berobat,” ujar salah seorang perangkat desa setempat. [ARS]  




Kirim Komentar Anda

Silahkan login untuk memberi komentar

Hanya teks dan link yang diperbolehkan.


Komentar Untuk Artikel Ini

Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!