SP Logo
Selamat datang Tamu   |   
Jumat, 25 April 2014
Pencarian Arsip

Korban Banjir Argentina Jadi 59 Jiwa
Jumat, 5 April 2013 | 11:52

Seorang wanita membawa barang-barang donasi dari Palang Merah yang ikut membantu korban banjir di La Plata, Provinsi Buenos Aires, Argentina, Kamis (4/4).[AP] Seorang wanita membawa barang-barang donasi dari Palang Merah yang ikut membantu korban banjir di La Plata, Provinsi Buenos Aires, Argentina, Kamis (4/4).[AP]

[BUENOS AIRES] Jumlah kematian akibat hujan dan banjir di Argentina bertambah menjadi 59 jiwa. Hingga Kamis (4/4), para pejabat setempat mengaku masih mencari sekitar 20 orang yang hilang.

Sebagian besar mayat korban banjir telah ditemukan Rabu lalu, setelah hujan membanjiri Buenos Aires dan dekat La Plata, tempat mobil terendam dan orang-orang berjuang naik di atap untuk keselamatan.

Presiden Cristina Kirchner menyatakan tiga hari berkabung nasional mulai Kamis (4/4) untuk menghormati para korban. Kirchner meninjau langsung dampak banjir dengan helikopter pada Rabu (3/4) di atas La Plata, sebuah kota kampus berpenduduk satu juta jiwa. La Plata merupakan tempat Kirchner dibesarkan, yang sekitar 60 kilometer sebelah selatan Buenos Aires.

"Masih ada sekitar 20 orang yang belum ditemukan. Saya di sini untuk mendapatkan pakaian dan sepatu untuk anak-anak saya," kata Wakil Menteri Keamanan Argentina Sergio Berni.

Lorena Bermet menceritakan bagaimana dia mencari perlindungan di atap rumahnya bersama suami dan dua anak-anak sampai penyelamat mampu menyelamatkan mereka dengan perahu. Wanita berusia 36 tahun itu mengatakan bangunan rumahnya di ambang keruntuhan serta penuh dengan ular dan tikus yang masuk setelah banjir.

Kebanyakan warga korban banjir mulai kembali ke rumah setelah hujan mengakibatkan genangan setinggi 40 cm di La Plata selama hujan dua jam pada Selasa sampai Rabu. Hujan dan genangan merobohkan telepon dan kabel listrik dan mengakibatkan hampir setengah kota dalam kegelapan. Banjir bahkan mencapai dua meter di beberapa tempat, dan mengubah jalan raya kota menjadi sungai deras.

"Saya mendengar jeritan meyayat, saya juga melihat mayat mengapung. Tak ada yang datang untuk membantu, tidak ada pemadam kebakaran, atau polisi atau tentara," ujar seorang penduduk La Plata yang marah kepada televisi lokal. [AFP/U-5]




Kirim Komentar Anda

Silahkan login untuk memberi komentar

Hanya teks dan link yang diperbolehkan.


Komentar Untuk Artikel Ini

Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!



Pemilu 2014

selengkapnya »»

AKTIVITAS & REKOMENDASI TEMAN