Kontras Temukan 10 Bukti Kekerasan TNI di Kebumen
Senin, 16 Mei 2011 | 10:41
Koordinator Kontras, Haris Azhar [JAKARTA] Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras) merilis 10 temuan mereka tentang peristiwa kekerasan yang terjadi di Desa setrojenar, Kecamatan Buluspesantren, Kebumen pada 16 April 2011 lalu yang diduga dilakukan oleh TNI.
“Tim pencari fakta ini menemukan sejumlah saksi (11 orang) yang melihat langsung dan menjadi korban dari tindak kekerasan pada saat, sebelum dan sesudah peristiwa terjadi. Pencarian fakta difokuskan pada rangkaian tindakan kekerasan yang terjadi,” kata Koordinator Kontras, Haris Azhar dalam siaran persnya, Minggu (15/5).
Menurut Haris, tim pencari fakta berhasil menemukan sejumlah hal. Pertama, benar telah terjadi serangan (kekerasan dan stereotype) terhadap warga sipil yang sengaja dilakukan oleh anggota TNI pada Sabtu (16/4/2011) sekitar jam 14.30-15.00 WIB. Sejumlah anggota TNI AD keluar dari Dislitbang AD II lengkap dengan senjata api laras panjang, tongkat bergerak mendekati kerumunan warga di perempatan Jl Diponegoro. Kemudian, dalam jarak kurang lebih 20 meter dari warga melepaskan tembakan, menyerang, menangkap, menyiksa sejumlah warga.
Sekitar jam 15.00 – 17.00 WIB, anggota TNI AD terus mengejar warga desa hingga ke sekitar menara pantau (arah Selatan) dan juga masuk ke Desa Setrojenar. Di desa Setrojenar, anggota TNI AD melakukan penyisiran terhadap beberapa warga desa. Sementara itu, blokade warga kembali dirusak. Sekitar 17.00 WIB, di salah satu rumah warga desa Setrojenar, anggota TNI AD mendobrak pintu depan rumah dan pintu kamar bahkan memberondong tembakan di dalam kamar tersebut.
“Sekitar pukul 22.00 WIB, sejumlah anggota TNI AD kembali rumah tersebut hanya untuk membersihkan selongsong peluru. Dalam rangkaian tindakan kekerasan tersebut sempat terjadi ancaman kekerasan secara verbal,” ungkap Haris.
Temuan kedua, lanjut Haris, terjadi tindakan tidak manusiawi yang dilakukan oleh anggota TNI didalam penyerangan terhadap sejumlah warga sipil. Sebanyak 13 warga mengalami luka berat dan dirawat di RSUD Kebumen, enam diantaranya mengalami luka tembak sementara lainnya mengalami luka lebam di wajah dan beberapa bagian tubuh lainnya akibat tendangan, injakan, dan pemukulan dengan tongkat dan popor senjata bahkan salah seorang korban mengalami retak tulang kaki kiri.
Ketiga, terjadi tindak kekerasan berupa pemukulan dengan tongkat, tendangan, diinjak terhadap sejumlah individu yang melakukan pendokumentasian terhadap rangkaian peristiwa kekerasan. Keempat, telah terjadi pengerusakan rumah wisata/dagang warga di sekitar pantai urut sewu dan salah satu rumah akibat penyisiran anggota TNI AD.
Kelima, telah terjadi penangkapan sewenang-wenang, yaitu anpa bukti dan tidak tertangkap tangan melakukan kejahatan dan pelanggaran terhadap sejumlah orang yang dilakukan oleh anggota TNI. Keenam, sejumlah anggota TNI melakukan patroli diwilayah warga masyarakat dengan cara menyisir sekitar desa Setrojenar pada dini hari (jam 03.00 – 04.00 WIB) paska peristiwa terjadi dalam kurun 2-3 hari.
Ketujuh, Kontras menemukan fakta telah terjadi pembiaran penyerangan TNI terhadap warga masyarakat oleh anggota Kepolisian, yaitu Marti dan Bambang yang keduanya adalah intel Polres Kebumen. Kedelapan, kondisi masyarakat masih banyak yang mengalami ketakutan dan trauma atas peristiwa kekerasan.
Kesembilan, banyak warga masyarakat terutama yang laki-laki menjadi target teror, terutama warga yang aktif di Forum Paguyuban Petani Kebumen Selatan (FPPKS) dan tokoh masyarakat Desa Setrojenar.
Kesepuluh, Kontras menemukan puluru tajam dengan tipe kaliber 7,62 dan 7,60 mm (untuk senjata laras panjang) serta 9 mm (untuk senjata laras pendek/ pistol) disekitar lokasi peristiwa, yaitu perempatan Jl. Diponegoro. Selain itu, juga ditemukan selongsong peluru karet di dalam rumah salah satu warga desa Setrojenar (rumah tersebut diberondong tembakan saat penyisiran di sore hari setelah peristiwa). [N-8]
Komentar Untuk Artikel Ini
Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!
Pengembang Ngotot Membangun di Hutan Kota Bandung
Jokowi: Tak Ada Masalah Warga Pluit Pindah
Ini Dia Kostum Baru Barcelona untuk Musim Depan
Panglima TNI Isyaratkan Pengganti Dirinya KSAD Baru
Hatta Rajasa Terima “Reformasi Award” Dari Prodem
Jokowi Makan Bersama Warga Pluit Sambil Bahas Waduk
Aiptu LS Sudah Lama Mau Mundur dari Polisi, Tapi Tak Disetujui Atasan
Di Mata Golkar, Menkeu Chatib Basri Itu Neolib
