Komnas HAM Temukan Kejanggalan Patroli Polisi di OI
Jumat, 3 Agustus 2012 | 14:30
Komnas HAM [google] [PALEMBANG] Wakil Ketua Komisi Nasional Hak
Asasi Manusia (Komnas HAM) Nur Kholis
mengatakan, pihaknya menemukan kejanggalan dalam pelaksanaan patroli dialogis,
yang dilaksanakan aparat kepolisian di Kabupaten Ogan Ilir (OI) pada Jumat
(27/7), sehingga menimbulkan korban jiwa.
”Sebaiknya dalam patroli dialogis mengikutsertakan pejabat daerah, seperti dari
DPRD termasuk pemerintah setempat,” katanya kepada wartawan usai pertemuan
dengan Wakil Gubernur Sumsel H Eddy Yusuf di Palembang, Jumat (3/8).
Sebagaimana diberitakan, terjadi keributan antara warga dengan aparat
kepolisian akibat sengketa lahan di Cinta Manis, Kabupaten Ogan Ilir, yang
mengakibatkan seorang meninggal dunia dan empat orang luka akibat peluru.
Dalam patroli dialogis tersebut, aparat kepolisian menurunkan personel sekitar
300 orang dengan 16 kendaraan.
Masyarakat khawatir, karena jumlahnya cukup besar ditambah lagi
persenjataan lengkap.
Selain itu, penanggung jawab kegiatan maupun komandan lapangan tidak mempunyai
pengetahuan yang cukup baik tentang sosiologi pedesaan masyarakatnya komunal,
dan juga tidak mengetahui kondisi di lapangan.
Mengenai penembakan sendiri, menurut dia, pihaknya belum menemukan kondisi
serius perlu dilakukannya penembakan di lokasi kejadian saat terjadinya
keributan antara warga dengan aparat kepolisian tersebut. Memang, lanjut dia,
berdasarkan keterangan dari aparat kepolisian pihaknya diserang warga sehingga
penembakan terpaksa dilaksanakan walaupun berdasarkan prosedur.
Dalam kasus tersebut seorang meninggal atas nama Anggar Prima (12) dengan luka
pada bagian kepala diduga berasal dari tembakan.
Selain itu pihaknya juga menemukan empat orang korban luka yakni Farida,
Sudirman, Rusman dan Izza.
Mengenai korban tersebut pihaknya meminta kepada pemerintah untuk menyantuni
karena keluarganya merasa terlindungi. Wagub Sumsel mengakui sengketa lahan di provinsi ini masih banyak sehingga
perlu diselesaikan secepat mungkin.
Penyelesaian sengketa lahan tersebut supaya tidak terjadi lagi korban yang
terjadi seperti sekarang ini, kata dia.
Namun, ujar dia, ke depan diharapkan antara pemerintah daerah, aparat
kepolisian termasuk aparat terkait lainnya selalu bersama-masa dalam
menyelesaikan masalah. [Ant/L-8]
Komentar Untuk Artikel Ini
Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!
Pasti-Kerta Menang Tipis Pilgub Bali
Pilgub NTT: Esthon-Paul Unggul Sementara
Terlibat Politik Uang, Istri Gubernur NTT Terancam Pidana
Inilah 45 Perempuan Penerima Duit Fathanah
Obama Setujui Peraturan Pesawat Nirawak
Pimpinan KPK Sindir Sikap Kader PKS
KPK Dalami Aliran Dana ke Anis Matta
Fathanah Mulai Sebut Nama Presiden PKS Anis Matta
Kapolda NTT: Tugas Polisi Pengamanan Bukan Hitung Suara!
Uskup Agung Semarang Keberatan Fotonya Digunakan Kampanye Pasangan Hadi-Don
