SP Logo
Selamat datang Tamu   |   
Sabtu, 25 Mei 2013
Pencarian Arsip

Komnas HAM Temukan Kejanggalan Patroli Polisi di OI
Jumat, 3 Agustus 2012 | 14:30

Komnas HAM [google] Komnas HAM [google]

[PALEMBANG] Wakil Ketua Komisi Nasional Hak Asasi Manusia  (Komnas HAM) Nur Kholis mengatakan, pihaknya menemukan kejanggalan dalam pelaksanaan patroli dialogis, yang dilaksanakan aparat kepolisian di Kabupaten Ogan Ilir (OI) pada Jumat (27/7), sehingga menimbulkan korban jiwa.

”Sebaiknya dalam patroli dialogis mengikutsertakan pejabat daerah, seperti dari DPRD termasuk pemerintah setempat,” katanya kepada wartawan usai pertemuan dengan Wakil Gubernur Sumsel H Eddy Yusuf di Palembang, Jumat (3/8).

Sebagaimana diberitakan, terjadi keributan antara warga dengan aparat kepolisian akibat sengketa lahan di Cinta Manis, Kabupaten Ogan Ilir, yang mengakibatkan seorang meninggal dunia dan empat orang luka akibat peluru.

Dalam patroli dialogis tersebut, aparat kepolisian menurunkan personel sekitar 300 orang dengan 16 kendaraan.  Masyarakat khawatir, karena jumlahnya cukup besar ditambah lagi persenjataan lengkap.

Selain itu, penanggung jawab kegiatan maupun komandan lapangan tidak mempunyai pengetahuan yang cukup baik tentang sosiologi pedesaan masyarakatnya komunal, dan juga tidak mengetahui kondisi di lapangan.

Mengenai penembakan sendiri, menurut dia, pihaknya belum menemukan kondisi serius perlu dilakukannya penembakan di lokasi kejadian saat terjadinya keributan antara warga dengan aparat kepolisian tersebut. Memang, lanjut dia, berdasarkan keterangan dari aparat kepolisian pihaknya diserang warga sehingga penembakan terpaksa dilaksanakan walaupun berdasarkan prosedur.

Dalam kasus tersebut seorang meninggal atas nama Anggar Prima (12) dengan luka pada bagian kepala diduga berasal dari tembakan.

Selain itu pihaknya juga menemukan empat orang korban luka yakni Farida, Sudirman, Rusman dan Izza.

Mengenai korban tersebut pihaknya meminta kepada pemerintah untuk menyantuni karena keluarganya merasa terlindungi. Wagub Sumsel mengakui sengketa lahan di provinsi ini masih banyak sehingga perlu diselesaikan secepat mungkin.

Penyelesaian sengketa lahan tersebut supaya tidak terjadi lagi korban yang terjadi seperti sekarang ini, kata dia.

Namun, ujar dia, ke depan diharapkan antara pemerintah daerah, aparat kepolisian termasuk aparat terkait lainnya selalu bersama-masa dalam menyelesaikan masalah. [Ant/L-8]  




Kirim Komentar Anda

Silahkan login untuk memberi komentar

Hanya teks dan link yang diperbolehkan.


Komentar Untuk Artikel Ini

Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!



AKTIVITAS & REKOMENDASI TEMAN