SP Logo
Selamat datang Tamu   |   
Selasa, 29 Juli 2014
Pencarian Arsip

Kematian Osama bin Laden

Komisi Investigasi Pakistan Tuduh Dokter Pakistan Jadi Agen CIA
Jumat, 7 Oktober 2011 | 11:11

Pemimpin Al Qaeda Osama bin Laden Pemimpin Al Qaeda Osama bin Laden

[KABUL] Kematian pendiri dan pemimpin Al Qaeda Osama bin Laden masih menyisakan cerita. Ternyata, seorang dokter bernama Shakil Afridi dituduh bekerja untuk agen rahasia Amerika Serikat CIA yang mensponsori program vaksin di Abbottabad, tempat Osama bin Laden tewas. Dia ditugaskan CIA untuk mendapatkan sampel DNA Osama.

Hal itu terungkap dalam hasil investigasi sebuah Komisi Investigasi Pakistan atas penyerbuan pasukan khusus AS terhadap kediaman Osama bin Laden yang diumumkan, Kamis (6/10).

Dokter itu ditahan sesaat setelah penyerangan pasukan khusus AS terhadap sebuah rumah mewah di Abbottabad yang menewaskan penghuninya, Asama bin Laden pada 2 Mei lalu.

Pakistan menuduh penyerbuan pasukan khusus AS itu melanggar kedaulatan Pakistan. Karena itu mereka membentuk sebuah komisi yang dipimpin oleh mantan hakim agung. Komisi sudah memewancarai para pejabat intelijen pada Rabu lalu dan berbicara dengan anggota keluarga Osama bin Laden.

Komisi itu mempertanyakan bagaimana mungkin militer AS mampu melakukan serbuan jauh ke dalam wilayah Pakistan tanpa terdeteksi. Tim ini juga menginvestigasi bagaiman Osama bin Laden bisa bersembunyi di Abbottabad selama beberapa tahun.

Setelah menanyai Dokter Afridi, komisi itu berpendapat, berdasarkan rekaman dan bukti-bukti, Afridi terlibat dalam konspirasi melawan negara Pakistan dan karena itu dia harus dihukum. Sementara Washingtan meminta Afridi dibebaskan dan diijinkan tinggal di AS.

Beberapa minggu setelah kematian Osama bin Laden disebutkan bahwa Afridi, dokter senior Pakistan, sudah direkrut CIA untuk mengorganisir pelaksanaan vaksi phoney di Abbottabad.

Setelah melacak kurir Osama bin Laden hingga ke kediaman Osama yang dipagari tembok tinggi, CIA ingin mengkonfirmasi keberadaan Obama di tempat itu dengan sampel DNA dari penghuni rumah itu. Tetapi tidak jejas, apakah DNA yang didapat itu DNA Osama bin Laden atau keluarganya yang berada di rumah tersebut.

Setelah penyerbuan oleh pasukan khusus AS, otoritas Pakistan mengambil tiga orang dari kediaman itu yakni istri Osama bin Laden dan dua putrinya. Komisi Pemerintah Pakistan itu, Kamis (6/10) mengatakan, mereka sudah mendapat pernyataan dari mereka. Mereka pun tidak ditanyai terlalu lama dalam investigasi ini. [BBC/A-21]

 




Kirim Komentar Anda

Silahkan login untuk memberi komentar

Hanya teks dan link yang diperbolehkan.


Komentar Untuk Artikel Ini

Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!



Pemilu 2014

selengkapnya »»